Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 25 Desember 2026: Surga di Telapak Kaki Ibu (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 25 DESEMBER 2026
Surga di Telapak Kaki Ibu

Meneladani Bakti kepada Ibu

Khutbah Jumat 25 Desember 2026 ini mengangkat tema bakti kepada ibu, sebagai refleksi Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember. Naskah berisi empat pesan: mengingat perjuangan ibu, kedudukan ibu yang sangat tinggi, teladan bakti Uwais al-Qarni, dan wujud bakti kepada ibu, baik semasa hidup maupun setelah wafat. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang bulan haram juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulSurga di Telapak Kaki Ibu: Meneladani Bakti kepada Ibu
Untuk Jumat25 Desember 2026
MomentumHari Ibu (22 Desember)
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 25 Desember 2026 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 25 Desember 2026: Surga di Telapak Kaki Ibu

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (البقرة: ٢٨١)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. dan mempersiapkan diri untuk hari ketika kita semua dikembalikan kepada-Nya, lalu setiap jiwa diberi balasan sesuai amalnya tanpa dizalimi sedikit pun.

Tiga hari lalu, 22 Desember, kita memperingati Hari Ibu. Tidak ada satu pun dari kita yang hadir di dunia ini tanpa perjuangan seorang ibu. Maka pada kesempatan ini, marilah kita renungkan kedudukan ibu dalam Islam dan bagaimana kita berbakti kepadanya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, mengingat perjuangan ibu

Allah Swt. berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu." (QS. Luqman: 14)

Allah menyandingkan perintah bersyukur kepada-Nya dengan bersyukur kepada orang tua. Diriwayatkan dalam Al-Adab al-Mufrad karya Imam Bukhari, seorang laki-laki dari Yaman menggendong ibunya sambil thawaf, lalu bertanya kepada Abdullah bin Umar apakah ia telah membalas jasa ibunya. Ibnu Umar menjawab: "Tidak, bahkan tidak sebanding dengan satu rintihan saat ia melahirkanmu."

Kedua, kedudukan ibu yang sangat tinggi

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ, siapakah yang paling berhak mendapatkan bakti dan pergaulan terbaiknya. Beliau menjawab:

أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ

"Ibumu." Ia bertanya: "Kemudian siapa?" Beliau menjawab: "Ibumu." Ia bertanya lagi: "Kemudian siapa?" Beliau menjawab: "Ibumu." Ia bertanya: "Kemudian siapa?" Beliau menjawab: "Ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, seorang sahabat bernama Jahimah datang meminta izin untuk ikut berjihad. Rasulullah ﷺ bertanya apakah ibunya masih hidup. Ketika ia menjawab masih, beliau bersabda: "Tetaplah bersamanya, karena surga ada di dekat kedua kakinya." (HR. An-Nasa'i)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, teladan bakti Uwais al-Qarni

Rasulullah ﷺ pernah bercerita kepada Umar bin Khattab tentang seorang laki-laki dari Yaman bernama Uwais al-Qarni. Ia tidak sempat bertemu Rasulullah ﷺ karena sibuk merawat ibunya. Namun Rasulullah ﷺ memujinya sebagai orang yang sangat berbakti kepada ibunya, yang jika bersumpah atas nama Allah niscaya Allah mengabulkannya. Beliau bahkan berpesan kepada Umar: jika engkau bertemu dengannya, mintalah ia memohonkan ampun untukmu (HR. Muslim).

Bayangkan, seorang sahabat sekelas Umar bin Khattab diperintahkan meminta doa dari seorang yang tidak dikenal manusia, tetapi dimuliakan Allah karena baktinya kepada ibu.

Keempat, wujud bakti kepada ibu

Bakti dimulai dari tutur kata. Allah Swt. berfirman:

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra': 23)

Bagi yang ibunya masih hidup, jenguklah atau teleponlah ia, dengarkan ceritanya tanpa sibuk dengan gawai, dan penuhi kebutuhannya. Bagi yang ibunya telah wafat, bakti belum berakhir. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kita masih dapat berbakti dengan mendoakan dan memohonkan ampun untuknya, menunaikan janjinya, menyambung silaturahmi dengan kerabatnya, dan memuliakan sahabat-sahabatnya (HR. Abu Dawud). Jangan lupa pula memuliakan istri kita, karena ia adalah ibu bagi anak-anak kita.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita ingat perjuangan ibu, muliakan kedudukannya, teladani bakti Uwais al-Qarni, dan wujudkan bakti itu dalam tutur kata dan perbuatan, baik selama ibu masih hidup maupun setelah ia tiada. Iringilah dengan doa yang diajarkan Al-Qur'an:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku pada waktu kecil." (QS. Al-Isra': 24)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَرَنَ شُكْرَهُ بِشُكْرِ الْوَالِدَيْنِ، وَجَعَلَ بِرَّهُمَا سَبِيلًا إِلَى الْجَنَّةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَبَرُّوا أُمَّهَاتِكُمْ وَآبَاءَكُمْ، وَأَحْسِنُوا إِلَيْهِمْ فِي حَيَاتِهِمْ وَبَعْدَ مَمَاتِهِمْ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّهَاتِنَا وَآبَاءَنَا، الْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ، وَاجْزِهِمْ عَنَّا خَيْرَ الْجَزَاءِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِوَالِدِينَا، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْعَاقِّينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_25_Desember_2026_Surga_di_Telapak_Kaki_Ibu.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih, disertai kisah Uwais al-Qarni dan nasihat Abdullah bin Umar.
✔Menyentuh semua jamaah, termasuk yang ibunya telah wafat, dengan tuntunan bakti setelah orang tua tiada.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa untuk kedua orang tua, yang masih hidup maupun yang telah wafat.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Bagian tentang ibu yang telah wafat dapat menyentuh perasaan jamaah; sampaikan dengan tempo pelan dan nada lembut.
3Kisah Uwais al-Qarni akan lebih membekas jika khatib memberi jeda setelah pesan Rasulullah ﷺ kepada Umar.
4Khatib dapat mengajak jamaah menelepon atau mengunjungi ibunya sepulang shalat Jumat sebagai langkah nyata.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 18 DESEMBER 2026
Bulan Haram: Momentum Menahan Diri dari Kezaliman
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 1 JANUARI 2027
Naskah Khutbah Jumat 1 Januari 2027 (terbit Desember 2026)
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 25 Desember 2026

Apa tema khutbah Jumat 25 Desember 2026 ini?

Temanya adalah bakti kepada ibu, sebagai refleksi Hari Ibu 22 Desember, dengan empat pesan: perjuangan ibu, kedudukan ibu, teladan Uwais al-Qarni, dan wujud bakti semasa hidup maupun setelah wafat.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 25 Desember 2026 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 25 Desember 2026 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor