Contoh Tabel Struktur Kurikulum MA Fase F KMA 1503 Tahun 2025 untuk Kelas XI dan XII
Setelah memahami cara menentukan mata pelajaran pilihan pada Fase F Madrasah Aliyah, persoalan berikutnya adalah bagaimana menuangkannya ke dalam tabel struktur kurikulum MA untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Bagian ini sering menjadi titik paling membingungkan bagi tim kurikulum. Sebab, tabel struktur kurikulum tidak cukup hanya berisi daftar mata pelajaran. Madrasah juga harus membedakan mata pelajaran umum, mata pelajaran pilihan, kokurikuler, alokasi waktu, serta pengorganisasian pembelajaran peserta didik.
Artikel ini merupakan lanjutan dari:
- Struktur Kurikulum Madrasah Aliyah Fase E dan Fase F Berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025
- Cara Menentukan Mata Pelajaran Pilihan MA Fase F Berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025
Jika dua artikel tersebut sudah dipahami, pembahasan berikutnya akan lebih mudah karena kita langsung masuk ke contoh tabel struktur kurikulum MA Fase F kelas XI dan XII.
Dasar Penyusunan Struktur Kurikulum MA Fase F
Fase F pada Madrasah Aliyah mencakup kelas XI dan kelas XII.
KMA Nomor 1503 Tahun 2025 menjadi pedoman implementasi kurikulum pada madrasah dan berlaku sejak ditetapkan pada 22 September 2025. KMA 450 Tahun 2024 tetap berlaku sepanjang ketentuannya tidak bertentangan dengan KMA 1503 Tahun 2025.
Dalam menyusun struktur kurikulum MA, madrasah perlu memperhatikan ketentuan resmi KMA sekaligus menyesuaikannya dengan visi, misi, tujuan, dan kondisi madrasah.
Artinya, contoh tabel dalam artikel ini bukan pengganti tabel resmi KMA. Contoh digunakan untuk membantu tim kurikulum memahami bagaimana ketentuan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam struktur kurikulum madrasah.
Struktur Fase F Terdiri dari Apa Saja?
Secara sederhana, struktur kurikulum MA Fase F dapat dipahami melalui beberapa komponen:
- Mata pelajaran umum.
- Mata pelajaran pilihan.
- Kokurikuler.
- Komponen lain yang dikembangkan madrasah sesuai ketentuan.
Yang perlu diperhatikan adalah mata pelajaran pilihan tidak sama dengan jurusan.
Madrasah menyediakan mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan dan kondisi penyelenggaraan, kemudian peserta didik memilih mata pelajaran sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Perbedaan Struktur Kelas XI dan XII
Kelas XI dan kelas XII sama-sama berada pada Fase F, tetapi perhitungan alokasi waktu tahunannya tidak boleh dicampur.
Salah satu alasannya adalah jumlah minggu pembelajaran yang digunakan dalam struktur KMA berbeda antara kelas XI dan kelas XII.
| Komponen | Kelas XI | Kelas XII |
|---|---|---|
| Fase | F | F |
| Jumlah minggu dalam perhitungan tahunan | 36 minggu | 32 minggu |
| Mata pelajaran umum | Ada | Ada |
| Mata pelajaran pilihan | Ada | Ada |
| Kokurikuler | Ada | Ada |
Karena jumlah minggu berbeda, JP per tahun kelas XI tidak boleh langsung disalin ke kelas XII.
Struktur Mata Pelajaran Umum Kelas XI
Pada kelas XI, peserta didik mengikuti kelompok mata pelajaran umum sesuai struktur KMA.
Dalam pembacaan tabel, kelompok ini harus dipisahkan dari mata pelajaran pilihan.
Untuk kelompok mata pelajaran umum kelas XI, alokasi intrakurikuler adalah 972 JP per tahun dan alokasi kokurikuler adalah 108 JP per tahun.
Dengan perhitungan 36 minggu, alokasi tersebut setara dengan:
- 972 JP per tahun = 27 JP per minggu
- 108 JP per tahun = 3 JP per minggu
Dengan demikian, sebelum memasukkan mata pelajaran pilihan, komponen umum dan kokurikuler dapat dibaca sebagai 27 JP intrakurikuler + 3 JP kokurikuler per minggu.
Contoh Tabel Kelompok Mata Pelajaran Umum Kelas XI
Untuk Dokumen Kurikulum Madrasah, format tabel dapat dibuat sederhana seperti berikut.
| No. | Mata Pelajaran | Intrakurikuler per Tahun | Kokurikuler per Tahun | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab sesuai struktur MA | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 2 | Pendidikan Pancasila | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 3 | Bahasa Indonesia | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 4 | Matematika | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 5 | Bahasa Inggris | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 6 | Sejarah | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 7 | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 8 | Informatika | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
| 9 | Seni dan Budaya | Sesuai KMA | Sesuai KMA | Wajib |
Catatan: tabel di atas merupakan format penyajian untuk Dokumen Kurikulum Madrasah. Nama dan angka setiap mata pelajaran harus dicocokkan dengan tabel struktur resmi KMA 1503 Tahun 2025 yang digunakan madrasah.
Berapa Alokasi Mata Pelajaran Pilihan Kelas XI?
Inilah bagian yang paling penting.
KMA memberikan ruang mata pelajaran pilihan dengan rentang alokasi kelompok pilihan sebesar 720 sampai 900 JP per tahun pada kelas XI.
Dengan perhitungan 36 minggu, rentang tersebut setara dengan:
- 720 JP : 36 = 20 JP per minggu
- 900 JP : 36 = 25 JP per minggu
Jadi kelompok mata pelajaran pilihan kelas XI berada pada rentang 20 sampai 25 JP per minggu.
Angka tersebut perlu dibaca sebagai alokasi kelompok pilihan, bukan berarti peserta didik otomatis mengambil semua mata pelajaran pilihan yang disediakan madrasah.
Bagaimana Menggabungkan Mata Pelajaran Umum dan Pilihan?
Secara sederhana, struktur Fase F kelas XI dapat dibaca seperti berikut:
| Komponen | JP per Tahun | Ekuivalen per Minggu |
|---|---|---|
| Mata pelajaran umum | 972 JP | 27 JP |
| Mata pelajaran pilihan | 720 - 900 JP | 20 - 25 JP |
| Kokurikuler | 108 JP | 3 JP |
Jika ketiga komponen tersebut dijumlahkan, maka struktur pembelajaran berada pada rentang:
27 JP umum + 20–25 JP pilihan + 3 JP kokurikuler = 50–55 JP per minggu.
Perhitungan tersebut merupakan cara membaca struktur alokasi waktu. Implementasi jadwal tetap harus disusun berdasarkan pengorganisasian pembelajaran dan kondisi madrasah.
Contoh Tabel Mata Pelajaran Pilihan Kelas XI
Madrasah wajib menyediakan paling sedikit 7 mata pelajaran pilihan pada Fase F. Misalnya sebuah MA memilih menyediakan pilihan berikut:
| No. | Mata Pelajaran Pilihan | Contoh Alokasi |
|---|---|---|
| 1 | Matematika Tingkat Lanjut | 5 JP per minggu |
| 2 | Fisika | 5 JP per minggu |
| 3 | Kimia | 5 JP per minggu |
| 4 | Biologi | 5 JP per minggu |
| 5 | Ekonomi | 5 JP per minggu |
| 6 | Sosiologi | 5 JP per minggu |
| 7 | Ilmu Tafsir | 4 JP per minggu |
Penting: tabel tersebut adalah contoh pilihan yang disediakan madrasah. Bukan berarti seluruh siswa mengikuti seluruh 7 mata pelajaran tersebut.
Contoh Siswa Memilih Mata Pelajaran
Misalnya madrasah memiliki 200 peserta didik kelas XI dan menyediakan 8 mata pelajaran pilihan.
Setelah dilakukan pemetaan, peserta didik memilih sesuai ketentuan.
| Kelompok Siswa | Contoh Mata Pelajaran Pilihan | Jumlah Pilihan |
|---|---|---|
| Kelompok A | Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi | 4 |
| Kelompok B | Matematika Tingkat Lanjut, Kimia, Biologi, Ekonomi | 4 |
| Kelompok C | Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut | 4 |
| Kelompok D | Matematika Tingkat Lanjut, Fisika, Ekonomi, Sosiologi, Ilmu Tafsir | 5 |
Contoh tersebut menunjukkan bahwa peserta didik dapat mempunyai kombinasi pilihan yang berbeda.
Madrasah kemudian perlu melakukan pemetaan lebih lanjut agar pilihan tersebut dapat dilayani melalui kelompok belajar dan jadwal yang realistis.
Jangan Menganggap 7 Mata Pelajaran Pilihan Berarti 7 Mata Pelajaran untuk Semua Siswa
Kesalahan yang perlu dihindari adalah membuat tabel seperti ini:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Mapel umum | 27 JP |
| 7 mapel pilihan | 35 JP |
| Kokurikuler | 3 JP |
| Total | 65 JP |
Contoh di atas bukan cara yang tepat untuk menghitung beban belajar peserta didik hanya karena madrasah membuka 7 mata pelajaran pilihan.
Jumlah mata pelajaran yang disediakan madrasah tidak sama dengan jumlah mata pelajaran yang diambil oleh setiap peserta didik.
Inilah sebabnya mengapa proses pemetaan pilihan peserta didik menjadi penting.
Struktur Kurikulum Kelas XII
Kelas XII masih berada pada Fase F, tetapi perhitungan alokasi tahunannya menggunakan 32 minggu.
Untuk kelompok mata pelajaran umum, alokasi intrakurikuler adalah 864 JP per tahun, sedangkan alokasi kokurikuler adalah 96 JP per tahun.
Jika dihitung berdasarkan 32 minggu:
- 864 JP : 32 = 27 JP per minggu
- 96 JP : 32 = 3 JP per minggu
Jadi kelompok mata pelajaran umum dan kokurikuler kelas XII juga dapat dibaca sebagai 27 JP intrakurikuler + 3 JP kokurikuler per minggu.
Alokasi Mata Pelajaran Pilihan Kelas XII
Untuk kelompok mata pelajaran pilihan kelas XII, KMA memberikan rentang 640 sampai 800 JP per tahun.
Dengan 32 minggu pembelajaran, perhitungannya menjadi:
- 640 JP : 32 = 20 JP per minggu
- 800 JP : 32 = 25 JP per minggu
Dengan demikian, kelompok mata pelajaran pilihan kelas XII berada pada rentang 20 sampai 25 JP per minggu.
Tabel Ringkas Struktur Fase F Kelas XI dan XII
| Komponen | Kelas XI | Kelas XII |
|---|---|---|
| Minggu per tahun | 36 minggu | 32 minggu |
| Mapel umum | 972 JP/tahun | 864 JP/tahun |
| Ekuivalen mapel umum | 27 JP/minggu | 27 JP/minggu |
| Mapel pilihan | 720–900 JP/tahun | 640–800 JP/tahun |
| Ekuivalen mapel pilihan | 20–25 JP/minggu | 20–25 JP/minggu |
| Kokurikuler | 108 JP/tahun | 96 JP/tahun |
| Ekuivalen kokurikuler | 3 JP/minggu | 3 JP/minggu |
Mengapa JP Tahunan Kelas XI dan XII Berbeda?
Perbedaan tersebut bukan berarti kelas XII memiliki struktur kurikulum yang sama sekali berbeda dari kelas XI.
Perbedaannya terutama terlihat pada jumlah minggu dalam satu tahun pembelajaran yang digunakan dalam struktur.
Karena kelas XI menggunakan 36 minggu dan kelas XII menggunakan 32 minggu, angka JP tahunan otomatis berbeda meskipun ekuivalen mingguannya dapat tetap sama.
Contoh paling mudah adalah mata pelajaran yang dialokasikan 5 JP per minggu:
| Kelas | Perhitungan | JP per Tahun |
|---|---|---|
| XI | 5 x 36 | 180 JP |
| XII | 5 x 32 | 160 JP |
Jadi, jangan menyalin angka tahunan kelas XI ke kelas XII.
Bagaimana Menempatkan Kokurikuler dalam Tabel?
Kokurikuler harus dicantumkan sebagai komponen kegiatan pembelajaran, tetapi jangan diperlakukan sebagai mata pelajaran pilihan baru.
Untuk kelas XI, alokasi kokurikuler dalam struktur tersebut adalah 108 JP per tahun. Untuk kelas XII adalah 96 JP per tahun.
Jika dikonversi berdasarkan jumlah minggu masing-masing, keduanya setara dengan 3 JP per minggu.
| Kelas | JP Kokurikuler per Tahun | Jumlah Minggu | Ekuivalen |
|---|---|---|---|
| XI | 108 JP | 36 minggu | 3 JP/minggu |
| XII | 96 JP | 32 minggu | 3 JP/minggu |
Namun, ekuivalen 3 JP tersebut tidak berarti madrasah harus membuat mata pelajaran bernama "Kokurikuler" yang diajarkan seperti mata pelajaran biasa.
Kokurikuler merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, dan/atau memperkaya pembelajaran intrakurikuler serta mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik.
Contoh Format Tabel Struktur Kurikulum Fase F untuk Dokumen Madrasah
Setelah seluruh komponen dianalisis, madrasah dapat menyusun tabel ringkas seperti berikut.
| No. | Komponen | Kelas XI | Kelas XII | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mata Pelajaran Umum | 972 JP/tahun | 864 JP/tahun | Wajib diikuti |
| 2 | Mata Pelajaran Pilihan | 720–900 JP/tahun | 640–800 JP/tahun | Dipilih sesuai ketentuan |
| 3 | Kokurikuler | 108 JP/tahun | 96 JP/tahun | Kegiatan penguatan pembelajaran |
Tabel tersebut dapat menjadi tabel ringkasan. Untuk Dokumen Kurikulum Madrasah, tabel yang lebih rinci tetap perlu memuat setiap mata pelajaran dan alokasi waktunya sesuai struktur KMA yang berlaku.
Bagaimana Menyusun Tabel yang Tidak Membingungkan?
Ada beberapa prinsip sederhana yang dapat digunakan.
1. Pisahkan mata pelajaran umum dan pilihan
Jangan mencampurkan keduanya dalam satu daftar tanpa penanda kelompok.
2. Pisahkan alokasi tahunan dan mingguan
Gunakan kolom tersendiri supaya pembaca tidak salah membaca angka.
3. Tandai mata pelajaran pilihan
Berikan keterangan bahwa mata pelajaran tersebut termasuk pilihan dan tidak otomatis diikuti seluruh peserta didik.
4. Buat tabel khusus kokurikuler
Jangan menyamakan kokurikuler dengan mata pelajaran.
5. Bedakan kelas XI dan XII
Gunakan kolom terpisah karena jumlah minggu pembelajaran dan JP tahunan berbeda.
Contoh Struktur Sederhana untuk MA yang Menyediakan 7 Pilihan
Misalnya sebuah madrasah menyediakan tujuh pilihan berikut:
| No. | Mata Pelajaran Pilihan | Status |
|---|---|---|
| 1 | Matematika Tingkat Lanjut | Disediakan |
| 2 | Fisika | Disediakan |
| 3 | Kimia | Disediakan |
| 4 | Biologi | Disediakan |
| 5 | Ekonomi | Disediakan |
| 6 | Sosiologi | Disediakan |
| 7 | Ilmu Tafsir | Disediakan |
Selanjutnya peserta didik melakukan pemilihan sesuai ketentuan.
Jangan langsung membuat tabel:
XI IPA = Matematika Tingkat Lanjut + Fisika + Kimia + Biologi
XI IPS = Ekonomi + Sosiologi + Geografi + Sejarah
karena pola tersebut kembali memaknai pilihan mata pelajaran sebagai paket jurusan.
Yang lebih tepat adalah memetakan pilihan peserta didik berdasarkan mata pelajaran yang dipilih dan kemudian mengorganisasikan kelompok pembelajaran.
Bagaimana Jika Peminat Mata Pelajaran Sedikit?
Ini merupakan persoalan yang perlu dipertimbangkan sejak awal oleh kepala madrasah.
Misalnya madrasah menyediakan tujuh mata pelajaran, tetapi setelah survei ternyata salah satu mata pelajaran hanya dipilih oleh sedikit peserta didik.
Madrasah perlu mengevaluasi penyelenggaraannya dengan mempertimbangkan ketentuan, sumber daya, kebutuhan peserta didik, dan kemampuan pengelolaan pembelajaran.
Karena itu, menentukan mata pelajaran pilihan harus didasarkan pada analisis, bukan hanya keinginan untuk memperbanyak pilihan.
Hubungan Struktur Kurikulum dengan Jadwal Pelajaran
Setelah struktur kurikulum selesai, barulah tim kurikulum masuk ke penyusunan jadwal.
Urutan yang disarankan:
- Menetapkan struktur kurikulum.
- Menentukan mata pelajaran pilihan yang disediakan.
- Memetakan pilihan peserta didik.
- Mengelompokkan peserta didik.
- Menghitung kebutuhan guru.
- Menghitung kebutuhan ruang.
- Menyusun jadwal.
Dengan demikian, jadwal merupakan turunan dari struktur kurikulum, bukan sebaliknya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Tabel
Kesalahan 1: Menjumlahkan semua mata pelajaran pilihan untuk setiap siswa
Madrasah menyediakan sejumlah pilihan, tetapi peserta didik tidak otomatis mengikuti semuanya.
Kesalahan 2: Menganggap 7 pilihan berarti 7 jurusan
Jumlah mata pelajaran pilihan tidak sama dengan jumlah jurusan.
Kesalahan 3: Menyamakan kelas XI dan XII
Perhitungan tahunan kelas XI dan XII berbeda karena jumlah minggu pembelajaran berbeda.
Kesalahan 4: Menjadikan kokurikuler sebagai mata pelajaran
Kokurikuler adalah komponen kegiatan pembelajaran, bukan mata pelajaran pilihan baru.
Kesalahan 5: Membuat jadwal sebelum struktur selesai
Jadwal sebaiknya disusun setelah struktur, pilihan peserta didik, kelompok belajar, dan kebutuhan guru dianalisis.
Checklist Struktur Kurikulum MA Fase F
- ☐ Fase F sudah diterapkan untuk kelas XI dan XII.
- ☐ Mata pelajaran umum sudah dicantumkan.
- ☐ Mata pelajaran pilihan sudah ditentukan.
- ☐ Madrasah menyediakan paling sedikit 7 mata pelajaran pilihan.
- ☐ Mekanisme pemilihan 4–5 mata pelajaran oleh peserta didik sudah disiapkan.
- ☐ Alokasi JP kelas XI sudah dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.
- ☐ Alokasi JP kelas XII tidak disamakan dengan kelas XI.
- ☐ Kokurikuler dicantumkan sebagai komponen kegiatan pembelajaran.
- ☐ Mata pelajaran pilihan tidak diperlakukan otomatis sebagai jurusan.
- ☐ Pilihan peserta didik sudah dipetakan.
- ☐ Kebutuhan guru sudah dihitung.
- ☐ Jadwal dibuat setelah struktur kurikulum selesai.
Kesimpulan
Contoh tabel struktur kurikulum MA Fase F harus dibangun dari ketentuan KMA 1503 Tahun 2025, bukan dari kebiasaan pembagian jurusan lama.
Untuk kelas XI, kelompok mata pelajaran umum memiliki alokasi 972 JP intrakurikuler dan 108 JP kokurikuler dalam struktur tahunan. Kelompok mata pelajaran pilihan berada pada rentang 720–900 JP per tahun.
Untuk kelas XII, kelompok mata pelajaran umum memiliki alokasi 864 JP intrakurikuler dan 96 JP kokurikuler, sedangkan kelompok mata pelajaran pilihan berada pada rentang 640–800 JP per tahun.
Perbedaan angka tahunan tersebut berkaitan dengan jumlah minggu pembelajaran: 36 minggu untuk kelas XI dan 32 minggu untuk kelas XII.
Yang paling penting, madrasah harus membedakan antara mata pelajaran yang disediakan dengan mata pelajaran yang dipilih peserta didik. Madrasah menyediakan paling sedikit tujuh mata pelajaran pilihan, sedangkan peserta didik memilih empat sampai lima mata pelajaran sesuai ketentuan.
Dengan pemahaman tersebut, tabel struktur kurikulum tidak lagi sekadar menjadi tabel administrasi, tetapi menjadi dasar untuk mengatur kelompok belajar, kebutuhan guru, jadwal, dan pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Aliyah.
Pembahasan Selanjutnya: Cara Menghitung JP Struktur Kurikulum MA
Setelah mengetahui bentuk tabelnya, persoalan berikutnya adalah bagaimana menghitung JP secara tepat.
Pembahasan berikutnya akan membedah:
- rumus mengubah JP tahunan menjadi JP mingguan;
- perhitungan kelas XI dengan 36 minggu;
- perhitungan kelas XII dengan 32 minggu;
- perhitungan mata pelajaran pilihan 4 JP dan 5 JP;
- perhitungan kokurikuler;
- contoh total beban belajar peserta didik;
- dan kesalahan perhitungan yang sering terjadi dalam Dokumen Kurikulum Madrasah.
Dengan demikian, tim kurikulum tidak hanya memiliki contoh tabel, tetapi juga memahami cara menghitung setiap angka di dalam tabel tersebut.
Sumber utama: Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.
Sumber pendukung: Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025.
Catatan: Contoh pemetaan peserta didik dan contoh mata pelajaran dalam artikel ini merupakan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Struktur kurikulum final harus disesuaikan dengan tabel resmi KMA 1503 Tahun 2025, kondisi madrasah, serta ketentuan lain yang berlaku.
