Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 17 September 2027: Husnul Khatimah, Mempersiapkan Akhir yang Baik

 

KHUTBAH JUMAT • 17 SEPTEMBER 2027
Husnul Khatimah

Mempersiapkan Akhir yang Baik

Khutbah Jumat 17 September 2027 ini mengangkat tema husnul khatimah: mempersiapkan akhir yang baik, sebagai bahan muhasabah tentang kematian. Naskah berisi empat pesan: kematian itu pasti dan waktunya rahasia, amal ditentukan oleh akhirnya, memperbanyak mengingat kematian, serta mempersiapkan bekal sejak sekarang. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an, hadis, dan nasihat Abdullah bin Umar.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang menjaga lisan juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulHusnul Khatimah: Mempersiapkan Akhir yang Baik
Untuk Jumat17 September 2027
MomentumMuhasabah dan kesadaran akan kematian
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 17 September 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 17 September 2027: Husnul Khatimah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (آل عمران: ١٠٢)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar berpesan: wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Setiap pekan kita mendengar kabar duka: tetangga, kerabat, sahabat, bahkan orang yang masih muda dan tampak sehat dipanggil oleh Allah. Kabar-kabar itu adalah nasihat tanpa kata, bahwa giliran kita pasti tiba. Yang menjadi pertanyaan bukan kapan kita mati, tetapi dalam keadaan apa kita mengakhiri hidup. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, kematian itu pasti dan waktunya rahasia

Allah Swt. berfirman:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, ia pasti menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Jumu'ah: 8)

Allah juga menegaskan bahwa tidak seorang pun mengetahui di bumi mana ia akan mati (QS. Luqman: 34). Kematian tidak menunggu kita tua, tidak menunggu kita siap, dan tidak menunggu taubat kita selesai.

Kedua, amal ditentukan oleh akhirnya

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amal itu tergantung pada penutupnya (HR. Bukhari). Beliau juga bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ. فَقِيلَ: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Allah akan menjadikannya beramal." Ditanyakan: "Bagaimana Allah menjadikannya beramal, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Allah memberinya taufik untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya." (HR. Tirmidzi)

Inilah husnul khatimah: wafat dalam keadaan taat, lisan basah dengan kalimat tauhid, dan hati ridha kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa akhir ucapannya adalah lā ilāha illallāh, ia akan masuk surga." (HR. Abu Dawud)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, memperbanyak mengingat kematian

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (yaitu kematian)." (HR. Tirmidzi)

Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut dan murung, tetapi agar kita bijak menggunakan waktu. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berpesan: "Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore. Gunakan masa sehatmu sebelum sakitmu, dan masa hidupmu sebelum matimu." (HR. Bukhari)

Keempat, mempersiapkan bekal sejak sekarang

Husnul khatimah bukan kebetulan, melainkan buah dari kebiasaan. Siapa yang hidup dalam suatu kebiasaan, besar kemungkinan ia akan wafat dalam kebiasaan itu. Maka jagalah shalat lima waktu, segeralah bertaubat dan jangan menunda, tunaikan utang dan kembalikan hak orang lain, minta maaflah kepada orang yang pernah kita sakiti, dan perbanyaklah amal jariyah. Jangan tunda kebaikan hari ini dengan alasan masih ada hari esok.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita persiapkan akhir yang baik: menyadari bahwa kematian pasti dan waktunya rahasia, meyakini bahwa amal ditentukan oleh akhirnya, memperbanyak mengingat kematian, serta mempersiapkan bekal sejak sekarang. Semoga kita termasuk jiwa yang dipanggil dengan panggilan termulia:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً ۝ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ۝ وَادْخُلِي جَنَّتِي

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27–30)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَتَزَوَّدُوا لِيَوْمِ الرَّحِيلِ، وَأَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ.

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ.

اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَاجْعَلْ قُبُورَنَا رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_17_September_2027_Husnul_Khatimah.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis tentang kepastian kematian, husnul khatimah, dan keutamaan mengingat mati.
✔Dilengkapi nasihat Abdullah bin Umar tentang memanfaatkan waktu sebelum terlambat.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa husnul khatimah dan kemudahan saat sakaratul maut.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Sampaikan dengan nada lembut dan penuh harap, bukan menakut-nakuti, agar jamaah termotivasi beramal.
3Khatib dapat mengajak jamaah mendoakan saudara-saudara yang telah wafat di lingkungan setempat.
4Poin keempat dapat ditutup dengan ajakan konkret, misalnya segera melunasi utang atau meminta maaf.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 10 SEPTEMBER 2027
Menjaga Lisan: Berkata Baik atau Diam
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 24 SEPTEMBER 2027
Bahaya Judi Online: Jalan Pintas Menuju Kehancuran
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 17 September 2027

Apa tema khutbah Jumat 17 September 2027 ini?

Temanya adalah husnul khatimah, dengan empat pesan: kematian pasti dan waktunya rahasia, amal ditentukan oleh akhirnya, memperbanyak mengingat mati, dan mempersiapkan bekal sejak sekarang.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 17 September 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 17 September 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor