Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 18 Juni 2027: Menjaga Bumi, Amanah dari Allah

 

KHUTBAH JUMAT • 18 JUNI 2027
Menjaga Bumi, Amanah dari Allah

Tanggung Jawab Muslim terhadap Lingkungan

Khutbah Jumat 18 Juni 2027 ini mengangkat tema menjaga bumi sebagai amanah dari Allah, bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Naskah berisi empat pesan: manusia sebagai khalifah pemakmur bumi, larangan membuat kerusakan, menanam pohon sebagai sedekah jariyah, serta hidup hemat dan bersih. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang hikmah asyura juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMenjaga Bumi, Amanah dari Allah: Tanggung Jawab Muslim terhadap Lingkungan
Untuk Jumat18 Juni 2027
MomentumHari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni)
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 18 Juni 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 18 Juni 2027: Menjaga Bumi, Amanah dari Allah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (الروم: ٤١)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar berbunyi: telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).

Bulan ini dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup. Kita menyaksikan sendiri tanda-tanda yang disebut ayat tersebut: banjir, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, sungai yang tercemar, dan sampah yang menumpuk. Islam memandang bumi sebagai amanah yang harus dijaga. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, manusia sebagai khalifah pemakmur bumi

Allah Swt. berfirman:

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

"Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya." (QS. Hud: 61)

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30). Khalifah bukan pemilik yang bebas berbuat sesuka hati, melainkan pengelola yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Air, tanah, hutan, dan udara adalah titipan Allah, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita.

Kedua, larangan membuat kerusakan di bumi

Allah Swt. berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A'raf: 56)

Membuang sampah ke sungai, membakar lahan sembarangan, menebang pohon tanpa menanam kembali, dan mencemari air adalah bentuk kerusakan yang dampaknya menimpa banyak orang. Rasulullah ﷺ bahkan melarang buang air kecil di air yang tergenang (HR. Muslim), sebuah pelajaran agar kita tidak mencemari sumber air yang dibutuhkan orang lain.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, menanam pohon sebagai sedekah jariyah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit pohon kurma, maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya." (HR. Ahmad). Betapa Islam sangat menghargai upaya menghijaukan bumi, hingga detik terakhir sekalipun.

Keempat, hemat dan bersih dalam keseharian

Menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil. Rasulullah ﷺ berwudhu dengan satu mud air, yakni sekitar dua genggam tangan, dan mandi dengan satu sha' hingga lima mud (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau mengajarkan hemat air bahkan untuk ibadah. Beliau juga bersabda: "Bersuci adalah separuh dari iman." (HR. Muslim). Kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian dari keimanan kita.

Mari kita mulai dari rumah dan masjid kita: tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, serta merawat pohon di sekitar kita.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jaga bumi ini sebagai amanah: menyadari peran kita sebagai khalifah, menjauhi segala bentuk kerusakan, menanam pohon sebagai sedekah jariyah, serta hidup hemat dan bersih. Allah Swt. berfirman:

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

"Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الْإِنْسَانَ فِيهَا خَلِيفَةً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَصْلِحُوا فِي الْأَرْضِ وَلَا تُفْسِدُوا فِيهَا بَعْدَ إِصْلَاحِهَا.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْضِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَائِنَا وَثِمَارِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُصْلِحِينَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْسِدِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَيَضَانَاتِ وَالْحَرَائِقَ.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_18_Juni_2027_Menjaga_Bumi_Amanah_dari_Allah.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang khalifah di bumi, larangan merusak, menanam pohon, dan hemat air.
✔Relevan dengan masalah nyata seperti banjir, kebakaran lahan, kabut asap, dan sampah.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa keberkahan bumi dan perlindungan dari bencana.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Khatib dapat menyebut masalah lingkungan yang paling dekat dengan jamaah, misalnya sampah, banjir, atau kabut asap.
3Takmir dapat menindaklanjuti khutbah dengan kegiatan menanam pohon atau kerja bakti di lingkungan masjid.
4Jika disampaikan jauh dari bulan Juni, kalimat tentang Hari Lingkungan Hidup dapat diringkas.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 11 JUNI 2027
Hikmah Asyura: Syukur atas Pertolongan Allah kepada Nabi Musa
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 25 JUNI 2027
Menjauhi Narkoba, Menyelamatkan Generasi
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 18 Juni 2027

Apa tema khutbah Jumat 18 Juni 2027 ini?

Temanya adalah menjaga bumi sebagai amanah dari Allah, dengan empat pesan: manusia sebagai khalifah, larangan merusak bumi, menanam pohon sebagai sedekah jariyah, serta hidup hemat dan bersih.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 18 Juni 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 18 Juni 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor