Membangun Budaya Membaca dan Cinta Ilmu
Khutbah Jumat 23 April 2027 ini mengangkat tema Iqra': membangun budaya membaca dan cinta ilmu, bertepatan dengan Hari Buku Sedunia 23 April. Naskah berisi empat pesan: wahyu pertama adalah perintah membaca, membaca dengan nama Allah, teladan cinta ilmu dalam sejarah Islam, serta menghidupkan budaya membaca di keluarga dan masyarakat. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang indahnya bertetangga juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Iqra': Membangun Budaya Membaca dan Cinta Ilmu |
| Untuk Jumat | 23 April 2027 |
| Momentum | Hari Buku Sedunia (23 April) |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 23 April 2027: Iqra'
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (البقرة: ٢٨٢)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar mengaitkan takwa dengan ilmu: bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarkan ilmu kepadamu. Takwa membuka pintu ilmu, dan ilmu menguatkan takwa.
Hari ini, 23 April, diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Bagi umat Islam, membaca bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, melainkan perintah pertama yang Allah turunkan. Namun di zaman layar seperti sekarang, budaya membaca yang mendalam semakin tergerus oleh kebiasaan menggulir layar tanpa henti. Marilah kita renungkan empat pesan tentang membaca dan ilmu.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, wahyu pertama adalah perintah membaca
Allah Swt. berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1–5)
Sebelum perintah shalat, puasa, dan zakat, yang pertama kali turun adalah perintah membaca. Peradaban Islam dibangun di atas ilmu, dan ilmu diawali dengan membaca.
Kedua, membaca dengan nama Allah
Perintah membaca diikat dengan "bismi rabbika", dengan nama Tuhanmu. Artinya, membaca harus membawa kita semakin dekat kepada Allah dan memberi manfaat. Rasulullah ﷺ bahkan berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat." (HR. Muslim)
Maka pilihlah bacaan yang bermanfaat: Al-Qur'an dan tafsirnya, hadis, sirah, buku ilmu pengetahuan, dan bacaan yang menambah keterampilan hidup. Jauhilah bacaan yang merusak akhlak dan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, teladan cinta ilmu dalam sejarah Islam
Setelah Perang Badar, Rasulullah ﷺ menetapkan bahwa sebagian tawanan yang pandai menulis dapat menebus dirinya dengan mengajari anak-anak kaum muslimin membaca dan menulis (HR. Ahmad). Begitu tinggi penghargaan Rasulullah ﷺ terhadap kemampuan membaca.
Beberapa abad kemudian, kota Baghdad memiliki Baitul Hikmah, pusat ilmu dan perpustakaan besar yang menjadi rujukan dunia. Para ulama terdahulu dikenal sangat mencintai kitab; mereka rela menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan harta demi mendapatkan dan menyalin kitab. Dari budaya membaca itulah lahir ilmuwan dan ulama besar yang karyanya masih kita pelajari hingga hari ini.
Keempat, menghidupkan budaya membaca di keluarga dan masyarakat
Anak-anak meniru apa yang mereka lihat. Jika orang tua lebih sering memegang gawai daripada buku, anak pun akan demikian. Mari kita sediakan waktu membaca bersama keluarga, walau hanya lima belas menit sehari. Hidupkan perpustakaan masjid dan pojok baca di lingkungan kita. Dan jangan lupa, bacaan yang paling utama setiap hari adalah Al-Qur'an.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita sambut perintah pertama Allah ini dengan sungguh-sungguh: membaca dengan nama Allah, memilih bacaan yang bermanfaat, meneladani cinta ilmu para pendahulu, dan menghidupkan budaya membaca di keluarga dan masyarakat. Allah sendiri bersumpah dengan pena dan apa yang dituliskannya:
ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan." (QS. Al-Qalam: 1)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ أَوَّلَ وَحْيِهِ أَمْرًا بِالْقِرَاءَةِ، وَأَقْسَمَ بِالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاقْرَءُوا بِاسْمِ رَبِّكُمْ، وَاطْلُبُوا الْعِلْمَ النَّافِعَ، وَعَلِّمُوهُ أَوْلَادَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمًا صَحِيحًا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا مُحِبِّينَ لِلْعِلْمِ وَالْقِرَاءَةِ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيمَا يَتَعَلَّمُونَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Indahnya Bertetangga: Hak dan Adab kepada Tetangga KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 30 APRIL 2027
Rindu Baitullah: Menyambut Musim Haji▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 23 April 2027
Apa tema khutbah Jumat 23 April 2027 ini?
Temanya adalah Iqra': membangun budaya membaca dan cinta ilmu, bertepatan dengan Hari Buku Sedunia, dengan empat pesan: wahyu pertama perintah membaca, membaca dengan nama Allah, teladan cinta ilmu, dan budaya membaca di keluarga.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 23 April 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 23 April 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
