Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 2 Juli 2027: Menyambut Tahun Ajaran Baru, Kemuliaan Menuntut Ilmu

 

KHUTBAH JUMAT • 2 JULI 2027
Menyambut Tahun Ajaran Baru

Kemuliaan Menuntut Ilmu

Khutbah Jumat 2 Juli 2027 ini mengangkat tema menyambut tahun ajaran baru: kemuliaan menuntut ilmu, disampaikan pada awal tahun ajaran 2027/2028. Naskah berisi empat pesan: menuntut ilmu adalah jalan menuju surga, adab sebelum ilmu, kesungguhan dan kesabaran, serta peran orang tua sebagai pendidik pertama. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an, hadis sahih, kisah Imam Malik, dan syair Imam Asy-Syafi'i.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang menjauhi narkoba, menyelamatkan generasi juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMenyambut Tahun Ajaran Baru: Kemuliaan Menuntut Ilmu
Untuk Jumat2 Juli 2027
MomentumAwal Tahun Ajaran 2027/2028
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 2 Juli 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 2 Juli 2027: Menyambut Tahun Ajaran Baru

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (المجادلة: ١١)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar menegaskan: niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dalam beberapa pekan ini, anak-anak kita memulai tahun ajaran baru. Ada yang baru masuk sekolah, madrasah, atau pesantren; ada yang naik kelas; ada pula yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Inilah saat yang tepat untuk menata kembali niat dan semangat menuntut ilmu, baik bagi para pelajar maupun bagi kita para orang tua. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, menuntut ilmu adalah jalan menuju surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Setiap langkah anak kita menuju sekolah, madrasah, dan pesantren, jika diniatkan karena Allah, adalah langkah menuju surga. Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan mereka adalah investasi akhirat yang tidak akan sia-sia.

Kedua, adab sebelum ilmu

Imam Malik bin Anas rahimahullah bercerita bahwa ketika masih kecil, ibunya memakaikan pakaian terbaik dan sorban kepadanya, lalu berpesan: "Pergilah kepada Rabi'ah, pelajarilah adabnya sebelum ilmunya." Pesan seorang ibu inilah yang kelak mengantarkan putranya menjadi imam besar kota Madinah.

Ilmu tanpa adab bagaikan pohon tanpa buah. Ajarkan anak-anak kita untuk meluruskan niat, menghormati guru, menjaga sopan santun kepada teman, dan menjauhi kecurangan dalam belajar. Ilmu yang berkah lahir dari hati yang bersih dan sikap yang santun.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, kesungguhan dan kesabaran

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah bersyair:

أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ ۝ سَأُنْبِيكَ عَنْ تَفْصِيلِهَا بِبَيَانِ ۝ ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَبُلْغَةٌ ۝ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُولُ زَمَانِ

"Saudaraku, engkau tidak akan meraih ilmu kecuali dengan enam perkara, akan aku jelaskan rinciannya kepadamu: kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal, bimbingan guru, dan waktu yang panjang." (Diwan Imam Asy-Syafi'i)

Menuntut ilmu membutuhkan proses. Tidak ada yang pandai dalam semalam. Di era serba instan ini, anak-anak perlu diajarkan bahwa kegagalan dalam satu ujian bukan akhir segalanya, dan bahwa ilmu diraih dengan ketekunan, bimbingan guru, serta kesabaran.

Keempat, peran orang tua sebagai pendidik pertama

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam lanjutan hadis ini, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang tualah yang paling besar pengaruhnya dalam membentuk arah hidup anak. Sekolah dan madrasah adalah mitra, bukan pengganti peran orang tua. Dampingilah anak belajar, tanyakan kabar sekolahnya, jalin komunikasi yang baik dengan gurunya, berikan teladan dalam ibadah dan akhlak, dan jangan lupa selalu mendoakannya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita sambut tahun ajaran baru dengan empat bekal: meyakini bahwa menuntut ilmu adalah jalan menuju surga, menanamkan adab sebelum ilmu, membiasakan kesungguhan dan kesabaran, serta menjalankan peran orang tua sebagai pendidik pertama. Dan marilah kita senantiasa memanjatkan doa yang Allah ajarkan:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

"Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu." (QS. Thaha: 114)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاطْلُبُوا الْعِلْمَ النَّافِعَ، وَأَحْسِنُوا تَرْبِيَةَ أَوْلَادِكُمْ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_2_Juli_2027_Kemuliaan_Menuntut_Ilmu.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang keutamaan ilmu dan peran orang tua dalam pendidikan anak.
✔Dilengkapi kisah Imam Malik dan ibunya serta syair enam syarat ilmu dari Imam Asy-Syafi'i.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa ilmu yang bermanfaat dan keturunan yang saleh.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Khatib dapat menyapa langsung para pelajar dan orang tua yang hadir agar pesan lebih terasa.
3Kisah Imam Malik dan ibunya akan lebih menyentuh jika disampaikan dengan gaya bercerita.
4Sesuaikan penyebutan tahun ajaran dengan kalender pendidikan setempat.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 25 JUNI 2027
Menjauhi Narkoba, Menyelamatkan Generasi
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 9 JULI 2027
Tolong-Menolong dalam Kebaikan: Membangun Ekonomi yang Berkah
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 2 Juli 2027

Apa tema khutbah Jumat 2 Juli 2027 ini?

Temanya adalah menyambut tahun ajaran baru dengan semangat menuntut ilmu, berisi empat pesan: ilmu jalan menuju surga, adab sebelum ilmu, kesungguhan dan kesabaran, serta peran orang tua.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 2 Juli 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 2 Juli 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor