Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 12 Februari 2027: Puasa yang Membentuk Takwa (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 12 FEBRUARI 2027
Puasa yang Membentuk Takwa

Menjaga Lisan dan Hati

Khutbah Jumat 12 Februari 2027 ini mengangkat tema puasa yang membentuk takwa, disampaikan pada pekan pertama Ramadhan 1448 H. Naskah berisi empat pesan: puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, puasa sebagai perisai, puasanya seluruh anggota badan, serta puasa sebagai latihan keikhlasan dan rasa diawasi Allah. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi pesan sahabat Jabir bin Abdullah.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang marhaban ya ramadhan juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulPuasa yang Membentuk Takwa: Menjaga Lisan dan Hati
Untuk Jumat12 Februari 2027
MomentumPekan pertama Ramadhan 1448 H
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 12 Februari 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 12 Februari 2027: Puasa yang Membentuk Takwa

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (النحل: ١٢٨)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. Di bulan Ramadhan ini, Allah membuka pintu takwa selebar-lebarnya bagi kita.

Alhamdulillah, kita telah menjalani hari-hari pertama Ramadhan. Kita telah merasakan lapar dan haus sejak fajar hingga matahari terbenam. Namun pertanyaannya, apakah puasa kita sudah membentuk takwa, atau baru sebatas menahan lapar dan haus? Marilah kita renungkan empat pesan tentang puasa yang sesungguhnya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. Bukhari)

Beliau juga mengingatkan bahwa betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang ia dapatkan dari puasanya hanyalah lapar dan haus (HR. Ibnu Majah dan Ahmad). Puasa yang benar menahan bukan hanya perut, tetapi juga lisan dan perbuatan dari segala yang dimurkai Allah.

Kedua, puasa adalah perisai

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

"Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan janganlah berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika lapar, emosi sering kali lebih mudah tersulut, di jalan raya, di pasar, bahkan di rumah. Justru di situlah puasa melatih kita. Kalimat "aku sedang berpuasa" adalah pengingat bagi diri sendiri untuk menahan amarah dan membalas keburukan dengan kesabaran.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, puasanya seluruh anggota badan

Sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu berpesan: "Jika engkau berpuasa, hendaklah berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari dusta dan dosa. Tinggalkanlah menyakiti tetangga. Hendaklah engkau tenang dan berwibawa pada hari puasamu, dan janganlah engkau jadikan hari puasamu sama dengan hari ketika engkau tidak berpuasa."

Di zaman sekarang, puasa anggota badan juga berarti menjaga jari dan mata di depan layar: tidak menonton yang haram, tidak menggunjing lewat grup percakapan, dan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas. Biarlah gawai di bulan Ramadhan lebih banyak kita gunakan untuk membaca Al-Qur'an dan mendengarkan ilmu.

Keempat, puasa melatih keikhlasan dan merasa diawasi Allah

Allah berfirman dalam hadis qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

"Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Tuhannya. Ketika sendirian, kita bisa saja makan dan minum tanpa diketahui siapa pun, tetapi kita tidak melakukannya karena yakin Allah melihat. Inilah latihan muraqabah, merasa selalu diawasi Allah. Jika rasa ini kita bawa keluar dari Ramadhan, kita akan menjadi pribadi yang jujur di mana pun berada.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan puasa kita lebih dari sekadar menahan lapar dan haus: jaga lisan dan perbuatan, jadikan puasa sebagai perisai dari amarah, puasakan seluruh anggota badan, dan latih keikhlasan serta rasa diawasi Allah. Itulah jalan menuju keberuntungan sejati, sebagaimana firman Allah:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ ۝ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri, dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat." (QS. Al-A'la: 14–15)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الصِّيَامَ جُنَّةً، وَسَبِيلًا إِلَى التَّقْوَى وَالْجَنَّةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَصُونُوا صِيَامَكُمْ عَنِ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَاحْفَظُوا أَسْمَاعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَأَلْسِنَتَكُمْ مِمَّا لَا يُرْضِي اللَّهَ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَلَا تَجْعَلْ حَظَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، فَغَفَرْتَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

اللَّهُمَّ اهْدِنَا لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا، لَا يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_12_Februari_2027_Puasa_yang_Membentuk_Takwa.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari hadis sahih tentang hakikat puasa, dilengkapi pesan sahabat Jabir bin Abdullah tentang puasanya anggota badan.
✔Relevan dengan tantangan puasa masa kini: menahan emosi dan menjaga penggunaan gawai.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa diterimanya puasa dan dihiasi akhlak terbaik.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Bagian puasa sebagai perisai dapat dikaitkan dengan situasi sehari-hari jamaah, misalnya di jalan atau di pasar menjelang berbuka.
3Pesan sahabat Jabir bin Abdullah cukup panjang; bacakan perlahan agar setiap bagiannya dapat dicerna.
4Khatib dapat mengajak jamaah menjadikan gawai sebagai sarana tilawah selama Ramadhan.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 5 FEBRUARI 2027
Marhaban ya Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Kesiapan
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 19 FEBRUARI 2027
Ramadhan Bulan Berbagi: Indahnya Sedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 12 Februari 2027

Apa tema khutbah Jumat 12 Februari 2027 ini?

Temanya adalah puasa yang membentuk takwa, dengan empat pesan: puasa bukan sekadar lapar dan haus, puasa sebagai perisai, puasanya anggota badan, dan puasa melatih keikhlasan.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 12 Februari 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 12 Februari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor