Pelita yang Menerangi Kehidupan
Khutbah Jumat 27 November 2026 ini mengangkat tema memuliakan guru, sebagai refleksi Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November. Naskah berisi empat pesan: kemuliaan orang yang mengajarkan kebaikan, pahala guru yang terus mengalir, memuliakan guru dengan adab, serta peran orang tua dan para guru. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi kisah Ibnu Abbas dengan Zaid bin Tsabit dan Imam Syafi'i dengan Imam Malik.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang anak adalah amanah juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Memuliakan Guru: Pelita yang Menerangi Kehidupan |
| Untuk Jumat | 27 November 2026 |
| Momentum | Hari Guru Nasional (25 November) |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 27 November 2026: Memuliakan Guru
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (الأنفال: ٢٩)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Dengan takwa, Allah akan memberi kita furqan, yaitu kemampuan membedakan yang benar dan yang salah, menghapus kesalahan-kesalahan kita, dan mengampuni dosa-dosa kita.
Dua hari lalu, 25 November, kita memperingati Hari Guru Nasional. Setiap kita yang hari ini bisa membaca, menulis, mengaji, dan memahami agama pernah dibimbing oleh seorang guru: guru di sekolah dan madrasah, ustadz di TPQ, guru ngaji di surau, dan tentu saja orang tua sebagai guru pertama di rumah. Pada kesempatan ini, marilah kita renungkan kemuliaan guru dan bagaimana kita memuliakan mereka.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, kemuliaan orang yang mengajarkan kebaikan
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
"Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semut di dalam lubangnya dan ikan di lautan, benar-benar bershalawat (mendoakan kebaikan) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR. Tirmidzi)
Rasulullah ﷺ sendiri menyebut dirinya sebagai pengajar. Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak mengutusku untuk mempersulit atau menjerumuskan, tetapi Dia mengutusku sebagai pengajar yang memudahkan." (HR. Muslim). Maka profesi guru sejatinya adalah meneruskan tugas mulia Rasulullah ﷺ.
Kedua, pahala guru yang terus mengalir
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Setiap huruf Al-Qur'an yang kita baca, setiap ilmu yang kita amalkan, dan setiap kebaikan yang kita ajarkan kembali kepada orang lain, pahalanya ikut mengalir kepada guru-guru kita, sekalipun mereka telah tiada. Inilah investasi akhirat yang tidak pernah putus.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, memuliakan guru dengan adab
Para sahabat dan ulama memberi teladan yang indah dalam memuliakan guru. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas, sepupu Rasulullah ﷺ, pernah memegangi tali kendaraan Zaid bin Tsabit, gurunya dalam ilmu Al-Qur'an dan faraid. Zaid merasa sungkan, namun Ibnu Abbas berkata: "Beginilah kami diperintahkan memperlakukan para ulama kami." Zaid lalu mencium tangan Ibnu Abbas dan berkata: "Beginilah kami diperintahkan memperlakukan keluarga Nabi kami."
Imam Syafi'i pun menceritakan bahwa ketika belajar kepada Imam Malik, ia membuka lembaran kitab dengan sangat pelan agar suaranya tidak mengganggu sang guru. Begitulah para ulama besar menghormati gurunya. Dari kisah ini kita belajar bahwa memuliakan guru bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan sikap, tutur kata, dan doa.
Keempat, peran orang tua dan para guru
Kepada para orang tua, marilah kita dukung guru-guru anak kita. Jangan merendahkan guru di depan anak, karena itu akan meruntuhkan wibawa guru di hati mereka. Jika ada persoalan, sampaikanlah dengan baik dan bermusyawarah. Doakanlah guru-guru anak kita dalam setiap doa.
Kepada para guru, teladanilah kelembutan Rasulullah ﷺ dalam mengajar. Ketika seorang Arab Badui buang air kecil di dalam masjid dan para sahabat hendak menghardiknya, Rasulullah ﷺ justru mencegah mereka, lalu mengajari orang itu dengan lembut (HR. Bukhari). Kesabaran dan keikhlasan guru akan membekas jauh lebih lama daripada kerasnya teguran.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita muliakan guru-guru kita, yang masih hidup maupun yang telah wafat: kenali jasanya, amalkan ilmunya, jaga adab kepadanya, dan doakan mereka. Sungguh, Allah telah membedakan kedudukan orang yang berilmu:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar: 9)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَكْرِمُوا مُعَلِّمِيكُمْ، وَاعْرِفُوا لَهُمْ حَقَّهُمْ، وَادْعُوا لَهُمْ بِالْخَيْرِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمُعَلِّمِينَا وَمَشَايِخِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ، وَاجْعَلْ عِلْمَهُمْ صَدَقَةً جَارِيَةً لَهُمْ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْ مُعَلِّمِينَا الْإِخْلَاصَ وَالصَّبْرَ وَالْحِكْمَةَ، وَبَارِكْ لَهُمْ فِي أَهْلِيهِمْ وَأَرْزَاقِهِمْ.
اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Anak adalah Amanah: Mendidik Generasi di Era Digital KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 4 DESEMBER 2026
Semua Mulia di Sisi Allah: Memuliakan Saudara Penyandang Disabilitas▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 27 November 2026
Apa tema khutbah Jumat 27 November 2026 ini?
Temanya adalah memuliakan guru sebagai refleksi Hari Guru Nasional, dengan empat pesan: kemuliaan pengajar kebaikan, pahala guru yang terus mengalir, adab kepada guru, serta peran orang tua dan para guru.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 27 November 2026 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 27 November 2026 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
