Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Khutbah Jumat 4 Juni 2027 ini mengangkat tema menyambut Tahun Baru Hijriah 1449: hijrah menuju pribadi yang lebih baik, disampaikan menjelang 1 Muharram 1449 H. Naskah berisi empat pelajaran: hijrah sebagai tonggak sejarah umat, makna hijrah bagi kita hari ini, bermuhasabah sebelum dihisab, serta meluruskan niat dan mengambil langkah nyata. Dalilnya bersumber dari Al-Qur'an, hadis sahih, dan pesan Umar bin Khattab.
Bapak-bapak khatib dapat membaca naskah lengkapnya langsung di halaman ini, melihat preview file PDF-nya, lalu mengunduhnya secara gratis untuk dicetak. Naskah pekan lalu tentang menepati janji, menjaga amanah juga masih dapat Bapak baca dan unduh.
Informasi File Khutbah
| Judul | Menyambut Tahun Baru Hijriah 1449: Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik |
| Untuk Jumat | 4 Juni 2027 |
| Momentum | Menjelang 1 Muharram 1449 H |
| Isi | Khutbah pertama (Arab & Indonesia) dan khutbah kedua (full bahasa Arab) |
| Format | PDF, ukuran A4, 5 halaman, siap cetak |
| Perkiraan durasi | ±13–15 menit (khutbah pertama, tempo sedang) |
Naskah Khutbah Jumat 4 Juni 2027: Menyambut Tahun Baru Hijriah 1449
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (الحشر: ١٨)
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kepada Allah Swt. Ayat yang baru saja kita dengar mengingatkan kita: wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.
Dalam hitungan hari, kita akan memasuki tahun baru Hijriah 1449. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, melainkan tanda bahwa jatah umur kita semakin berkurang. Momentum ini sangat tepat untuk merenungkan makna hijrah dan menjadikannya titik awal perubahan diri. Marilah kita renungkan empat pelajaran berikut.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pertama, hijrah sebagai tonggak sejarah umat
Ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu bermusyawarah dengan para sahabat untuk menetapkan awal kalender Islam, ada yang mengusulkan hari kelahiran Nabi ﷺ, ada pula yang mengusulkan hari wafat beliau. Akhirnya disepakati peristiwa hijrah sebagai permulaannya, atas usulan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Mengapa hijrah? Karena hijrah adalah titik balik: dari tekanan menuju kebebasan berdakwah, dari keterasingan menuju terbentuknya masyarakat yang bersatu di Madinah.
Para sahabat memahami bahwa hijrah bukan pelarian, tetapi perjuangan yang menuntut pengorbanan harta, tenaga, dan perasaan, demi meraih ridha Allah.
Kedua, makna hijrah bagi kita hari ini
Hijrah dalam arti berpindah dari Makkah ke Madinah telah selesai. Namun hijrah dalam arti meninggalkan keburukan tetap terbuka bagi setiap muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari (gangguan) lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari)
Hijrah kita adalah meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik: dari lalai shalat menuju shalat tepat waktu, dari lisan yang menyakiti menuju lisan yang menyejukkan, dari waktu yang sia-sia menuju waktu yang bermanfaat.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketiga, bermuhasabah sebelum dihisab
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berpesan:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang." (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi)
Di penghujung tahun ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah shalat kita lebih baik dari tahun lalu? Sudahkah kita membaca Al-Qur'an lebih sering? Adakah hak orang lain yang belum kita tunaikan? Adakah orang tua, saudara, atau tetangga yang hatinya pernah kita lukai? Muhasabah yang jujur adalah langkah pertama menuju perbaikan.
Keempat, meluruskan niat dan mengambil langkah nyata
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Niat yang lurus harus diikuti langkah nyata. Tidak perlu menunggu perubahan besar; mulailah dari satu kebiasaan baik yang dijaga terus-menerus. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim).
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita sambut tahun baru Hijriah dengan empat bekal: meneladani semangat hijrah para sahabat, meninggalkan apa yang dilarang Allah, bermuhasabah sebelum dihisab, serta meluruskan niat dan mengambil langkah nyata. Semoga kita termasuk orang yang disebut dalam firman Allah:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 218)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَاهْجُرُوا مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ، وَحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ، وَعَنِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا أَوَاخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا.
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Preview File PDF Khutbah
Lihat tampilan PDF siap cetak sebelum mengunduh.
Keunggulan Naskah Khutbah Ini
Menepati Janji, Menjaga Amanah KHUTBAH JUMAT BERIKUTNYA • 11 JUNI 2027
Hikmah Asyura: Syukur atas Pertolongan Allah kepada Nabi Musa▶
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 4 Juni 2027
Apa tema khutbah Jumat 4 Juni 2027 ini?
Temanya adalah menyambut Tahun Baru Hijriah 1449 dengan semangat hijrah, berisi empat pelajaran: sejarah hijrah, makna hijrah hari ini, muhasabah, serta niat dan langkah nyata.
Apakah khutbah ini cocok untuk semua kalangan?
Ya. Naskah disusun dengan dalil yang disepakati dan tidak menyinggung persoalan khilafiyah, sehingga cocok untuk jamaah dari berbagai latar belakang.
Berapa lama durasi khutbah ini?
Khutbah pertama sekitar 13–15 menit jika dibaca dengan tempo sedang, ditambah khutbah kedua yang singkat dalam bahasa Arab.
Bagaimana cara download file PDF-nya?
Klik tombol Download PDF di bagian atas artikel. File akan terunduh langsung dari Google Drive tanpa perlu login.
Bolehkah naskah ini diubah atau disesuaikan?
Boleh. Khatib dipersilakan menyesuaikan contoh dan penekanan materi dengan kondisi jamaah masing-masing.
Siap dibawakan Jumat ini? Unduh naskahnya sekarang.
⬇ Download Khutbah Jumat 4 Juni 2027 (PDF)Semoga naskah khutbah Jumat 4 Juni 2027 ini bermanfaat bagi para khatib dan menjadi jalan kebaikan bagi jamaah. Jika dirasa bermanfaat, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan khatib dan pengurus masjid lainnya.
