Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
DOWNLOAD

Khutbah Jumat 16 Oktober 2026: Mensyukuri Nikmat Pangan (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 16 OKTOBER 2026
Mensyukuri Nikmat Pangan

Tidak Mubazir, Gemar Berbagi

Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 ini mengangkat tema mensyukuri nikmat pangan, bertepatan langsung dengan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober. Naskah mengajak jamaah merenungi perjalanan makanan dari sawah hingga piring, menjaga adab makan, menjauhi sikap mubazir, dan menumbuhkan kebiasaan berbagi. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi kisah Umar bin Khattab pada masa paceklik.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang menjaga kesehatan jiwa juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMensyukuri Nikmat Pangan: Tidak Mubazir, Gemar Berbagi
Untuk Jumat16 Oktober 2026
MomentumHari Pangan Sedunia (16 Oktober)
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 16 Oktober 2026: Mensyukuri Nikmat Pangan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر: ١٨)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta senantiasa mempersiapkan bekal untuk hari esok.

Hari ini, 16 Oktober, diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Momentum ini mengajak kita merenungi nikmat yang kita terima setiap hari, namun sering dianggap biasa: sepiring nasi, segelas air, dan lauk sederhana di meja makan. Padahal, di belahan bumi lain, dan mungkin juga di sekitar kita, masih ada saudara yang hari ini belum tahu apakah ia bisa makan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, merenungi perjalanan makanan kita

Allah Swt. memerintahkan:

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ ۝ أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ۝ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا ۝ فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا

"Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air dari langit, kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu." (QS. 'Abasa: 24–27)

Sebutir nasi yang kita makan telah melewati perjalanan panjang: hujan yang Allah turunkan, tanah yang Allah suburkan, serta keringat para petani yang menanam, merawat, dan memanennya. Islam memuliakan kerja mereka. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, mensyukuri setiap suapan

Syukur dimulai dari hal sederhana: membaca basmalah sebelum makan dan memuji Allah sesudahnya. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa selesai makan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

"Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan merezekikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku." Beliau mengabarkan bahwa orang yang membacanya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Syukur juga tampak dari adab kita terhadap makanan. Sahabat Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah sekali pun mencela makanan. Jika beliau suka, beliau memakannya; jika tidak suka, beliau meninggalkannya tanpa berkomentar buruk (HR. Bukhari dan Muslim). Sebuah pelajaran berharga di zaman ketika mencela makanan, bahkan di depan banyak orang lewat media sosial, dianggap hal yang biasa.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, menjauhi sikap mubazir

Allah Swt. berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Dalam ayat lain Allah mengingatkan dengan sangat tegas: "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan." (QS. Al-Isra': 27)

Hari ini, sampah makanan menjadi persoalan besar di negeri kita. Kajian pemerintah menunjukkan bahwa setiap tahun puluhan juta ton makanan di Indonesia terbuang percuma, sementara masih banyak keluarga yang kekurangan. Nasi tersisa di piring, hidangan pesta yang tak tersentuh, belanja berlebihan lalu dibiarkan basi. Semua itu tampak kecil, tetapi jika dijumlahkan menjadi kemubaziran yang sangat besar.

Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk menghargai setiap suapan, bahkan yang terjatuh sekalipun. Beliau memerintahkan agar suapan yang jatuh diambil, dibersihkan, lalu dimakan, dan tidak dibiarkan untuk setan. Beliau juga bersabda:

إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ

"Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian mana dari makanan itu terdapat keberkahan." (HR. Muslim)

Maka, ambillah secukupnya, habiskan yang sudah diambil, dan jika berlebih, berikan kepada yang membutuhkan sebelum basi.

Keempat, gemar berbagi makanan

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

"Bukanlah seorang mukmin, orang yang kenyang sementara tetangga di sampingnya kelaparan." (HR. Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad)

Berbagi tidak harus menunggu kaya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang." (HR. Bukhari dan Muslim)

Teladan yang menggetarkan hati datang dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Pada masa paceklik yang dikenal sebagai 'Amur Ramadah, ketika Madinah dilanda kekeringan dan kelaparan, beliau bersumpah tidak akan makan daging dan minyak samin sebelum rakyatnya kembali bisa makan dengan layak. Beliau hanya makan roti dengan minyak zaitun hingga kulitnya berubah menghitam. Seorang pemimpin memilih ikut merasakan lapar bersama rakyatnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan Hari Pangan Sedunia ini sebagai pengingat: renungkan perjalanan makanan kita, syukuri setiap suapan, jangan biarkan nikmat terbuang, dan bagikan rezeki kepada yang membutuhkan. Dengan cara itulah nikmat Allah akan terus bertambah, sebagaimana janji-Nya:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim: 7)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ، وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لِلْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَلَا تُسْرِفُوا وَلَا تُبَذِّرُوا، وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَتَفَقَّدُوا جِيرَانَكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لِنِعَمِكَ شَاكِرِينَ، مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِيهَا، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، وَأَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَبَارِكْ لِلْمُزَارِعِينَ فِي زُرُوعِهِمْ وَثِمَارِهِمْ.

اللَّهُمَّ أَطْعِمِ الْجَائِعِينَ، وَاكْسُ الْعَارِينَ، وَأَغْنِ الْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْفِقِينَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_16_Oktober_2026_Mensyukuri_Nikmat_Pangan.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih, disertai kisah Umar bin Khattab pada masa paceklik 'Amur Ramadah.
✔Tema dekat dengan keseharian semua kalangan jamaah: petani, pedagang, ibu rumah tangga, hingga anak muda.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa keberkahan rezeki, hujan, dan hasil pertanian.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Pada bagian sampah makanan, khatib dapat menambahkan contoh yang akrab bagi jamaah setempat, misalnya hidangan hajatan atau sisa makanan di warung.
3Kisah Umar bin Khattab akan lebih menyentuh jika dibawakan dengan tempo pelan dan jeda singkat di akhir kisah.
4Di masjid dengan banyak jamaah petani, tekankan bagian hadis tentang pahala menanam sebagai bentuk penghargaan.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 9 OKTOBER 2026
Menjaga Kesehatan Jiwa: Meraih Hati yang Tenang di Tengah Tekanan Zaman

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 16 Oktober 2026

Apa tema khutbah Jumat 16 Oktober 2026 ini?

Temanya adalah mensyukuri nikmat pangan, bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, dengan empat pesan: merenungi perjalanan makanan, mensyukuri setiap suapan, menjauhi sikap mubazir, dan gemar berbagi makanan.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga dapat dibawakan di masjid dengan jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 16 Oktober 2026 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 16 Oktober 2026 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor