Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Bahasa Indonesia

Penulisan Soal TKA 2026: Tahapan, Bentuk Soal, dan Kaidah Penyusunan

 


Penulisan soal TKA 2026 merupakan bagian penting dalam pengembangan instrumen Tes Kemampuan Akademik. Penyusunan soal tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui tahapan yang terstruktur mulai dari penelaahan kerangka asesmen, penyusunan kisi-kisi, penulisan, telaah, uji coba, hingga pengelolaan bank soal.

Materi penulisan soal TKA yang tersedia juga menjelaskan bentuk soal, kompetensi yang diukur, level kognitif, serta kaidah penulisan soal yang perlu diperhatikan. Untuk jenjang SD dan SMP, materi tersebut membahas mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Artikel ini membahas proses tersebut secara ringkas agar guru, penulis soal, operator, dan pembaca dapat memahami bagaimana soal TKA dikembangkan berdasarkan materi yang tersedia.

Apa Itu Penulisan Soal TKA?

Penulisan soal TKA adalah proses pengembangan butir soal yang disusun berdasarkan kerangka asesmen, kompetensi, materi, level kognitif, dan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Dalam materi yang tersedia, TKA dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelaporan capaian akademik individu secara objektif. TKA juga disebut berpotensi mendukung pembelajaran mendalam serta menyediakan skor yang dapat digunakan dalam konteks seleksi akademik dengan membandingkan capaian lintas satuan pendidikan. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Tahapan Penulisan Soal TKA 2026

Pengembangan soal TKA dilakukan melalui tahapan yang terstruktur. Materi penulisan soal menjelaskan enam tahapan utama dalam alur pengembangan soal terstandar. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

  1. Reviu framework atau kerangka asesmen.
  2. Penyusunan kisi-kisi.
  3. Penulisan soal.
  4. Telaah soal.
  5. Uji coba.
  6. Pengelolaan bank soal.

1. Reviu Framework atau Kerangka Asesmen

Tahap pertama adalah menelaah kerangka asesmen. Pada tahap ini dilakukan identifikasi kompetensi yang akan diukur pada setiap mata pelajaran TKA.

Kerangka tersebut menjadi acuan agar soal yang dikembangkan tetap sesuai dengan kompetensi yang hendak diukur.

2. Penyusunan Kisi-kisi

Setelah kerangka dipahami, tahap berikutnya adalah menyusun kisi-kisi. Materi menjelaskan bahwa matriks kisi-kisi memuat beberapa unsur, yaitu kompetensi, materi, level kognitif, dan bentuk soal. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Kisi-kisi menjadi pedoman bagi penulis agar soal yang dibuat tidak keluar dari kompetensi dan materi yang telah ditetapkan.

3. Penulisan Soal

Penulis kemudian menyusun soal berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat.

Artinya, penulis tidak sekadar membuat pertanyaan, tetapi harus menyesuaikan soal dengan kompetensi, materi, level kognitif, dan bentuk soal yang tercantum dalam kisi-kisi.

4. Telaah Soal

Soal yang sudah ditulis selanjutnya melalui proses telaah. Tujuannya adalah memastikan soal sesuai dengan materi, konstruksi, dan kaidah bahasa.

Tahap telaah penting karena soal perlu diperiksa sebelum digunakan dalam tahap berikutnya. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

5. Uji Coba Soal

Soal kemudian diuji coba pada sekolah dengan kategori yang dalam materi disebut sebagai kurang, sedang, dan baik.

Hasil uji coba menjadi bahan untuk mengetahui kualitas soal sebelum masuk ke tahap pengelolaan bank soal.

6. Pengelolaan Bank Soal

Tahap terakhir dalam alur pengembangan soal terstandar adalah pengelolaan bank soal. Kegiatan ini mencakup analisis dan interpretasi hasil uji coba, perakitan soal, serta pemanfaatan soal. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

Mata Pelajaran dalam Penulisan Soal TKA

Materi penulisan soal TKA yang tersedia membahas Bahasa Indonesia dan Matematika.

Untuk jenjang SD dan SMP, kedua mata pelajaran tersebut menjadi bagian dari pengembangan soal TKA yang dibahas dalam materi.

Bentuk Soal TKA

Materi penulisan soal menyebutkan beberapa bentuk soal TKA. Jenis soal mencakup soal group dan soal tunggal.

Sementara bentuk soal yang disebutkan meliputi:

  • Pilihan ganda.
  • Pilihan ganda kompleks MCMA.
  • Pilihan ganda kompleks kategori.

Bentuk soal tersebut digunakan sesuai kebutuhan pengukuran kompetensi yang ditetapkan dalam kerangka asesmen. :contentReference[oaicite:6]{index=6}

Kompetensi Bahasa Indonesia dalam TKA

Materi Bahasa Indonesia dalam TKA terdiri dari teks informasi dan teks fiksi. Kompetensi yang diukur mencakup pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. :contentReference[oaicite:7]{index=7}

Pemahaman Tekstual

Pemahaman tekstual merupakan kemampuan memahami informasi yang dikemukakan secara eksplisit, termasuk mengelompokkan dan menyusun kembali informasi.

Pemahaman Inferensial

Pemahaman inferensial berkaitan dengan kemampuan menarik kesimpulan dari informasi yang tersirat dan menyajikan kembali informasi tersebut.

Evaluasi dan Apresiasi

Evaluasi dan apresiasi mencakup kemampuan menilai ide, memberikan tanggapan terhadap teks secara emosional dan estetis, serta memperhatikan dampaknya terhadap perasaan. :contentReference[oaicite:8]{index=8}

Kompetensi Matematika dalam TKA

Materi Matematika mencakup sejumlah kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan dan memahami konsep matematika.

Kompetensi yang disebutkan meliputi:

  • Pengetahuan matematika.
  • Representasi matematis.
  • Penalaran.
  • Pemecahan masalah matematis.
  • Koneksi matematis.

Untuk muatan Matematika SMP, materi yang tercantum meliputi bilangan, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta aljabar. :contentReference[oaicite:9]{index=9}

Level Kognitif Soal Matematika

Materi penulisan soal membagi level kognitif Matematika menjadi pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran. :contentReference[oaicite:10]{index=10}

Pengetahuan dan Pemahaman

Pada level ini, kemampuan yang dicontohkan dalam materi antara lain melakukan perhitungan matematika, memahami informasi pada tabel, diagram, dan infografis, mengelompokkan objek, serta mengidentifikasi objek.

Aplikasi

Pada level aplikasi, kemampuan mencakup memodelkan permasalahan matematika, menerapkan strategi matematika seperti operasi hitung dan aljabar, serta menjelaskan makna representasi.

Penalaran

Pada level penalaran, kemampuan yang dicantumkan antara lain menganalisis hubungan beberapa fakta dan konsep matematika, memecahkan masalah dengan mengaitkan beberapa konsep, serta mengevaluasi solusi pemecahan masalah. :contentReference[oaicite:11]{index=11}

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda TKA

Penulisan soal pilihan ganda memiliki sejumlah kaidah yang perlu diperhatikan. Materi penulisan soal TKA membaginya ke dalam aspek materi, konstruksi, dan bahasa. :contentReference[oaicite:12]{index=12}

Kaidah Materi dan Konstruksi

  • Soal harus sesuai dengan indikator.
  • Pilihan jawaban harus homogen dan logis.
  • Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar.
  • Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
  • Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban hanya memuat pernyataan yang diperlukan.
  • Pokok soal tidak boleh memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
  • Pokok soal tidak mengandung pernyataan negatif ganda.
  • Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama.
  • Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan seperti “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”.
  • Pilihan jawaban berupa angka atau waktu disusun berdasarkan urutan nilai atau kronologis.

Penggunaan Gambar, Grafik, dan Tabel

Apabila soal menggunakan gambar, grafik, tabel, diagram, atau bentuk informasi sejenis, materi menekankan bahwa elemen tersebut harus jelas, berfungsi, dan memberikan informasi yang dibutuhkan dalam soal. :contentReference[oaicite:13]{index=13}

Soal dengan Satu Stimulus

Jika satu stimulus digunakan untuk membuat lebih dari satu soal, butir soal berikutnya tidak boleh bergantung pada jawaban dari soal sebelumnya.

Ketentuan ini membantu memastikan setiap butir tetap dapat digunakan sesuai fungsi pengukurannya.

Kaidah Bahasa dalam Penulisan Soal

Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Materi juga menyebutkan bahwa bahasa yang berlaku secara lokal tidak digunakan apabila soal akan digunakan untuk daerah lain atau secara nasional.

Selain itu, pilihan jawaban tidak boleh mengulang kata atau frasa yang sebenarnya bukan satu kesatuan pengertian. :contentReference[oaicite:14]{index=14}

Pengembangan Soal TKA SD dan SMP

Materi koordinasi penulisan soal TKA daerah menjelaskan pengembangan soal untuk jenjang SD dan SMP sederajat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Materi tersebut mencantumkan penulis soal SD dan SMP yang terdiri dari penulis Matematika dan Bahasa Indonesia. Setiap penulis ditugaskan menulis 30 butir soal atau satu paket soal. Penulisan dilakukan melalui platform Asesmenpedia. :contentReference[oaicite:15]{index=15}

Pengembangan soal juga melibatkan fasilitator provinsi, fasilitator pusat, admin provinsi dan kabupaten/kota, serta panitia dari provinsi.

Penjaminan Mutu Soal TKA

Setelah proses penulisan dan telaah, terdapat proses penjaminan mutu soal.

Materi menjelaskan bahwa penjaminan mutu bertujuan melakukan reviu, validasi, dan finalisasi soal TKA jenjang SD dan SMP untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia yang telah melalui proses penulisan dan penelaahan. :contentReference[oaicite:16]{index=16}

Petugas yang terlibat mencakup penulis soal kabupaten/kota, fasilitator provinsi, panitia provinsi, dan fasilitator pusat.

Output yang diharapkan adalah paket soal TKA SD dan SMP untuk Bahasa Indonesia dan Matematika yang telah difinalisasi dan memenuhi standar asesmen.

Alur Singkat Penulisan Soal TKA

Jika diringkas, proses pengembangan soal TKA dapat dipahami melalui alur berikut:

  1. Memahami kerangka asesmen.
  2. Mengidentifikasi kompetensi.
  3. Menyusun kisi-kisi.
  4. Menulis soal.
  5. Melakukan telaah.
  6. Melaksanakan uji coba.
  7. Menganalisis hasil uji coba.
  8. Merakit dan mengelola bank soal.
  9. Melakukan validasi dan finalisasi sesuai proses penjaminan mutu.

Hubungan Penulisan Soal dengan TKA 2026

Penulisan soal merupakan salah satu bagian dari keseluruhan ekosistem TKA. Jika artikel sebelumnya membahas data peserta dan kesiapan EMIS, artikel ini berfokus pada bagaimana instrumen soal dikembangkan berdasarkan kerangka dan kompetensi yang telah ditentukan.

Untuk memahami pembahasan TKA secara keseluruhan, baca juga:

TKA 2026: Panduan Lengkap Peserta, Pendataan, Materi, dan Pengawasan

Untuk pembahasan mengenai proses pendataan peserta dan kesiapan satuan pendidikan:

Pendataan TKA 2026: Panduan Data Peserta dan Kesiapan Madrasah

Untuk pembahasan khusus mengenai kesiapan data melalui EMIS:

TKA EMIS: Panduan Kesiapan Data TKA untuk Operator Madrasah

Dan untuk pembahasan mengenai integrasi data EMIS dengan kebutuhan TKA:

Integrasi EMIS TKA 2026: Panduan Sinkronisasi Data Madrasah

Download Materi Penulisan Soal TKA

Materi penulisan soal TKA yang menjadi dasar pembahasan artikel ini dapat dipelajari lebih lanjut melalui dokumen berikut:

Download Materi Penulisan Soal TKA

Materi tersebut memuat kerangka asesmen, bentuk soal, kompetensi, level kognitif, tahapan pengembangan soal, kaidah penulisan soal, serta penjaminan mutu.

Kesimpulan

Penulisan soal TKA 2026 dilakukan melalui proses yang terstruktur, mulai dari reviu framework, penyusunan kisi-kisi, penulisan, telaah, uji coba, hingga pengelolaan bank soal.

Untuk Bahasa Indonesia, kompetensi yang dibahas meliputi pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Sementara Matematika mencakup pengetahuan matematika, representasi matematis, penalaran, pemecahan masalah matematis, dan koneksi matematis.

Kaidah penulisan soal juga perlu diperhatikan dari sisi materi, konstruksi, dan bahasa. Soal harus sesuai indikator, memiliki konstruksi yang jelas, pilihan jawaban yang logis, serta menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Disclaimer

www.madrasahmuba.com bukan portal resmi TKA dan bukan penyelenggara TKA. Situs ini hanya membagikan informasi dan materi sebagai bahan referensi bagi pembaca.

Artikel ini disusun berdasarkan materi penulisan soal TKA yang tersedia bagi penulis. Ketentuan, bentuk soal, jadwal, mekanisme, maupun pedoman teknis dapat mengalami perubahan.

Pembaca disarankan tetap memeriksa informasi terbaru melalui portal resmi TKA dan kanal resmi pemerintah lainnya sebelum menggunakan informasi ini sebagai dasar pelaksanaan atau pengambilan keputusan.

Apabila terdapat perbedaan antara artikel ini dengan informasi resmi terbaru, maka informasi dari pihak penyelenggara resmi perlu dijadikan acuan.

Iklan Sponsor