Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 5 Maret 2027: Meraih Lailatul Qadar (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 5 MARET 2027
Meraih Lailatul Qadar

Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Khutbah Jumat 5 Maret 2027 ini mengangkat tema meraih Lailatul Qadar, disampaikan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan 1448 H. Naskah berisi empat pesan: keagungan Lailatul Qadar, kesungguhan Rasulullah ﷺ di sepuluh malam terakhir, doa yang diajarkan untuk Lailatul Qadar, serta menutup Ramadhan dengan sebaik-baiknya termasuk menunaikan zakat fitrah. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang al-qur'an, petunjuk dari langit juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMeraih Lailatul Qadar: Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Untuk Jumat5 Maret 2027
MomentumSepuluh malam terakhir Ramadhan 1448 H
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 5 Maret 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 5 Maret 2027: Meraih Lailatul Qadar

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ (الزمر: ١٠)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini, Allah menyediakan kebaikan, dan tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memperbanyak kebaikan selain hari-hari terakhir bulan Ramadhan ini.

Kita telah memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Tamu agung ini sebentar lagi akan pergi, dan kita tidak tahu apakah tahun depan masih dapat berjumpa dengannya. Di dalam sepuluh malam ini tersimpan satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Marilah kita renungkan empat pesan agar kita tidak melewatkannya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, keagungan Lailatul Qadar

Allah Swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1–5)

Seribu bulan sama dengan lebih dari delapan puluh tiga tahun, lebih panjang dari umur kebanyakan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, kesungguhan Rasulullah ﷺ di sepuluh malam terakhir

Aisyah radhiyallahu 'anha menggambarkan kesungguhan Rasulullah ﷺ:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Apabila telah masuk sepuluh (malam terakhir Ramadhan), Nabi ﷺ mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ memerintahkan kita mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan (HR. Bukhari). Beliau juga senantiasa beri'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir hingga akhir hayatnya (HR. Bukhari dan Muslim). Maka hidupkanlah setiap malam yang tersisa dengan shalat, tilawah, dzikir, dan doa. Bagi yang mampu, luangkan waktu untuk beri'tikaf di masjid.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, doa yang diajarkan untuk Lailatul Qadar

Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, apa yang sebaiknya ia ucapkan jika mendapati Lailatul Qadar. Beliau mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi)

Doa ini sangat dalam maknanya. Al-'afwu berarti menghapus dosa hingga tidak berbekas. Pada malam yang paling mulia, yang paling kita butuhkan bukanlah dunia, melainkan ampunan Allah. Perbanyaklah doa ini di setiap malam yang tersisa.

Keempat, menutup Ramadhan dengan sebaik-baiknya

Jangan biarkan kesibukan menjelang Lebaran, seperti berbelanja, menyiapkan hidangan, dan perjalanan mudik, menghabiskan malam-malam terbaik Ramadhan. Tunaikanlah zakat fitrah tepat waktu, karena Rasulullah ﷺ memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat Id (HR. Bukhari dan Muslim). Ingatlah bahwa penilaian amal bergantung pada akhirnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada penutupnya." (HR. Bukhari)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita sadari keagungan Lailatul Qadar, teladani kesungguhan Rasulullah ﷺ, perbanyak doa memohon ampunan, dan tutup Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Allah sangat dekat dan selalu mengabulkan doa hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam rangkaian ayat-ayat puasa:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، وَأَنْزَلَ فِيهَا الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاجْتَهِدُوا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، وَتَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَأَخْرِجُوا زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِينَ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْنَا فِيهَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا رَمَضَانَ بِالْمَغْفِرَةِ وَالْعِتْقِ مِنَ النَّارِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_5_Maret_2027_Meraih_Lailatul_Qadar.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari QS. Al-Qadr dan hadis sahih tentang kesungguhan Rasulullah ﷺ, i'tikaf, dan doa Lailatul Qadar.
✔Tidak menetapkan tanggal pasti Lailatul Qadar dan tidak membahas bentuk zakat fitrah yang diperselisihkan.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa ampunan, doa meraih Lailatul Qadar, dan doa penutup Ramadhan.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Ajak jamaah menghafal doa Lailatul Qadar bersama-sama setelah khutbah.
3Khatib dapat mengumumkan program i'tikaf atau qiyamul lail di masjid setempat.
4Ingatkan batas waktu penyaluran zakat fitrah sesuai ketentuan panitia di lingkungan masing-masing.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 26 FEBRUARI 2027
Al-Qur'an, Petunjuk dari Langit: Menghidupkan Ramadhan dengan Tilawah dan Tadabbur
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 12 MARET 2027
Istiqamah Setelah Ramadhan: Menjaga Amal dan Puasa Syawal
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 5 Maret 2027

Apa tema khutbah Jumat 5 Maret 2027 ini?

Temanya adalah meraih Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, dengan empat pesan: keagungan Lailatul Qadar, kesungguhan Rasulullah ﷺ, doa Lailatul Qadar, dan menutup Ramadhan dengan baik.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah hanya membahas hal yang disepakati, tanpa menetapkan tanggal pasti Lailatul Qadar dan tanpa membahas perbedaan bentuk zakat fitrah.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 5 Maret 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 5 Maret 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor