Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 9 Juli 2027: Tolong-Menolong dalam Kebaikan, Membangun Ekonomi yang Berkah

 

KHUTBAH JUMAT • 9 JULI 2027
Tolong-Menolong dalam Kebaikan

Membangun Ekonomi yang Berkah

Khutbah Jumat 9 Juli 2027 ini mengangkat tema tolong-menolong dalam kebaikan: membangun ekonomi yang berkah, bertepatan dengan momentum Hari Koperasi Indonesia. Naskah berisi empat pesan: tolong-menolong sebagai fondasi masyarakat beriman, teladan persaudaraan Muhajirin dan Anshar, kejujuran sebagai kunci keberkahan usaha, serta memudahkan urusan sesama. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang menyambut tahun ajaran baru juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulTolong-Menolong dalam Kebaikan: Membangun Ekonomi yang Berkah
Untuk Jumat9 Juli 2027
MomentumHari Koperasi Indonesia (12 Juli)
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 9 Juli 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 9 Juli 2027: Tolong-Menolong dalam Kebaikan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (المائدة: ٢)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar memerintahkan: tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya.

Setiap 12 Juli, bangsa kita memperingati Hari Koperasi, sebuah gerakan ekonomi yang dibangun di atas semangat kebersamaan dan gotong royong. Semangat ini sejalan dengan ajaran Islam tentang ta'awun, tolong-menolong dalam kebaikan. Di tengah himpitan ekonomi yang dirasakan banyak keluarga, marilah kita renungkan empat pesan berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, tolong-menolong adalah fondasi masyarakat beriman

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

"Seorang mukmin bagi mukmin lainnya bagaikan bangunan, yang sebagiannya menguatkan sebagian yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bangunan yang kokoh tidak berdiri di atas satu batu, tetapi dari banyak batu yang saling menopang. Demikian pula masyarakat: yang kuat membantu yang lemah, yang berlebih berbagi dengan yang kekurangan, dan yang berilmu membimbing yang belum tahu.

Kedua, teladan persaudaraan Muhajirin dan Anshar

Ketika kaum Muhajirin tiba di Madinah tanpa harta, Rasulullah ﷺ mempersaudarakan mereka dengan kaum Anshar. Sa'ad bin Rabi' radhiyallahu 'anhu dari Anshar menawarkan separuh hartanya kepada saudaranya, Abdurrahman bin 'Auf radhiyallahu 'anhu. Namun Abdurrahman menjawab: "Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku di mana pasar." (HR. Bukhari)

Kisah ini mengajarkan dua hal sekaligus: kemurahan hati orang yang memberi dan kehormatan diri orang yang menerima. Tolong-menolong yang terbaik adalah yang membuat saudara kita mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Dengan modal kejujuran dan kerja keras, Abdurrahman bin 'Auf kemudian menjadi salah satu sahabat yang paling dermawan.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, kejujuran sebagai kunci keberkahan usaha

Rasulullah ﷺ bersabda:

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الْأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

"Pedagang yang jujur lagi terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada." (HR. Tirmidzi)

Sebaliknya, Allah mengancam orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan: "Celakalah bagi orang-orang yang curang." (QS. Al-Muthaffifin: 1). Usaha bersama, baik koperasi, kelompok tani, maupun arisan dan simpan pinjam warga, hanya akan bertahan jika dikelola dengan jujur, terbuka, dan amanah.

Keempat, memudahkan urusan sesama

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Barangsiapa melepaskan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)

Termasuk memudahkan adalah memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar utang, sebagaimana firman Allah: "Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan." (QS. Al-Baqarah: 280). Membeli dagangan tetangga, memberi pekerjaan kepada yang membutuhkan, dan berbagi informasi peluang usaha juga termasuk tolong-menolong dalam kebaikan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita bangun ekonomi yang berkah dengan empat sikap: menjadikan tolong-menolong sebagai fondasi, meneladani persaudaraan Muhajirin dan Anshar, menjaga kejujuran dalam usaha, serta memudahkan urusan sesama. Allah Swt. berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar." (QS. At-Taubah: 71)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَنَهَى عَنِ التَّعَاوُنِ عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، يُعِينُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَتَحَرَّوُا الصِّدْقَ وَالْأَمَانَةَ فِي مُعَامَلَاتِكُمْ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَعَاوِنِينَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_9_Juli_2027_Tolong_Menolong_Ekonomi_Berkah.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis tentang ta'awun, kejujuran dalam usaha, dan memudahkan orang yang kesulitan.
✔Dilengkapi kisah Abdurrahman bin 'Auf dan Sa'ad bin Rabi' yang mengajarkan kemurahan hati dan kemandirian.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa rezeki halal dan persaudaraan dari Al-Qur'an dan hadis.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Khatib dapat menyebut contoh usaha bersama yang dikenal jamaah, seperti kelompok tani atau koperasi masjid.
3Kisah Abdurrahman bin 'Auf akan lebih berkesan jika disampaikan dengan gaya bercerita.
4Jika disampaikan jauh dari 12 Juli, kalimat tentang Hari Koperasi dapat diringkas.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 2 JULI 2027
Menyambut Tahun Ajaran Baru: Kemuliaan Menuntut Ilmu
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 16 JULI 2027
Pemaaf: Akhlak Mulia yang Menenangkan Jiwa
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 9 Juli 2027

Apa tema khutbah Jumat 9 Juli 2027 ini?

Temanya adalah tolong-menolong dalam kebaikan untuk membangun ekonomi yang berkah, dengan empat pesan: ta'awun, teladan Muhajirin dan Anshar, kejujuran dalam usaha, dan memudahkan sesama.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 9 Juli 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 9 Juli 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor