Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 19 Februari 2027: Ramadhan Bulan Berbagi (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 19 FEBRUARI 2027
Ramadhan Bulan Berbagi

Indahnya Sedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa

Khutbah Jumat 19 Februari 2027 ini mengangkat tema Ramadhan bulan berbagi, disampaikan pada pertengahan Ramadhan 1448 H. Naskah berisi empat pesan: meneladani kedermawanan Rasulullah ﷺ, pahala memberi makan orang yang berbuka, sedekah tidak mengurangi harta, serta peduli kepada sekitar dan menunaikan zakat. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi kisah sedekah Abu Bakar dan Umar.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang puasa yang membentuk takwa juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulRamadhan Bulan Berbagi: Indahnya Sedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa
Untuk Jumat19 Februari 2027
MomentumPertengahan Ramadhan 1448 H
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 19 Februari 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 19 Februari 2027: Ramadhan Bulan Berbagi

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ ۝ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ۝ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ (الليل: ٥–٧)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Allah menjanjikan kemudahan bagi orang yang gemar memberi, bertakwa, dan membenarkan balasan terbaik dari-Nya. Memberi dan bertakwa adalah dua hal yang berjalan bersama.

Kita kini telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Selain bulan puasa dan bulan Al-Qur'an, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan berbagi. Di bulan ini, kepedulian kita kepada sesama diuji dan dilatih. Marilah kita renungkan empat pesan tentang indahnya berbagi di bulan Ramadhan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, meneladani kedermawanan Rasulullah ﷺ

Sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

"Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)

Dalam lanjutan riwayat itu, Ibnu Abbas menggambarkan bahwa kedermawanan Rasulullah ﷺ di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus, cepat dan merata kepada siapa saja. Beliau memberi tanpa takut miskin.

Kedua, pahala memberi makan orang yang berbuka

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR. Tirmidzi)

Betapa mudahnya pintu pahala ini. Tidak harus hidangan mewah; segelas air, sebutir kurma, atau sebungkus nasi untuk tetangga, pekerja, pengemudi ojek, atau jamaah masjid sudah menjadi jalan untuk mendapatkan pahala puasa berlipat.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, sedekah tidak pernah mengurangi harta

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)

Para sahabat memahami hal ini dengan sangat baik. Ketika Rasulullah ﷺ menganjurkan sedekah, Umar bin Khattab datang membawa separuh hartanya, dan ia berharap dapat mengungguli Abu Bakar. Namun Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Ketika ditanya apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya, Abu Bakar menjawab: "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Kita mungkin tidak mampu seperti mereka, tetapi kita mampu memulai dengan apa yang ada.

Keempat, peduli kepada sekitar dan menunaikan zakat

Mari kita perhatikan orang-orang di sekitar kita: tetangga yang kekurangan, anak yatim, para lansia yang hidup sendiri, dan pekerja yang penghasilannya pas-pasan. Jangan sampai kita sibuk berbuka dengan hidangan berlimpah, sementara tetangga kita berbuka seadanya.

Di penghujung Ramadhan nanti, kita juga diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa zakat fitrah adalah pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, sekaligus makanan bagi orang-orang miskin (HR. Abu Dawud). Bagi yang hartanya telah mencapai nisab, tunaikan pula zakat mal. Salurkanlah melalui amil yang amanah di lingkungan kita.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita teladani kedermawanan Rasulullah ﷺ, raih pahala memberi makan orang yang berpuasa, yakini bahwa sedekah tidak mengurangi harta, dan pedulilah kepada sekitar serta tunaikan zakat. Allah akan melipatgandakan setiap harta yang kita infakkan, sebagaimana firman-Nya:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِنْفَاقَ سَبَبًا لِلْبَرَكَةِ وَالنَّمَاءِ، وَوَعَدَ الْمُنْفِقِينَ بِالْخَلَفِ وَالْجَزَاءِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ، وَأَطْعِمُوا الصَّائِمِينَ، وَأَدُّوا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ طَيِّبَةً بِهَا نُفُوسُكُمْ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَبَارِكْ لَهُ فِي مَالِهِ وَأَهْلِهِ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صَدَقَاتِنَا وَزَكَوَاتِنَا، وَاجْعَلْهَا طُهْرَةً لِأَمْوَالِنَا وَنُفُوسِنَا.

اللَّهُمَّ قِنَا شُحَّ أَنْفُسِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُفْلِحِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_19_Februari_2027_Ramadhan_Bulan_Berbagi.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang kedermawanan, memberi makan orang berpuasa, dan zakat fitrah.
✔Membahas kewajiban zakat fitrah tanpa menyinggung perbedaan bentuk penunaiannya.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa keberkahan bagi orang yang berinfak dan dijauhkan dari sifat kikir.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Khatib dapat mengumumkan program berbagi takjil atau santunan Ramadhan yang ada di masjid setempat.
3Kisah Abu Bakar dan Umar akan lebih hidup jika diberi jeda sebelum jawaban Abu Bakar.
4Untuk teknis zakat fitrah, arahkan jamaah kepada panitia atau amil zakat di lingkungan masing-masing.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 12 FEBRUARI 2027
Puasa yang Membentuk Takwa: Menjaga Lisan dan Hati
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 26 FEBRUARI 2027
Al-Qur'an, Petunjuk dari Langit: Menghidupkan Ramadhan dengan Tilawah dan Tadabbur
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 19 Februari 2027

Apa tema khutbah Jumat 19 Februari 2027 ini?

Temanya adalah Ramadhan bulan berbagi, dengan empat pesan: kedermawanan Rasulullah ﷺ, pahala memberi makan orang berbuka, sedekah tidak mengurangi harta, serta peduli sekitar dan menunaikan zakat.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah membahas sedekah dan kewajiban zakat yang disepakati, tanpa menyinggung perbedaan pendapat tentang bentuk zakat fitrah.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 19 Februari 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 19 Februari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor