Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 27 Agustus 2027: Adab di Jalan Raya, Keselamatan adalah Amanah

 

KHUTBAH JUMAT • 27 AGUSTUS 2027
Adab di Jalan Raya

Keselamatan adalah Amanah

Khutbah Jumat 27 Agustus 2027 ini mengangkat tema adab di jalan raya: keselamatan adalah amanah, relevan dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Naskah berisi empat pesan: menjaga nyawa adalah amanah besar, menunaikan hak jalan, menyingkirkan gangguan dari jalan sebagai sedekah, serta santun dan sabar di perjalanan. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang meneladani akhlak rasulullah ﷺ di bulan kelahirannya juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulAdab di Jalan Raya: Keselamatan adalah Amanah
Untuk Jumat27 Agustus 2027
MomentumTingginya angka kecelakaan lalu lintas
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 27 Agustus 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 27 Agustus 2027: Adab di Jalan Raya

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا (الفرقان: ٦٣)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar menggambarkan sifat hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih: mereka berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

Setiap hari kita berada di jalan raya: berangkat kerja, mengantar anak sekolah, pergi ke pasar, atau menuju masjid. Namun jalan raya juga menjadi tempat yang merenggut banyak nyawa. Kecelakaan lalu lintas setiap tahun menelan korban jiwa dalam jumlah besar, dan sebagian besar terjadi karena kelalaian manusia. Islam memiliki tuntunan tentang hal ini. Marilah kita renungkan empat pesan berikut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, menjaga nyawa adalah amanah besar

Allah Swt. berfirman:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

"Barangsiapa membunuh seseorang bukan karena (orang itu) membunuh orang lain atau karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia." (QS. Al-Ma'idah: 32)

Berkendara dengan ugal-ugalan, balapan liar, bermain gawai saat mengemudi, tidak memakai helm, atau membiarkan anak di bawah umur membawa kendaraan adalah sikap yang membahayakan nyawa sendiri dan orang lain. Sebaliknya, berkendara dengan hati-hati adalah bagian dari menjaga kehidupan.

Kedua, menunaikan hak jalan

Rasulullah ﷺ bersabda tentang hak jalan:

فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ. قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

"Maka berikanlah hak jalan." Para sahabat bertanya: "Apa hak jalan itu?" Beliau menjawab: "Menundukkan pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak mengganggu di jalan mencakup banyak hal di zaman kita: tidak menyerobot antrean, tidak parkir sembarangan, tidak membunyikan klakson berlebihan, tidak menggunakan knalpot yang memekakkan telinga, dan mendahulukan pejalan kaki. Menaati rambu dan aturan lalu lintas juga termasuk ketaatan kepada pemimpin dalam kebaikan (QS. An-Nisa': 59).

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda:

لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ

"Sungguh aku telah melihat seorang laki-laki bersenang-senang di surga karena sebatang pohon yang ia potong dari tengah jalan, yang sebelumnya mengganggu manusia." (HR. Muslim)

Menyingkirkan batu, paku, atau dahan di jalan, menimbun lubang yang membahayakan, memasang tanda peringatan, dan menolong korban kecelakaan adalah amal mulia yang pahalanya besar di sisi Allah.

Keempat, santun dan sabar di perjalanan

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

"Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya." (HR. Muslim)

Kemacetan dan kesalahan pengendara lain sering memancing amarah. Seorang mukmin menahan diri, tidak membalas makian, dan memilih mengalah demi keselamatan. Berangkatlah lebih awal agar tidak terburu-buru, periksa kendaraan sebelum berangkat, dan mulailah perjalanan dengan doa.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan jalan raya tempat beramal: menjaga nyawa sebagai amanah, menunaikan hak jalan, menyingkirkan gangguan sebagai sedekah, serta bersikap santun dan sabar di perjalanan. Biasakanlah membaca doa yang Allah ajarkan ketika menaiki kendaraan:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ۝ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

"Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami." (QS. Az-Zukhruf: 13–14)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا الْبَرَّ وَالْبَحْرَ، وَجَعَلَ لَنَا فِي الْأَرْضِ سُبُلًا لَعَلَّنَا نَهْتَدِي. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ، وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي أَسْفَارِنَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى.

اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِينَا وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا، وَمِنْ فَوْقِنَا، وَنَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ نُغْتَالَ مِنْ تَحْتِنَا.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ مَنْ تُوُفِّيَ فِي حَوَادِثِ الطُّرُقِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَاشْفِ الْمُصَابِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_27_Agustus_2027_Adab_di_Jalan_Raya.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang menjaga nyawa, hak jalan, dan menyingkirkan gangguan.
✔Tema praktis dan jarang diangkat, relevan bagi pengendara, orang tua, dan pelajar.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa perjalanan, perlindungan, dan doa bagi korban kecelakaan.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Khatib dapat menyebut titik rawan kecelakaan atau kebiasaan berkendara di daerah setempat.
3Takmir dapat bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
4Pesan tentang anak di bawah umur yang membawa kendaraan dapat ditekankan jika banyak orang tua di antara jamaah.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 20 AGUSTUS 2027
Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ di Bulan Kelahirannya
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 3 SEPTEMBER 2027
Dzikir Penenang Hati di Tengah Kesibukan
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 27 Agustus 2027

Apa tema khutbah Jumat 27 Agustus 2027 ini?

Temanya adalah adab di jalan raya, dengan empat pesan: menjaga nyawa sebagai amanah, menunaikan hak jalan, menyingkirkan gangguan sebagai sedekah, serta santun dan sabar di perjalanan.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 27 Agustus 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 27 Agustus 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor