Menjaga Tiang Agama dalam Kehidupan
Khutbah Jumat 8 Januari 2027 ini mengangkat tema shalat sebagai hadiah agung Isra Mi'raj, bertepatan dengan peringatan Isra Mi'raj 27 Rajab 1448 H. Naskah berisi empat pelajaran: Isra Mi'raj sebagai penghiburan dan ujian iman, shalat yang diterima langsung tanpa perantara, shalat sebagai amal pertama yang dihisab, dan cara menjaga shalat dengan sebaik-baiknya. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang waktu adalah modal kehidupan juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Shalat, Hadiah Agung Isra Mi'raj: Menjaga Tiang Agama dalam Kehidupan |
| Untuk Jumat | 8 Januari 2027 |
| Momentum | Isra Mi'raj (27 Rajab 1448 H) |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 6 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 8 Januari 2027: Shalat, Hadiah Agung Isra Mi'raj
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة: ٢١)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. dengan beribadah kepada-Nya, Tuhan yang telah menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita. Ibadah yang benar adalah jalan menuju takwa.
Beberapa hari lalu, pada tanggal 27 Rajab, umat Islam di negeri kita memperingati peristiwa Isra Mi'raj. Peristiwa agung ini tidak hanya menunjukkan kekuasaan Allah, tetapi juga membawa hadiah yang sangat berharga bagi umat Nabi Muhammad ﷺ, yaitu perintah shalat lima waktu. Marilah kita renungkan empat pelajaran dari peristiwa ini.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, Isra Mi'raj adalah penghiburan dan ujian keimanan
Allah Swt. berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra': 1)
Peristiwa ini terjadi setelah masa-masa berat yang dialami Rasulullah ﷺ, ketika beliau kehilangan Khadijah dan Abu Thalib, serta mendapat penolakan keras dari penduduk Thaif. Isra Mi'raj adalah penghiburan dari Allah. Peristiwa ini juga menguji keimanan para sahabat. Ketika kaum Quraisy mendustakannya, Abu Bakar justru berkata: "Jika beliau yang mengatakannya, maka itu pasti benar." Sejak itulah ia digelari Ash-Shiddiq.
Kedua, shalat diterima langsung tanpa perantara
Seluruh kewajiban lain disampaikan kepada Rasulullah ﷺ melalui Malaikat Jibril di bumi. Hanya shalat yang diterima langsung oleh beliau di Sidratul Muntaha. Semula diwajibkan lima puluh kali sehari, lalu atas kasih sayang Allah diringankan menjadi lima waktu, dengan pahala yang tetap lima puluh. Allah berfirman dalam hadis yang panjang tentang Isra Mi'raj:
هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ، لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ
"Ia (shalat) lima waktu, namun (pahalanya) lima puluh. Tidak ada perubahan keputusan di sisi-Ku." (HR. Bukhari)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, shalat adalah amal pertama yang dihisab
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
"Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia beruntung dan selamat. Jika shalatnya rusak, maka ia merugi dan celaka." (HR. Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Shalat adalah ukuran pertama keberhasilan hidup seorang muslim. Sebanyak apa pun amal lainnya, semuanya bermula dari shalat. Maka jangan pernah meremehkannya, sesibuk apa pun urusan kita.
Keempat, menjaga shalat dengan sebaik-baiknya
Ketika ditanya tentang amal yang paling dicintai Allah, Rasulullah ﷺ menjawab: "Shalat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda bahwa shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian (HR. Bukhari dan Muslim). Allah pun menyebut orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya sebagai orang yang beruntung (QS. Al-Mu'minun: 1–2).
Mari kita jaga shalat dengan tiga hal: tepat waktu, berjamaah sedapat mungkin, dan khusyuk. Lalu ajaklah keluarga kita, karena kita adalah pemimpin bagi mereka. Allah Swt. berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaha: 132)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita jadikan peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum memperbaiki shalat kita: menyadari bahwa shalat adalah hadiah langsung dari Allah, amal pertama yang dihisab, dan tiang kehidupan seorang muslim. Jagalah ia dengan tepat waktu, berjamaah, dan khusyuk, serta ajaklah keluarga kita untuk menegakkannya.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ رَحْمَةً وَنُورًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَحَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى، وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ، وَأْمُرُوا أَهْلِيكُمْ بِالصَّلَاةِ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ، وَعَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الصَّلَاةَ قُرَّةَ أَعْيُنِنَا، وَنُورًا فِي قُلُوبِنَا وَقُبُورِنَا.
اللَّهُمَّ اهْدِ أَبْنَاءَنَا وَأَهْلِينَا إِلَى إِقَامَةِ الصَّلَاةِ، وَثَبِّتْنَا عَلَيْهَا حَتَّى نَلْقَاكَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Waktu adalah Modal Kehidupan: Muhasabah di Awal Tahun KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 15 JANUARI 2027
Sya'ban, Bulan Diangkatnya Amal: Saatnya Bersiap Menuju Ramadhan▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 8 Januari 2027
Apa tema khutbah Jumat 8 Januari 2027 ini?
Temanya adalah shalat sebagai hadiah agung Isra Mi'raj, dengan empat pelajaran: penghiburan dan ujian iman, shalat diterima langsung, shalat amal pertama yang dihisab, dan menjaga shalat dengan sebaik-baiknya.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah fokus pada isi peristiwa Isra Mi'raj dan kewajiban shalat yang disepakati, tanpa membahas tata cara peringatan yang diperselisihkan.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 8 Januari 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 8 Januari 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
