Tabayyun dan Menjaga Lisan
Khutbah Jumat 22 Januari 2027 ini mengangkat tema bijak bermedia sosial, tema aktual yang dekat dengan kehidupan semua jamaah. Naskah berisi empat adab: tabayyun sebelum percaya, tidak menyebarkan semua yang didengar, berkata baik atau diam, dan menjadikan media sosial sebagai ladang pahala. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang sya'ban, bulan diangkatnya amal juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Bijak Bermedia Sosial: Tabayyun dan Menjaga Lisan |
| Untuk Jumat | 22 Januari 2027 |
| Momentum | Maraknya kabar bohong di media sosial |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 22 Januari 2027: Bijak Bermedia Sosial
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (لقمان: ٣٣)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. dan takutlah kepada hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat menolong ayahnya. Pada hari itu, setiap kita akan mempertanggungjawabkan ucapan dan perbuatannya sendiri.
Hari ini hampir setiap kita memegang ponsel. Dalam hitungan detik, satu pesan dapat sampai kepada ratusan bahkan ribuan orang. Media sosial bisa menjadi ladang pahala, tetapi juga bisa menjadi sumber dosa yang terus mengalir. Maka marilah kita renungkan empat adab bermedia sosial menurut tuntunan Islam.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, tabayyun sebelum percaya
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat: 6)
Banyak kabar bohong yang tersebar dengan judul yang menggemparkan, gambar yang dipotong, atau video yang dilepaskan dari konteksnya. Akibatnya, nama baik seseorang rusak, kepanikan menyebar, dan persaudaraan retak. Maka periksalah sumbernya, bandingkan dengan sumber yang terpercaya, dan jangan mudah percaya.
Kedua, tidak semua yang didengar harus disebarkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila ia menceritakan setiap yang ia dengar." (HR. Muslim)
Hari ini, "menceritakan setiap yang didengar" itu bentuknya adalah meneruskan setiap pesan yang masuk. Dalam peristiwa berita bohong yang menimpa Aisyah radhiyallahu 'anha, Allah menegur orang-orang yang ikut menyebarkannya: mereka menganggapnya ringan, padahal di sisi Allah itu adalah perkara yang besar (QS. An-Nur: 15).
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, berkata baik atau diam
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Di era digital, jari kita adalah lisan kita. Komentar yang mencaci, menghina, dan membuka aib orang lain tetap tercatat sebagai dosa, walaupun hanya diketik. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seseorang bisa mengucapkan satu kalimat tanpa memikirkannya, namun kalimat itu menjatuhkannya ke neraka lebih jauh dari jarak timur dan barat (HR. Bukhari dan Muslim). Allah juga melarang kita mencari-cari kesalahan dan menggunjing saudara sendiri (QS. Al-Hujurat: 12).
Keempat, jadikan media sosial ladang pahala
Media sosial bukan untuk dijauhi, tetapi untuk diisi dengan kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)
Bagikanlah ilmu yang bermanfaat, kabar yang baik, dan nasihat yang menyejukkan. Sebaliknya, ingatlah bahwa keburukan yang kita sebarkan juga bisa menjadi dosa yang terus mengalir selama masih dibagikan orang lain. Sebelum menekan tombol "kirim", tanyakan tiga hal: apakah ini benar, apakah ini bermanfaat, dan apakah ini perlu disebarkan?
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bermedia sosial dengan akhlak seorang mukmin: tabayyun sebelum percaya, menahan diri sebelum menyebarkan, berkata baik atau diam, dan menjadikan setiap unggahan sebagai ladang pahala. Ingatlah bahwa setiap kata yang kita ucapkan dan kita tulis selalu dicatat, sebagaimana firman Allah:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ الْإِنْسَانَ الْبَيَانَ، وَأَمَرَهُ بِحِفْظِ اللِّسَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، وَتَبَيَّنُوا قَبْلَ أَنْ تَنْشُرُوا، وَاحْفَظُوا أَلْسِنَتَكُمْ وَأَقْلَامَكُمْ مِمَّا لَا يُرْضِي اللَّهَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ.
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ، مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Sya'ban, Bulan Diangkatnya Amal: Saatnya Bersiap Menuju Ramadhan KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 29 JANUARI 2027
Silaturahmi Pembuka Pintu Rezeki: Saling Memaafkan Sebelum Ramadhan▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 22 Januari 2027
Apa tema khutbah Jumat 22 Januari 2027 ini?
Temanya adalah bijak bermedia sosial, dengan empat adab: tabayyun sebelum percaya, tidak menyebarkan semua yang didengar, berkata baik atau diam, dan menjadikan media sosial ladang pahala.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 22 Januari 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 22 Januari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
