Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
Khutbah Jumat

Khutbah Jumat 5 Februari 2027: Marhaban ya Ramadhan (Download PDF)


KHUTBAH JUMAT • 5 FEBRUARI 2027
Marhaban ya Ramadhan

Menyambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Kesiapan

Khutbah Jumat 5 Februari 2027 ini mengangkat tema Marhaban ya Ramadhan, disampaikan pada Jumat terakhir menjelang Ramadhan 1448 H. Naskah berisi empat persiapan: menyambut Ramadhan dengan gembira, memahami tujuan dan keutamaan puasa, membekali diri dengan ilmu, serta menata kesiapan diri dan keluarga. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.

Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang silaturahmi pembuka pintu rezeki juga masih dapat Bapak baca dan unduh.

Informasi File Khutbah

JudulMarhaban ya Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Kesiapan
Untuk Jumat5 Februari 2027
MomentumMenjelang Ramadhan 1448 H
IsiKhutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab)
FormatPDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak
Perkiraan durasi±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang)

Download Khutbah Jumat 5 Februari 2027 (PDF)

⬇ Download PDF Buka di Google Drive

Naskah Khutbah Jumat 5 Februari 2027: Marhaban ya Ramadhan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة: ١٨٣)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar menjelaskan bahwa puasa diwajibkan kepada kita sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita, dengan satu tujuan agung: agar kita bertakwa.

Insya Allah, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Inilah Jumat terakhir sebelum bulan suci tiba. Betapa banyak saudara kita yang tahun lalu masih berpuasa bersama kita, namun tahun ini telah berpulang. Maka bersyukurlah jika Allah masih memberi kita kesempatan, dan marilah kita sambut Ramadhan dengan empat persiapan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pertama, menyambut Ramadhan dengan gembira

Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira kepada para sahabat setiap kali Ramadhan datang:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ

"Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. An-Nasa'i dan Ahmad)

Kegembiraan menyambut Ramadhan adalah tanda iman. Orang yang beriman merindukan Ramadhan sebagaimana seorang musafir merindukan tempat beristirahat.

Kedua, memahami tujuan dan keutamaan puasa

Tujuan puasa adalah takwa. Namun Allah juga menjanjikan ampunan yang sangat besar bagi orang yang berpuasa dengan benar. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Iman berarti kita berpuasa karena yakin akan perintah Allah. Ihtisab berarti kita berpuasa karena mengharap pahala dari Allah, bukan karena kebiasaan atau sekadar ikut-ikutan.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketiga, membekali diri dengan ilmu

Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya membuat satu bab berjudul "Ilmu sebelum perkataan dan perbuatan". Ibadah yang benar harus dilandasi ilmu. Maka sebelum Ramadhan tiba, pelajarilah kembali hal-hal pokok tentang puasa: apa yang membatalkannya, apa yang mengurangi pahalanya, serta keringanan bagi orang yang sakit, musafir, wanita hamil dan menyusui, dan orang lanjut usia, sebagaimana dijelaskan Allah dalam QS. Al-Baqarah: 184.

Jika ada hal yang belum dipahami, bertanyalah kepada ustadz atau guru di lingkungan kita. Puasa yang dilandasi ilmu akan lebih tenang dan lebih sempurna.

Keempat, menata kesiapan diri dan keluarga

Mari kita tetapkan niat dan target ibadah: berapa kali khatam Al-Qur'an, menjaga shalat berjamaah dan tarawih, serta sedekah setiap hari walau sedikit. Susunlah jadwal yang memudahkan, kurangi waktu untuk tontonan dan gawai yang tidak bermanfaat, serta hindari belanja berlebihan yang justru membuat Ramadhan menjadi bulan konsumtif.

Ajaklah keluarga, terutama anak-anak, untuk ikut merasakan Ramadhan. Para sahabat dahulu melatih anak-anak mereka berpuasa. Rubayyi' binti Mu'awwidz menuturkan bahwa mereka membuatkan mainan dari bulu untuk anak-anak, agar anak-anak terhibur ketika lapar hingga tiba waktu berbuka (HR. Bukhari dan Muslim).

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita sambut Ramadhan dengan gembira, pahami tujuan dan keutamaannya, bekali diri dengan ilmu, dan siapkan diri serta keluarga sebaik-baiknya. Ramadhan adalah perlombaan menuju ampunan dan surga, dan untuk itulah seharusnya kita berlomba:

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

"Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba." (QS. Al-Muthaffifin: 26)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَمَوْسِمًا لِلْمَغْفِرَةِ وَالْعِتْقِ مِنَ النِّيرَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاسْتَقْبِلُوا شَهْرَ رَمَضَانَ بِالتَّوْبَةِ النَّصُوحِ، وَتَعَلَّمُوا أَحْكَامَ دِينِكُمْ، وَاعْمُرُوا أَوْقَاتَكُمْ بِالطَّاعَاتِ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ.

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Preview File PDF Khutbah

📄 Khutbah_Jumat_5_Februari_2027_Marhaban_ya_Ramadhan.pdf

Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.

Keunggulan Naskah Khutbah Ini

✔Memenuhi rukun khutbah: hamdalah, shalawat, wasiat takwa di kedua khutbah, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum mukminin.
✔Dalil dari Al-Qur'an dan hadis sahih tentang keutamaan Ramadhan dan puasa karena iman dan ihtisab.
✔Membahas persiapan Ramadhan yang disepakati, tanpa menyinggung metode penentuan awal Ramadhan atau jumlah rakaat tarawih.
✔Khutbah kedua full bahasa Arab dengan doa menyambut bulan baru dan doa agar dibebaskan dari api neraka.
✔Teks Arab berharakat lengkap dengan font yang jelas, nyaman dibaca di mimbar.
Tips Membawakan Khutbah Ini
1Baca naskah minimal sekali sebelum naik mimbar, terutama bagian ayat dan hadis.
2Jika awal Ramadhan sudah diumumkan, khatib dapat menyesuaikan kalimat pembuka dengan tanggalnya.
3Bagian keringanan puasa dapat diperjelas dengan pengumuman kajian fikih puasa di masjid setempat.
4Kisah para sahabat melatih anak berpuasa cocok dijadikan ajakan langsung kepada para orang tua.
◀KHUTBAH JUMAT SEBELUMNYA • 29 JANUARI 2027
Silaturahmi Pembuka Pintu Rezeki: Saling Memaafkan Sebelum Ramadhan
KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 12 FEBRUARI 2027
Puasa yang Membentuk Takwa: Menjaga Lisan dan Hati
▶

📚 Lihat Semua Khutbah Jumat

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 5 Februari 2027

Apa tema khutbah Jumat 5 Februari 2027 ini?

Temanya adalah Marhaban ya Ramadhan, dengan empat persiapan: menyambut Ramadhan dengan gembira, memahami tujuan puasa, membekali diri dengan ilmu, serta menata kesiapan diri dan keluarga.

Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?

Ya. Naskah hanya membahas persiapan Ramadhan yang disepakati, tanpa menyinggung metode penentuan awal Ramadhan atau jumlah rakaat tarawih.

Berapa lama durasi khutbah ini?

Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.

Bagaimana cara download file PDF-nya?

Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.

Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?

Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.

Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.

⬇ Download Khutbah Jumat 5 Februari 2027 (PDF)

Semoga naskah khutbah Jumat 5 Februari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.

 

Iklan Sponsor