Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 4 Desember 2026: Semua Mulia di Sisi Allah (Download PDF)

 

KHUTBAH JUMAT • 4 DESEMBER 2026
Semua Mulia di Sisi Allah

Memuliakan Saudara Penyandang Disabilitas

Khutbah Jumat 4 Desember 2026 ini mengangkat tema memuliakan saudara penyandang disabilitas, sebagai refleksi Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember. Naskah berisi empat pelajaran: Allah melihat hati dan amal, teguran Allah dalam QS. 'Abasa, kesabaran yang dibalas surga, serta kewajiban kita untuk memuliakan dan memudahkan. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi kisah sahabat Abdullah bin Ummi Maktum.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang memuliakan guru juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulSemua Mulia di Sisi Allah: Memuliakan Saudara Penyandang Disabilitas
Untuk Jumat4 Desember 2026
MomentumHari Disabilitas Internasional (3 Desember)
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 4 Desember 2026 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 4 Desember 2026: Semua Mulia di Sisi Allah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (الحجرات: ١٣)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar menegaskan bahwa ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah bukanlah rupa, harta, suku, atau kesempurnaan fisik, melainkan ketakwaannya.

Kemarin, 3 Desember, diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Di sekitar kita ada saudara-saudara yang diuji dengan keterbatasan penglihatan, pendengaran, gerak, atau kemampuan lainnya. Bagaimana Islam memandang mereka, dan apa kewajiban kita kepada mereka? Marilah kita renungkan empat pelajaran.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, Allah melihat hati dan amal

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Keterbatasan fisik tidak mengurangi kemuliaan seseorang sedikit pun di hadapan Allah. Bisa jadi saudara kita yang duduk di kursi roda atau yang tidak dapat melihat justru lebih mulia di sisi Allah karena kesabaran dan ketakwaannya.

Kedua, pelajaran dari teguran Allah kepada Rasul-Nya

Suatu hari Rasulullah ﷺ sedang berdakwah kepada para pembesar Quraisy. Datanglah Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat tunanetra, yang ingin belajar. Rasulullah ﷺ sempat bermuka masam karena merasa terganggu, lalu Allah menurunkan teguran:

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ ۝ أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ ۝ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta telah datang kepadanya. Dan tahukah engkau, barangkali ia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)." (QS. 'Abasa: 1–3)

Sejak itu Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Ibnu Ummi Maktum. Beliau menjadikannya salah satu muazin di Madinah bersama Bilal (HR. Bukhari), bahkan beberapa kali mempercayakan kepemimpinan Madinah kepadanya ketika beliau bepergian (HR. Abu Dawud). Keterbatasan penglihatan tidak menghalanginya menjadi orang kepercayaan Rasulullah ﷺ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, kesabaran yang dibalas surga

Bagi saudara-saudara kita yang diuji dengan keterbatasan, Allah menjanjikan balasan yang agung. Rasulullah ﷺ menyampaikan firman Allah:

إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

"Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan (hilangnya) dua kekasihnya (yaitu kedua matanya), lalu ia bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga." (HR. Bukhari)

Sejarah Islam juga mencatat banyak ulama besar yang memiliki keterbatasan fisik. Diriwayatkan bahwa Atha' bin Abi Rabah, mufti Makkah pada masa tabiin, memiliki keterbatasan fisik, namun majelisnya dipenuhi para penuntut ilmu dan fatwanya menjadi rujukan. Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan bermanfaat.

Keempat, kewajiban kita: memuliakan dan memudahkan

Kepada kita yang diberi kesempurnaan fisik, Allah mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)." (QS. Al-Hujurat: 11)

Jangan jadikan keterbatasan orang lain sebagai bahan candaan, baik secara langsung maupun di media sosial. Lebih dari itu, marilah kita mudahkan mereka: sediakan jalur yang landai di masjid, tempat wudhu yang mudah dijangkau, saf yang nyaman, serta libatkan mereka dalam kegiatan masjid dan masyarakat. Memudahkan urusan saudara adalah amal yang dicintai Allah.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita pandang setiap saudara dengan kacamata takwa, bukan kacamata fisik. Muliakan mereka, mudahkan urusan mereka, dan jangan pernah merendahkan. Islam telah menghapus sekat-sekat itu sejak awal, sebagaimana firman Allah:

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ

"Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, dan tidak (pula) bagi orang sakit (untuk makan bersama kalian)." (QS. An-Nur: 61)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مِيزَانَ الْكَرَامَةِ، وَلَمْ يَجْعَلِ الصُّوَرَ وَالْأَمْوَالَ مِيزَانًا لِلْفَضْلِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَأَكْرِمُوا إِخْوَانَكُمْ، وَلَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ، وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْ إِخْوَانَنَا ذَوِي الِاحْتِيَاجَاتِ الْخَاصَّةِ الصَّبْرَ وَالرِّضَا، وَأَعْظِمْ لَهُمُ الْأَجْرَ، وَيَسِّرْ لَهُمْ أُمُورَهُمْ.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْعُجْبِ، وَاجْعَلْنَا رُحَمَاءَ بَيْنَنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_4_Desember_2026_Semua_Mulia_di_Sisi_Allah.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih, disertai kisah Abdullah bin Ummi Maktum yang dipercaya Rasulullah ﷺ memimpin Madinah.
✔Mengajak jamaah mewujudkan masjid dan lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa untuk saudara penyandang disabilitas dan doa dijauhkan dari sifat sombong.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Gunakan istilah yang santun seperti "penyandang disabilitas" atau "saudara kita yang berkebutuhan khusus".
3Bagian masjid ramah disabilitas dapat dikaitkan dengan kondisi masjid setempat sebagai bahan perbaikan bersama.
4Kisah Ibnu Ummi Maktum akan lebih menyentuh jika dibawakan dengan tempo pelan, terutama saat membacakan ayat teguran.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 27 NOVEMBER 2026
Memuliakan Guru: Pelita yang Menerangi Kehidupan
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 11 DESEMBER 2026
Amanah dan Kejujuran: Benteng dari Korupsi
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 4 Desember 2026

Apa tema khutbah Jumat 4 Desember 2026 ini?

Temanya adalah memuliakan saudara penyandang disabilitas, sebagai refleksi Hari Disabilitas Internasional, dengan empat pelajaran: Allah melihat hati dan amal, teguran dalam QS. 'Abasa, kesabaran yang dibalas surga, serta kewajiban memuliakan dan memudahkan.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 4 Desember 2026 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 4 Desember 2026 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

Iklan Sponsor