Ketaatan, Pengorbanan, dan Ibadah Kurban
Khutbah Jumat 14 Mei 2027 ini mengangkat tema teladan keluarga Ibrahim: ketaatan, pengorbanan, dan ibadah kurban, disampaikan menjelang Hari Arafah dan Idul Adha 1448 H. Naskah berisi empat pelajaran: ketaatan total seorang ayah dan anak, keteguhan iman seorang ibu, hakikat ibadah kurban, serta menghidupkan Hari Arafah dan hari-hari Tasyriq. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang sepuluh hari terbaik juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Teladan Keluarga Ibrahim: Ketaatan, Pengorbanan, dan Ibadah Kurban |
| Untuk Jumat | 14 Mei 2027 |
| Momentum | Menjelang Hari Arafah dan Idul Adha 1448 H |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 14 Mei 2027: Teladan Keluarga Ibrahim
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (المائدة: ٢٧)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar adalah ucapan Habil ketika kurbannya diterima Allah: sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa. Takwa adalah ruh dari setiap ibadah, termasuk ibadah kurban.
Kita kini berada di ambang Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha. Setiap kali hari-hari ini datang, kita kembali mengenang kisah keluarga yang luar biasa: Nabi Ibrahim, istrinya Hajar, dan putranya Ismail 'alaihimussalam. Marilah kita renungkan empat pelajaran dari keluarga mulia ini.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, ketaatan total seorang ayah dan anak
Allah Swt. berfirman:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu? Dia (Ismail) menjawab: Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." (QS. Ash-Shaffat: 102)
Perhatikan bagaimana Nabi Ibrahim mengajak putranya berdialog, dan bagaimana Ismail menjawab dengan penuh keimanan. Ketika keduanya telah berserah diri, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar (QS. Ash-Shaffat: 107). Allah tidak menghendaki darah Ismail, tetapi menguji ketulusan ketaatan mereka.
Kedua, keteguhan iman seorang ibu
Jauh sebelum peristiwa itu, Nabi Ibrahim diperintahkan meninggalkan Hajar dan Ismail yang masih bayi di lembah tandus Makkah. Hajar bertanya: "Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?" Ketika Ibrahim mengiyakan, Hajar menjawab: "Jika demikian, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." (HR. Bukhari). Dari usaha Hajar berlari di antara Shafa dan Marwah, lahirlah ibadah sa'i, dan dari kesabarannya, Allah memancarkan air zamzam.
Inilah keluarga yang saling menguatkan dalam ketaatan: ayah yang taat, ibu yang teguh, dan anak yang saleh. Sebuah teladan bagi keluarga kita di zaman ini.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, hakikat ibadah kurban
Allah Swt. berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37)
Yang dinilai Allah adalah keikhlasan dan ketakwaan kita. Berkurban berarti juga menyembelih sifat kikir dan ego dalam diri, serta menumbuhkan kepedulian kepada fakir miskin. Pilihlah hewan kurban yang sehat dan terbaik, dan sembelihlah dengan cara yang baik. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar kita berbuat ihsan dalam menyembelih: menajamkan pisau dan tidak menyiksa hewan sembelihan (HR. Muslim). Jagalah pula kebersihan tempat penyembelihan dan bagikan daging dengan amanah.
Keempat, menghidupkan Hari Arafah dan hari-hari Tasyriq
Bagi kita yang tidak sedang berhaji, Rasulullah ﷺ menganjurkan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Beliau bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia menghapus (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah (HR. Tirmidzi). Maka perbanyaklah doa dan dzikir pada hari itu. Setelah Idul Adha, hari-hari Tasyriq adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah (HR. Muslim), sehingga kita tidak berpuasa pada hari-hari tersebut.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita teladani keluarga Ibrahim: ketaatan total seorang ayah dan anak, keteguhan iman seorang ibu, keikhlasan dalam berkurban, serta menghidupkan Hari Arafah dan hari-hari Tasyriq. Semua itu adalah wujud syukur atas nikmat Allah yang tak terhingga, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (QS. Al-Kautsar: 1–3)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ لِكُلِّ أُمَّةٍ مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاقْتَدُوا بِخَلِيلِ الرَّحْمَنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي طَاعَتِهِ وَتَسْلِيمِهِ، وَتَقَرَّبُوا إِلَى اللَّهِ بِالْأَضَاحِي طَيِّبَةً بِهَا نُفُوسُكُمْ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Sepuluh Hari Terbaik: Meraih Keutamaan Awal Dzulhijjah KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 21 MEI 2027
Bangkit dan Optimis: Sikap Mukmin Menghadapi Kesulitan▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 14 Mei 2027
Apa tema khutbah Jumat 14 Mei 2027 ini?
Temanya adalah teladan keluarga Ibrahim menjelang Idul Adha, dengan empat pelajaran: ketaatan ayah dan anak, keteguhan iman seorang ibu, hakikat kurban, serta menghidupkan Hari Arafah dan hari Tasyriq.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah membahas hikmah dan adab kurban yang disepakati dan menyebut puasa Arafah dengan tanggal hijriah, sehingga tetap relevan meski ada perbedaan penetapan hari raya.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 14 Mei 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 14 Mei 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
