Portal Berita & Informasi Madrasah Media Guru & Tenaga Kependidikan
KMA 1503 Tahun 2025

Kokurikuler MA Berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025: Pengertian, Contoh, dan Cara Implementasinya

 


Kokurikuler MA Berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025: Pengertian, Contoh, dan Cara Implementasinya

Setelah memahami struktur kurikulum, mata pelajaran pilihan, contoh tabel struktur, dan cara menghitung JP, ada satu bagian penting yang perlu dibahas lebih lanjut, yaitu kokurikuler Madrasah Aliyah (MA).

Kokurikuler menjadi bagian penting dalam implementasi kurikulum karena pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada kegiatan intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler dapat digunakan untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya pembelajaran sekaligus mendukung perkembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Dalam KMA 1503 Tahun 2025, madrasah diberikan ruang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan kondisi masing-masing. Karena itu, bentuk kegiatan kokurikuler dapat disesuaikan dengan karakteristik madrasah dan kebutuhan peserta didik.

Artikel ini merupakan bagian terakhir dari seri pembahasan Struktur Kurikulum MA Fase E dan Fase F berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025.

Apa Itu Kokurikuler Menurut KMA 1503 Tahun 2025?

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Dengan pengertian tersebut, kokurikuler tidak seharusnya dipahami sebagai mata pelajaran baru.

Kokurikuler merupakan ruang bagi madrasah untuk membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual melalui kegiatan yang memungkinkan peserta didik menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, lingkungan, permasalahan nyata, kolaborasi, dan refleksi.

Dengan kata lain, kegiatan kokurikuler dapat menjadi jembatan antara apa yang dipelajari peserta didik di kelas dengan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dalam kehidupan nyata.

Mengapa Kokurikuler Penting dalam Struktur Kurikulum MA?

Kegiatan intrakurikuler memiliki fokus utama pada pembelajaran mata pelajaran. Sementara itu, kokurikuler memberikan ruang untuk memperkuat pengalaman belajar melalui kegiatan yang lebih terintegrasi.

Melalui kegiatan kokurikuler, peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk:

  • memperdalam materi yang telah dipelajari;
  • menghubungkan beberapa mata pelajaran;
  • mengembangkan kemampuan bekerja sama;
  • menyelesaikan masalah nyata;
  • mengembangkan karakter;
  • melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar; dan
  • menerapkan pengetahuan dalam konteks kehidupan.

Karena itu, kokurikuler sebaiknya tidak hanya dilihat sebagai tambahan aktivitas di luar kelas. Kegiatan tersebut perlu dirancang sebagai bagian dari pengalaman belajar peserta didik.

Apakah Kokurikuler Sama dengan Mata Pelajaran?

Tidak.

Kokurikuler bukan mata pelajaran baru yang harus ditambahkan ke dalam daftar mata pelajaran MA.

Misalnya madrasah membuat kegiatan proyek lingkungan yang melibatkan mata pelajaran Biologi, Kimia, Fikih, dan Bahasa Indonesia.

Kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk pembelajaran lintas disiplin. Peserta didik dapat mempelajari masalah lingkungan dari beberapa sudut pandang sekaligus.

Dengan demikian, kokurikuler lebih tepat dipahami sebagai pengorganisasian pengalaman belajar, bukan sekadar penambahan nama mata pelajaran.

Berapa Alokasi JP Kokurikuler MA?

Dalam struktur kurikulum MA yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, kokurikuler memiliki alokasi yang perlu diperhitungkan dalam struktur pembelajaran.

Untuk kelas XI, alokasi kokurikuler adalah 108 JP per tahun. Dengan 36 minggu pembelajaran, angka tersebut setara dengan:

108 JP ÷ 36 minggu = 3 JP per minggu.

Sedangkan kelas XII memiliki alokasi 96 JP per tahun. Dengan 32 minggu pembelajaran:

96 JP ÷ 32 minggu = 3 JP per minggu.

Kelas Fase JP Kokurikuler/Tahun Ekuivalen
X Fase E 108 JP 3 JP/minggu
XI Fase F 108 JP 3 JP/minggu
XII Fase F 96 JP 3 JP/minggu

Perhitungan tersebut membantu madrasah memahami posisi kokurikuler dalam struktur waktu pembelajaran.

Apakah 3 JP Kokurikuler Harus Dilaksanakan Setiap Minggu?

Tidak harus dipahami sebagai satu kegiatan yang selalu berlangsung dalam bentuk 3 JP setiap minggu.

Angka JP merupakan bagian dari struktur alokasi waktu. Cara pengorganisasian kegiatan di lapangan dapat dirancang oleh madrasah sesuai dengan karakter kegiatan dan kondisi satuan pendidikan.

Misalnya, madrasah dapat merancang kegiatan kokurikuler dalam bentuk kegiatan terintegrasi yang membutuhkan waktu lebih panjang pada periode tertentu, kemudian disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia dalam struktur.

Yang penting adalah perencanaan dan pelaksanaannya tetap terukur serta tidak mengabaikan alokasi pembelajaran yang telah ditetapkan.

Contoh Bentuk Kegiatan Kokurikuler MA

Bentuk kegiatan kokurikuler dapat dikembangkan sesuai kebutuhan madrasah. Beberapa bentuk yang relevan antara lain:

  • pembelajaran kolaboratif lintas disiplin;
  • proyek pemecahan masalah di lingkungan sekitar;
  • kegiatan penelitian sederhana;
  • kegiatan literasi dan pengembangan karya;
  • kegiatan sosial dan kemasyarakatan;
  • kegiatan berbasis lingkungan;
  • kegiatan penguatan karakter;
  • kegiatan kolaboratif berbasis cinta; dan
  • bentuk kegiatan lain yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

Panduan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan contoh kokurikuler berupa kegiatan lintas ilmu antara Aqidah Akhlak dan IPA dengan tema cinta Allah dan Rasul-Nya serta cinta lingkungan. Contoh tersebut menggunakan pendekatan experiential learning dan aktivitas langsung di lingkungan. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Contoh Kokurikuler MA Berbasis Lingkungan

Salah satu contoh sederhana adalah kegiatan Madrasah Peduli Lingkungan.

Kegiatan dapat menggabungkan beberapa mata pelajaran.

Mata Pelajaran Kontribusi
Biologi Mengidentifikasi kondisi lingkungan dan ekosistem
Kimia Mengenal pencemaran dan kualitas bahan
Geografi Menganalisis kondisi lingkungan sekitar
Fikih Mengaitkan kebersihan dan tanggung jawab manusia
Bahasa Indonesia Menyusun laporan dan mempresentasikan hasil

Peserta didik kemudian melakukan observasi, mengumpulkan data, mendiskusikan masalah, menyusun solusi, dan mempresentasikan hasilnya.

Model seperti ini membuat satu kegiatan dapat menghubungkan beberapa kompetensi sekaligus.

Contoh Kokurikuler MA Berbasis Kewirausahaan

Madrasah juga dapat membuat kegiatan kokurikuler bertema kewirausahaan.

Contohnya adalah Proyek Produk Lokal Madrasah.

  1. Peserta didik mengidentifikasi potensi produk di lingkungan sekitar.
  2. Peserta didik melakukan survei sederhana.
  3. Peserta didik menghitung kebutuhan bahan dan biaya.
  4. Peserta didik membuat rancangan produk.
  5. Peserta didik membuat produk secara berkelompok.
  6. Peserta didik menyusun strategi pemasaran.
  7. Peserta didik mempresentasikan hasil.
  8. Peserta didik melakukan refleksi terhadap proses.

Kegiatan tersebut dapat mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan.

Contoh Kokurikuler MA Berbasis Literasi

Contoh lainnya adalah Proyek Literasi Isu Lokal.

Peserta didik memilih satu persoalan yang terdapat di lingkungan sekitar, kemudian melakukan pengumpulan informasi dari berbagai sumber.

Hasil akhirnya dapat berupa:

  • artikel;
  • laporan penelitian sederhana;
  • infografis;
  • poster;
  • presentasi;
  • video edukasi; atau
  • kampanye literasi.

Kegiatan tersebut dapat dirancang lintas mata pelajaran sehingga peserta didik tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memahami proses memperoleh dan mengolah informasi.

Apa Hubungan Kokurikuler dengan Kurikulum Berbasis Cinta?

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kokurikuler.

Panduan KBC menjelaskan bahwa KBC menjadi jiwa bagi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Nilai-nilai cinta dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan berbagai aktivitas madrasah. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Dengan demikian, KBC tidak harus dibuat sebagai mata pelajaran tersendiri.

Nilai-nilai KBC dapat masuk melalui tema, aktivitas, metode pembelajaran, budaya madrasah, dan pengalaman belajar peserta didik.

Mengenal Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta

Panduan Kurikulum Berbasis Cinta menggunakan lima topik utama yang dikenal sebagai Panca Cinta.

No. Topik Panca Cinta Contoh Arah Pengembangan
1 Cinta Allah dan Rasul-Nya Keimanan, keteladanan, ibadah dan akhlak
2 Cinta Ilmu Semangat belajar, rasa ingin tahu dan pengembangan pengetahuan
3 Cinta Lingkungan Menjaga alam dan lingkungan
4 Cinta Diri dan Sesama Empati, kepedulian, hubungan sosial dan akhlak
5 Cinta Tanah Air Kebangsaan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap bangsa

Panduan KBC menjelaskan bahwa lima topik tersebut digunakan untuk mempermudah integrasi nilai cinta ke dalam kurikulum yang sudah ada. :contentReference[oaicite:4]{index=4}

Contoh Kokurikuler yang Mengintegrasikan Panca Cinta

Sebagai contoh, madrasah dapat mengambil tema Cinta Lingkungan.

Kegiatan dapat diberi nama:

Proyek Madrasah Hijau: Mengurangi Sampah Plastik

Kegiatan dapat melibatkan beberapa mata pelajaran dan menghasilkan produk nyata.

  1. Peserta didik mengidentifikasi masalah sampah di madrasah.
  2. Peserta didik mengumpulkan data.
  3. Peserta didik mengelompokkan jenis sampah.
  4. Peserta didik menganalisis sumber masalah.
  5. Peserta didik menyusun solusi.
  6. Peserta didik membuat kampanye.
  7. Peserta didik menerapkan solusi.
  8. Peserta didik melakukan refleksi.

Nilai KBC dapat dimasukkan melalui pembahasan cinta terhadap lingkungan, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, dan cinta terhadap ilmu.

Apakah KBC Harus Menjadi Kegiatan Kokurikuler?

Tidak.

KBC dapat hadir dalam berbagai bagian kehidupan pembelajaran di madrasah.

Panduan KBC bahkan memberikan contoh implementasi pada beberapa ruang, yaitu intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta iklim atau budaya madrasah. :contentReference[oaicite:5]{index=5}

Karena itu, madrasah tidak perlu memaksa seluruh implementasi KBC menjadi satu jenis kegiatan kokurikuler.

Nilai KBC justru dapat diintegrasikan sesuai karakter kegiatan.

Lalu Bagaimana dengan Istilah P5RA?

Istilah P5RA banyak digunakan dalam pembahasan implementasi kurikulum madrasah pada periode sebelumnya.

Namun, ketika menyusun dokumen berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025, madrasah perlu berhati-hati dalam menggunakan istilah dan tidak langsung menyamakan setiap kegiatan kokurikuler dengan P5RA.

Dalam dokumen sumber yang menjadi dasar artikel ini, pembahasan kokurikuler dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta memiliki kerangka tersendiri.

Karena itu, untuk dokumen kurikulum madrasah yang disusun berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025, sebaiknya istilah, struktur kegiatan, tujuan, alokasi waktu, dan bentuk pelaksanaan disesuaikan dengan pedoman yang benar-benar digunakan oleh madrasah.

Kokurikuler Bukan Sekadar Kegiatan Tambahan

Salah satu kesalahan dalam pelaksanaan kokurikuler adalah menjadikannya sekadar kegiatan tambahan.

Misalnya, madrasah membuat kegiatan bersih-bersih selama beberapa jam kemudian langsung menyebutnya sebagai program kokurikuler tanpa tujuan pembelajaran yang jelas.

Kegiatan seperti itu akan lebih kuat jika dirancang dengan tujuan, aktivitas, produk, dan refleksi yang jelas.

Contohnya:

Komponen Contoh
Tema Pengelolaan Sampah Madrasah
Masalah Sampah plastik meningkat
Aktivitas Observasi dan pengumpulan data
Kolaborasi Lintas mata pelajaran
Produk Laporan dan kampanye
Refleksi Peserta didik mengevaluasi proses dan hasil

Langkah Menyusun Program Kokurikuler MA

Madrasah dapat menggunakan alur sederhana berikut.

1. Menentukan masalah atau tema

Pilih tema yang dekat dengan kehidupan peserta didik dan relevan dengan tujuan pembelajaran.

2. Menentukan tujuan

Tentukan pengetahuan, keterampilan, karakter, atau kompetensi yang ingin dikembangkan.

3. Menentukan mata pelajaran yang terlibat

Jika kegiatan bersifat lintas disiplin, tentukan kontribusi masing-masing mata pelajaran.

4. Menentukan aktivitas

Susun aktivitas yang memungkinkan peserta didik mengalami proses belajar secara langsung.

5. Menentukan produk atau hasil

Produk dapat berupa laporan, presentasi, karya, kampanye, prototipe, atau bentuk lain yang sesuai.

6. Menentukan refleksi

Peserta didik diberi kesempatan untuk melihat kembali apa yang dipelajari dan bagaimana pengalaman tersebut dapat diterapkan.

7. Menentukan asesmen

Asesmen disesuaikan dengan tujuan kegiatan dan tidak hanya berfokus pada produk akhir.

Contoh Format Sederhana Program Kokurikuler MA

Komponen Isi
Nama kegiatan Proyek Madrasah Hijau
Kelas XI MA
Tema Cinta Lingkungan
Mata pelajaran Biologi, Kimia, Geografi, Fikih, Bahasa Indonesia
Masalah Pengelolaan sampah di lingkungan madrasah
Aktivitas Observasi, pengumpulan data, analisis dan aksi
Produk Laporan dan kampanye lingkungan
Refleksi Refleksi individu dan kelompok
Asesmen Proses, kolaborasi, produk dan refleksi

Bagaimana Menempatkan Kokurikuler dalam Dokumen Kurikulum Madrasah?

Program kokurikuler sebaiknya tidak berdiri sendiri tanpa hubungan dengan dokumen kurikulum madrasah.

Madrasah dapat menjelaskan sekurang-kurangnya:

  • latar belakang program;
  • tujuan;
  • prinsip pelaksanaan;
  • alokasi waktu;
  • tema atau kegiatan;
  • pihak yang terlibat;
  • mekanisme pelaksanaan;
  • asesmen;
  • dokumentasi; dan
  • evaluasi serta tindak lanjut.

Dengan demikian, program kokurikuler menjadi bagian dari perencanaan kurikulum, bukan sekadar agenda kegiatan.

Prinsip Penting dalam Menyusun Kokurikuler MA

  • Relevan: kegiatan berkaitan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik.
  • Terencana: memiliki tujuan, aktivitas dan hasil yang jelas.
  • Kontekstual: memanfaatkan persoalan nyata di lingkungan.
  • Kolaboratif: memungkinkan kerja sama peserta didik dan guru.
  • Terintegrasi: dapat menghubungkan beberapa kompetensi atau mata pelajaran.
  • Reflektif: memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengevaluasi pengalaman.
  • Fleksibel: dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing madrasah.

Prinsip fleksibilitas tersebut sejalan dengan ketentuan bahwa madrasah dapat mengembangkan kurikulum sesuai visi, misi, tujuan, dan kondisi masing-masing. :contentReference[oaicite:6]{index=6}

Hubungan Struktur Kurikulum, JP, dan Kokurikuler

Jika seluruh seri artikel ini dirangkai, alurnya menjadi lebih mudah dipahami.

Tahap Yang Dipahami
1 Struktur Kurikulum MA Fase E dan Fase F
2 Mata Pelajaran Pilihan Fase F
3 Contoh Tabel Struktur Kurikulum
4 Cara Menghitung JP
5 Kokurikuler dan implementasinya

Dengan urutan tersebut, tim kurikulum dapat bergerak dari memahami regulasi hingga menyusun implementasi yang lebih operasional.

Artikel Terkait Struktur Kurikulum MA

Untuk membaca seri pembahasan secara berurutan, berikut artikel yang sudah diterbitkan:

FAQ Kokurikuler MA Berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025

Apakah kokurikuler merupakan mata pelajaran baru?

Tidak. Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler serta pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Apakah kokurikuler harus dilakukan setiap minggu?

Tidak harus selalu dipahami sebagai satu kegiatan yang dilaksanakan dengan pola 3 JP setiap minggu. Madrasah dapat mengorganisasikan kegiatan sesuai karakter kegiatan dan kondisi satuan pendidikan dengan tetap memperhatikan alokasi waktu yang ditetapkan.

Apakah KBC sama dengan kokurikuler?

Tidak. KBC merupakan pendekatan atau kerangka nilai yang dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan madrasah, termasuk intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya madrasah.

Apakah setiap kegiatan kokurikuler harus menggunakan tema Panca Cinta?

Panduan KBC menyediakan Panca Cinta sebagai kerangka tema implementasi KBC. Namun, madrasah tetap perlu menyusun kegiatan sesuai tujuan, konteks, dan kebutuhan pembelajaran.

Apakah P5RA harus ditulis sebagai mata pelajaran?

Tidak sebaiknya memperlakukan istilah tersebut sebagai mata pelajaran baru. Dalam penyusunan dokumen berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025, gunakan istilah dan struktur kegiatan yang sesuai dengan pedoman yang berlaku serta dokumen kurikulum madrasah.

Apakah kegiatan kokurikuler harus lintas mata pelajaran?

Tidak semua kegiatan harus dipaksakan lintas mata pelajaran. Namun, KMA memberikan ruang untuk bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, dan pendekatan tersebut dapat digunakan jika memang sesuai dengan tujuan kegiatan.

Kesimpulan

Kokurikuler Madrasah Aliyah berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025 merupakan kegiatan pembelajaran yang berfungsi memperkuat, memperdalam, dan/atau memperkaya kegiatan intrakurikuler sekaligus mendukung pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Kokurikuler bukan mata pelajaran baru. Bentuknya dapat dikembangkan sesuai kondisi madrasah, misalnya melalui pembelajaran lintas disiplin, proyek lingkungan, literasi, kewirausahaan, kegiatan sosial, penelitian sederhana, atau kegiatan kolaboratif lainnya.

Kurikulum Berbasis Cinta juga dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kokurikuler. Panduan KBC memberikan contoh nyata kegiatan kokurikuler yang menggabungkan lintas ilmu, pengalaman langsung, refleksi, dan nilai Panca Cinta. :contentReference[oaicite:7]{index=7}

Yang paling penting adalah madrasah tidak sekadar membuat kegiatan, tetapi merancangnya sebagai pengalaman belajar yang memiliki tujuan, proses, produk, refleksi, asesmen, dan tindak lanjut.

Dengan demikian, rangkaian pembahasan Struktur Kurikulum MA Fase E dan Fase F berdasarkan KMA 1503 Tahun 2025 dapat menjadi dasar bagi tim kurikulum untuk melanjutkan pekerjaan yang lebih teknis, yaitu menyusun Dokumen Kurikulum Madrasah, program kokurikuler, pembagian tugas, dan jadwal pembelajaran.


Sumber utama: Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Sumber pendukung: Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah.

Catatan: Bentuk contoh kegiatan dalam artikel ini merupakan contoh pengembangan. Madrasah dapat memodifikasi dan menyesuaikannya dengan visi, misi, tujuan, kondisi, kebutuhan peserta didik, serta dokumen kurikulum yang berlaku.

Iklan Sponsor