Muhasabah di Awal Tahun
Khutbah Jumat 1 Januari 2027 ini mengangkat tema waktu adalah modal kehidupan, sebagai bahan muhasabah di awal tahun. Naskah berisi empat renungan: Allah bersumpah demi waktu, umur akan dimintai pertanggungjawaban, menghisab diri sebelum dihisab, serta menyusun rencana kebaikan dan menjaga istiqamah. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih, dilengkapi pesan Umar bin Khattab dan Hasan al-Bashri.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang surga di telapak kaki ibu juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Waktu adalah Modal Kehidupan: Muhasabah di Awal Tahun |
| Untuk Jumat | 1 Januari 2027 |
| Momentum | Awal tahun 2027 |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 1 Januari 2027: Waktu adalah Modal Kehidupan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (آل عمران: ٢٠٠)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt., bersabar dalam ketaatan, menguatkan kesabaran, dan terus bersiaga dalam kebaikan, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.
Hari ini adalah hari pertama tahun 2027. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka di kalender. Ia adalah pengingat bahwa umur kita telah berkurang satu tahun, dan jatah hidup kita di dunia semakin pendek. Maka marilah kita jadikan awal tahun ini sebagai saat untuk merenung dan menata langkah. Setidaknya ada empat renungan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, Allah bersumpah demi waktu
Allah Swt. berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3)
Imam Syafi'i, sebagaimana dinukil Ibnu Katsir, berkata bahwa seandainya manusia mau merenungkan surat ini, niscaya surat ini sudah cukup bagi mereka. Allah bersumpah dengan waktu karena waktu adalah modal hidup manusia. Siapa yang tidak mengisinya dengan iman dan amal saleh, ia akan merugi.
Kedua, umur akan dimintai pertanggungjawaban
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan." (HR. Tirmidzi)
Hasan al-Bashri pernah berpesan: "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka berlalu pula sebagian dari dirimu." Setahun yang lalu telah pergi dan tidak akan kembali. Yang tersisa hanyalah catatan amal yang kita bawa.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, menghisab diri sebelum dihisab
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berpesan:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوهَا قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah (amal) diri kalian sebelum kalian ditimbang." (Atsar Umar bin Khattab, diriwayatkan oleh Tirmidzi)
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: bagaimana shalat kita selama setahun ini? Berapa kali kita mengkhatamkan Al-Qur'an? Sudahkah kita berbakti kepada orang tua, menunaikan hak keluarga, dan melunasi utang? Berapa banyak waktu yang habis di depan layar tanpa manfaat? Jawaban yang jujur atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah awal dari perbaikan.
Keempat, menyusun rencana kebaikan dan menjaga istiqamah
Muhasabah tidak cukup dengan penyesalan. Ia harus dilanjutkan dengan rencana. Tentukan target kebaikan yang sederhana namun terukur untuk tahun ini, misalnya menjaga shalat subuh berjamaah, membaca Al-Qur'an setiap hari walau sedikit, atau bersedekah rutin setiap pekan. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus dikerjakan, walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita sadari nilai waktu, ingat bahwa umur akan ditanya, hisablah diri sebelum dihisab, dan susun rencana kebaikan yang kita jaga dengan istiqamah. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa amal, sebagaimana pesan Allah kepada Rasul-Nya:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
"Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." (QS. Al-Insyirah: 7–8)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَاغْتَنِمُوا أَوْقَاتَكُمْ فِي طَاعَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ الْأَيَّامَ تَمْضِي وَلَا تَعُودُ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَوْقَاتِنَا، وَاجْعَلْهَا عَامِرَةً بِطَاعَتِكَ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الِاسْتِقَامَةَ عَلَى طَاعَتِكَ، وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Surga di Telapak Kaki Ibu: Meneladani Bakti kepada Ibu KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 8 JANUARI 2027
Shalat, Hadiah Agung Isra Mi'raj▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 1 Januari 2027
Apa tema khutbah Jumat 1 Januari 2027 ini?
Temanya adalah waktu adalah modal kehidupan, sebagai muhasabah di awal tahun, dengan empat renungan: sumpah Allah demi waktu, umur akan ditanya, menghisab diri, dan menyusun rencana kebaikan dengan istiqamah.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 1 Januari 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 1 Januari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
