Islam Memuliakan Setiap Anak
Khutbah Jumat 23 Juli 2027 ini mengangkat tema stop perundungan: Islam memuliakan setiap anak, bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Naskah berisi empat pesan: setiap anak manusia dimuliakan Allah, merendahkan dan menyakiti adalah dosa, teladan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada anak-anak, serta tanggung jawab bersama menghentikan perundungan. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang pemaaf juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Stop Perundungan: Islam Memuliakan Setiap Anak |
| Untuk Jumat | 23 Juli 2027 |
| Momentum | Hari Anak Nasional (23 Juli) |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 23 Juli 2027: Stop Perundungan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (الأحزاب: ٥٨)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar memperingatkan: orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Hari ini, 23 Juli, bangsa kita memperingati Hari Anak Nasional. Di balik keceriaan anak-anak, ada persoalan yang memprihatinkan: perundungan atau bullying. Ejekan, julukan yang merendahkan, pengucilan, kekerasan fisik, hingga perundungan di media sosial meninggalkan luka yang dalam, bahkan bisa terbawa seumur hidup. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, setiap anak manusia dimuliakan Allah
Allah Swt. berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik." (QS. Al-Isra': 70)
Allah memuliakan setiap manusia, apa pun rupa, warna kulit, kemampuan, dan latar belakang keluarganya. Tidak ada seorang anak pun yang pantas direndahkan karena fisiknya, kekurangannya, atau keadaan ekonomi orang tuanya.
Kedua, merendahkan dan menyakiti adalah dosa besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
"Cukuplah seseorang dianggap buruk jika ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
Perundungan merampas kehormatan seseorang. Sering kali ia dianggap sekadar candaan, padahal bagi korbannya bisa menimbulkan rasa takut, malu, kehilangan semangat belajar, hingga menarik diri dari pergaulan. Apa yang dianggap ringan oleh pelaku, bisa jadi sangat berat di sisi Allah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, teladan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada anak-anak
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu melayani Rasulullah ﷺ sejak kecil selama sepuluh tahun. Ia berkata: "Beliau tidak pernah sekali pun berkata 'ah' kepadaku, dan tidak pernah bertanya 'mengapa engkau melakukan ini' atau 'mengapa engkau tidak melakukan itu'." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ juga biasa menyapa adik Anas yang masih kecil dengan penuh kasih ketika burung peliharaannya mati: "Wahai Abu 'Umair, apa yang terjadi dengan burung kecilmu?" (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau memperhatikan perasaan seorang anak kecil, menghibur kesedihannya, dan memanggilnya dengan panggilan yang memuliakan.
Keempat, tanggung jawab bersama menghentikan perundungan
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)
Orang tua hendaknya mendengarkan cerita anak dan peka terhadap perubahan sikapnya, serta mengajarkan empati sejak dini. Guru dan pengurus lembaga pendidikan hendaknya menciptakan lingkungan yang aman. Ajarkan anak-anak kita untuk tidak menjadi pelaku, tidak diam menjadi penonton, dan berani membela temannya. Korban perlu didampingi, sedangkan pelaku perlu dibimbing agar menyadari kesalahannya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita hentikan perundungan dengan empat sikap: meyakini bahwa setiap anak dimuliakan Allah, menyadari bahwa merendahkan sesama adalah dosa, meneladani kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada anak-anak, serta memikul tanggung jawab bersama. Allah Swt. berfirman:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa': 9)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَرَّمَ بَنِي آدَمَ وَفَضَّلَهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَارْحَمُوا صِغَارَكُمْ، وَلَا يَحْقِرْ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا، وَاحْفَظْهُمْ مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَأَذًى.
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا رُحَمَاءَ بَيْنَنَا، وَطَهِّرْ أَلْسِنَتَنَا وَأَيْدِيَنَا مِنْ أَذَى عِبَادِكَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Pemaaf: Akhlak Mulia yang Menenangkan Jiwa KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 30 JULI 2027
Qana'ah: Kaya Hati di Tengah Gaya Hidup Konsumtif▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 23 Juli 2027
Apa tema khutbah Jumat 23 Juli 2027 ini?
Temanya adalah menghentikan perundungan karena Islam memuliakan setiap anak, dengan empat pesan: kemuliaan manusia, dosa merendahkan sesama, teladan Rasulullah ﷺ, dan tanggung jawab bersama.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 23 Juli 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 23 Juli 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
