Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 20 Agustus 2027: Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ di Bulan Kelahirannya

 

KHUTBAH JUMAT • 20 AGUSTUS 2027
Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ

Di Bulan Kelahirannya

Khutbah Jumat 20 Agustus 2027 ini mengangkat tema meneladani akhlak Rasulullah ﷺ di bulan kelahirannya, disampaikan pada bulan Rabiul Awal 1449 H. Naskah berisi empat sisi akhlak Nabi ﷺ: diutus untuk menyempurnakan akhlak, kasih sayang yang luas, teladan terbaik di dalam rumah, serta cinta yang dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan bershalawat. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang mensyukuri kemerdekaan juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMeneladani Akhlak Rasulullah ﷺ: Di Bulan Kelahirannya
Untuk Jumat20 Agustus 2027
MomentumBulan Rabiul Awal 1449 H
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 20 Agustus 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 20 Agustus 2027: Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (الأحزاب: ٢١)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar menegaskan: sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Kita kini berada di bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran manusia termulia, Nabi Muhammad ﷺ. Bulan ini adalah kesempatan untuk kembali mengenal pribadi beliau dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita renungkan empat sisi akhlak Rasulullah ﷺ berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (HR. Ahmad)

Allah sendiri memuji beliau: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4). Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab: "Akhlak beliau adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim). Artinya, seluruh ajaran Al-Qur'an tampak nyata dalam sikap dan perilaku beliau.

Kedua, kasih sayang yang luas, bahkan kepada yang menyakiti

Allah Swt. berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, (ia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah: 128)

Ketika berdakwah ke Thaif, beliau ditolak dan dilempari batu hingga terluka. Malaikat penjaga gunung menawarkan untuk menimpakan dua gunung kepada penduduknya. Namun beliau menjawab: "Tidak, aku berharap Allah akan mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah semata." (HR. Bukhari dan Muslim). Betapa luas hati beliau.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, teladan terbaik di dalam rumah

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku." (HR. Tirmidzi)

Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa di rumah, Rasulullah ﷺ biasa membantu pekerjaan keluarganya, dan apabila datang waktu shalat beliau keluar untuk shalat (HR. Bukhari). Beliau menjahit sendiri pakaiannya, memperbaiki sandalnya, dan bergaul dengan lembut. Pemimpin umat terbesar itu tidak merasa rendah melakukan pekerjaan rumah.

Keempat, cinta kepada Nabi dibuktikan dengan mengikuti dan bershalawat

Allah Swt. berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah (Muhammad): Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran: 31)

Cinta sejati kepada Rasulullah ﷺ tampak dalam upaya meneladani akhlaknya: jujur, santun, pemaaf, dermawan, dan menyayangi sesama. Perbanyak pula shalawat, karena beliau bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita teladani akhlak Rasulullah ﷺ: memahami bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak, meneladani kasih sayangnya yang luas, mencontoh kebaikannya di dalam rumah, serta membuktikan cinta dengan mengikuti sunnahnya dan memperbanyak shalawat. Allah Swt. berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya': 107)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاقْتَدُوا بِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَخْلَاقِهِ وَسُنَّتِهِ، وَأَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيْهِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا مَحَبَّةَ نَبِيِّكَ وَاتِّبَاعَ سُنَّتِهِ، وَاحْشُرْنَا فِي زُمْرَتِهِ، وَارْزُقْنَا شَفَاعَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقَنَا فَحَسِّنْ خُلُقَنَا.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ شَرْبَةً هَنِيئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_20_Agustus_2027_Meneladani_Akhlak_Rasulullah.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang akhlak Rasulullah ﷺ, kasih sayangnya, dan keutamaan shalawat.
✔Fokus pada sirah dan akhlak Nabi ﷺ tanpa membahas hukum perayaan, sehingga cocok bagi semua kalangan.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa cinta Nabi, akhlak mulia, dan syafaat.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Kisah Rasulullah ﷺ di Thaif akan lebih menyentuh jika disampaikan perlahan dengan penghayatan.
3Khatib dapat mengajak jamaah memperbanyak shalawat sepanjang bulan Rabiul Awal.
4Contoh akhlak Nabi di rumah dapat dikaitkan dengan peran para suami dan ayah di tengah jamaah.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 13 AGUSTUS 2027
Mensyukuri Kemerdekaan: Mengisinya dengan Iman dan Karya
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 27 AGUSTUS 2027
Adab di Jalan Raya: Keselamatan adalah Amanah
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 20 Agustus 2027

Apa tema khutbah Jumat 20 Agustus 2027 ini?

Temanya adalah meneladani akhlak Rasulullah ﷺ di bulan Rabiul Awal, dengan empat sisi: diutus menyempurnakan akhlak, kasih sayang yang luas, teladan di rumah, serta mengikuti sunnah dan bershalawat.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah fokus pada sirah dan akhlak Nabi ﷺ yang disepakati, tanpa membahas hukum perayaan Maulid, sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 20 Agustus 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 20 Agustus 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor