Ciri Mukmin yang Dipercaya
Khutbah Jumat 28 Mei 2027 ini mengangkat tema menepati janji dan menjaga amanah sebagai ciri mukmin yang dipercaya, relevan dengan krisis kepercayaan dalam pergaulan dan pekerjaan. Naskah berisi empat pesan: amanah adalah tanda keimanan, ingkar janji adalah tanda kemunafikan, keteladanan Rasulullah ﷺ sebagai Al-Amin, serta amanah dalam setiap peran kehidupan. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang bangkit dan optimis juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Menepati Janji, Menjaga Amanah: Ciri Mukmin yang Dipercaya |
| Untuk Jumat | 28 Mei 2027 |
| Momentum | Krisis kepercayaan dalam pergaulan dan pekerjaan |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 28 Mei 2027: Menepati Janji, Menjaga Amanah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ (المائدة: ١)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar adalah seruan Allah kepada orang-orang beriman: wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji. Ayat ini pendek, tetapi maknanya luas, mencakup janji kepada Allah dan janji kepada sesama manusia.
Di zaman ini, kepercayaan menjadi sesuatu yang mahal. Janji mudah diucapkan namun mudah pula diingkari: utang yang tak kunjung dibayar, janji temu yang diabaikan, pekerjaan yang dikerjakan asal-asalan, hingga titipan yang tidak dijaga. Padahal, menepati janji dan menjaga amanah adalah ciri utama orang beriman. Marilah kita renungkan empat hal berikut.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, amanah adalah tanda keimanan
Allah Swt. menyebut sifat orang-orang beriman yang beruntung:
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
"Dan (sungguh beruntung) orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." (QS. Al-Mu'minun: 8)
Rasulullah ﷺ bahkan menegaskan dalam khutbahnya: "Tidak (sempurna) iman orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak (sempurna) agama orang yang tidak menepati janji." (HR. Ahmad). Iman dan amanah berasal dari akar kata yang sama, yakni rasa aman. Orang beriman adalah orang yang membuat sekitarnya merasa aman dan tenang karena ia dapat dipercaya.
Kedua, ingkar janji dan khianat adalah tanda kemunafikan
Rasulullah ﷺ bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
"Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi peringatan keras agar kita tidak meremehkan janji, sekecil apa pun. Jika suatu saat kita benar-benar terhalang untuk menepati janji, sampaikanlah dengan jujur dan segera, mintalah maaf, dan carilah jalan penggantinya. Itulah akhlak seorang muslim.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, keteladanan Rasulullah ﷺ sebagai Al-Amin
Jauh sebelum diangkat menjadi rasul, penduduk Makkah telah menjuluki Nabi Muhammad ﷺ dengan Al-Amin, orang yang terpercaya. Mereka menitipkan harta berharga kepada beliau. Bahkan ketika beliau hendak berhijrah dan nyawanya terancam, beliau tetap memerintahkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu untuk tinggal sementara di Makkah guna mengembalikan titipan-titipan itu kepada pemiliknya, padahal sebagian pemiliknya adalah orang-orang yang memusuhi beliau.
Inilah puncak amanah: menjaga hak orang lain dalam keadaan apa pun, bahkan kepada orang yang tidak kita sukai.
Keempat, amanah dalam setiap peran kehidupan
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jabatan adalah amanah, pekerjaan adalah amanah, keluarga adalah amanah, waktu dan kesehatan pun amanah. Seorang pegawai menjaga amanah dengan bekerja jujur dan tepat waktu. Seorang pedagang menjaga amanah dengan tidak mengurangi takaran. Orang tua menjaga amanah dengan mendidik anak-anaknya. Bahkan rahasia yang dititipkan kepada kita pun termasuk amanah yang wajib dijaga.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita menjadi pribadi yang dipercaya: memahami bahwa amanah adalah tanda keimanan, menjauhi ingkar janji dan khianat, meneladani Rasulullah ﷺ sang Al-Amin, serta menunaikan amanah dalam setiap peran kehidupan. Allah Swt. berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa': 58)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِأَدَاءِ الْأَمَانَاتِ وَالْوَفَاءِ بِالْعُهُودِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا، وَأَدُّوا الْأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكُمْ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ، وَنَسْأَلُكَ الصِّدْقَ فِي الْقَوْلِ وَالْوَفَاءَ بِالْوَعْدِ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Bangkit dan Optimis: Sikap Mukmin Menghadapi Kesulitan KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 4 JUNI 2027
Menyambut Tahun Baru Hijriah 1449: Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 28 Mei 2027
Apa tema khutbah Jumat 28 Mei 2027 ini?
Temanya adalah menepati janji dan menjaga amanah, dengan empat pesan: amanah tanda keimanan, ingkar janji tanda kemunafikan, teladan Rasulullah ﷺ sebagai Al-Amin, dan amanah dalam setiap peran.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 28 Mei 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 28 Mei 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
