Berkata Baik atau Diam
Khutbah Jumat 10 September 2027 ini mengangkat tema menjaga lisan: berkata baik atau diam, sebuah akhlak sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Naskah berisi empat pesan: satu kalimat bisa mengangkat atau menjatuhkan, lisan bisa menjadi sebab celaka, menjauhi ghibah dan fitnah, serta menjadikan lisan ladang pahala. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang dzikir penenang hati di tengah kesibukan juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Menjaga Lisan: Berkata Baik atau Diam |
| Untuk Jumat | 10 September 2027 |
| Momentum | Akhlak sosial sehari-hari |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 10 September 2027: Menjaga Lisan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (ق: ١٨)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar mengingatkan: tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).
Lisan adalah nikmat yang besar, tetapi juga amanah yang berat. Dengan lisan kita berdzikir, mengajar, dan mendamaikan; dengan lisan pula orang bisa menyakiti, memfitnah, dan memecah belah. Dalam keseharian, banyak pertengkaran keluarga, retaknya pertemanan, hingga permusuhan antarwarga berawal dari ucapan yang tidak dijaga. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, satu kalimat bisa mengangkat atau menjatuhkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang diridhai Allah tanpa ia pikirkan, lalu Allah mengangkat derajatnya karenanya. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia pikirkan, lalu ia terjerumus ke dalam neraka karenanya." (HR. Bukhari)
Karena itu Rasulullah ﷺ berpesan agar orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkata baik atau diam. Sebelum berbicara, timbanglah: apakah ucapan ini benar, apakah bermanfaat, dan apakah tidak menyakiti?
Kedua, lisan bisa menjadi sebab celaka
Ketika Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu bertanya apakah kita akan dihukum karena ucapan kita, Rasulullah ﷺ menjawab:
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
"Bukankah tidak ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka di atas wajah mereka melainkan hasil dari lisan mereka?" (HR. Tirmidzi)
Dusta, sumpah palsu, mencaci, mengadu domba, dan ucapan kasar adalah buah lisan yang buruk. Semua itu tercatat dan akan dipertanggungjawabkan, meskipun diucapkan sambil bercanda.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, menjauhi ghibah dan fitnah
Allah Swt. berfirman:
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ghibah adalah menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak sukai. Jika yang disebut itu benar, itulah ghibah; jika tidak benar, itu adalah fitnah (HR. Muslim). Majelis obrolan, warung kopi, dan grup percakapan sering menjadi tempat ghibah tanpa disadari. Jika mendengarnya, alihkan pembicaraan atau ingatkan dengan santun.
Keempat, jadikan lisan ladang pahala
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
"Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), aku menjamin surga untuknya." (HR. Bukhari)
Lisan yang terjaga bukan hanya lisan yang diam dari keburukan, tetapi juga lisan yang aktif dalam kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kalimat yang baik adalah sedekah (HR. Bukhari dan Muslim). Ucapan terima kasih, permintaan maaf, kata-kata penyemangat, nasihat yang santun, dan salam adalah sedekah lisan yang mudah dan besar pahalanya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita jaga lisan kita: menyadari bahwa satu kalimat bisa mengangkat atau menjatuhkan, waspada bahwa lisan bisa menjadi sebab celaka, menjauhi ghibah dan fitnah, serta menjadikan lisan sebagai ladang pahala. Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu." (QS. Al-Ahzab: 70–71)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ عَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ، وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ أَسْمَاعِنَا، وَمِنْ شَرِّ أَبْصَارِنَا، وَمِنْ شَرِّ أَلْسِنَتِنَا، وَمِنْ شَرِّ قُلُوبِنَا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا رَطْبَةً بِذِكْرِكَ، وَاجْعَلْ كَلَامَنَا صِدْقًا وَخَيْرًا.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Dzikir Penenang Hati di Tengah Kesibukan KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 17 SEPTEMBER 2027
Husnul Khatimah: Mempersiapkan Akhir yang Baik▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 10 September 2027
Apa tema khutbah Jumat 10 September 2027 ini?
Temanya adalah menjaga lisan, dengan empat pesan: satu kalimat bisa mengangkat atau menjatuhkan, lisan sebab celaka, menjauhi ghibah dan fitnah, serta menjadikan lisan ladang pahala.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 10 September 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 10 September 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
.png)