Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Madrasah: Ini Poin-Poin Pentingnya
Webinar Nasional Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru Madrasah: Ini Poin-Poin Pentingnya
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk "Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Madrasah" (Deep Learning) secara virtual melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube GTK Madrasah Channel [26:23, 01:08:58]. Kegiatan yang diikuti puluhan ribu pendidik dan pengawas madrasah se-Indonesia ini menekankan transformasi proses pembelajaran di ruang kelas agar peserta didik tidak sekadar hafal teori (kognisi), melainkan mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta berkarakter mulia [38:24, 01:10:19]. Webinar ini menjadi tindak lanjut penerapan KMA 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Kurikulum Madrasah yang memang menempatkan pembelajaran mendalam sebagai salah satu dari dua kekuatan utama kurikulum, berdampingan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Transformasi Pembelajaran: Mengikis Schooling Without Learning
Direktur GTK Madrasah, Dr. Thobib Al-Asyhar, M.Si., dan Kasubdit Bina GTK MI & MTs, Dr. Fahrul Rozi, M.Si., menegaskan bahwa pendekatan Deep Learning menjadi respons penting terhadap berbagai tantangan pendidikan abad ke-21 [38:07, 48:00]. Pemerintah berupaya mengikis fenomena schooling without learning — situasi ketika siswa hadir di madrasah secara fisik tetapi tidak mengalami proses belajar bermakna (meaningful) [01:15:29]. Olah pembelajaran di kelas harus mampu menyentuh empat dimensi holistik peserta didik [01:16:11]:
- Olah Pikir: Mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) [01:17:13, 01:19:04].
- Olah Hati: Menumbuhkan kecerdasan emosional, spiritual, dan empati sosial [01:17:51, 01:43:23].
- Olah Rasa: Mengembangkan estetika, kepedulian, serta penghormatan pada nilai-nilai kemanusiaan [01:16:20].
- Olah Raga/Fisik: Melibatkan keaktifan panca indra dan ragam interaksi belajar secara langsung [01:16:20, 01:19:25].
"Deep learning memfasilitasi peserta didik agar paham secara utuh, dapat menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner)." — Dr. Fahrul Rozi, M.Si. [39:16, 41:58]
Kerangka Kerja (Framework) Pembelajaran Mendalam
Narasumber Utama, Dr. Nur Lutfi Rizkia Heriningtyas, M.Pd. (Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen & Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) [01:04:49, 01:05:03], memaparkan kerangka dasar (framework) pembelajaran mendalam [01:22:01].
1. Delapan Dimensi Profil Lulusan [01:22:30]
- Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Kewargaan
- Penalaran Kritis
- Kreativitas
- Kemandirian
- Kesehatan
- Kolaborasi
- Komunikasi [01:22:39]
2. Tiga Prinsip Suasana Pembelajaran
- Berkesadaran (Mindful): Menumbuhkan motivasi intrinsik dan kesadaran siswa akan pentingnya materi yang dipelajari [01:28:18, 01:31:47].
- Bermakna (Meaningful): Menghubungkan materi dengan isu kontekstual dan pengalaman nyata siswa [01:48:26].
- Menggembirakan (Joyful): Menciptakan tantangan belajar yang positif (stretch zone), menyenangkan, dan menumbuhkan aha-moment pada siswa [01:51:03, 01:52:47].
3. Tiga Tahap Pengalaman Belajar
- Memahami (Understanding): Menguasai pengetahuan esensial, aplikatif, serta nilai dan karakter [02:00:26, 02:01:32].
- Mengaplikasi (Applying): Menerapkan konsep ke dalam konteks baru/nyata untuk memecahkan masalah kontekstual [02:03:59, 02:04:35].
- Merefleksi (Reflecting): Menilai sejauh mana pemahaman diri (meregulasi diri) dan dampaknya bagi perilaku sehari-hari [02:15:09, 02:15:27].
Integrasi Harmonis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Webinar ini juga menggarisbawahi bahwa konsep Deep Learning saling melengkapi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama [54:37, 02:39:00]. Keterkaitan dua konsep ini juga sejalan dengan semangat Kegiatan Kokurikuler Madrasah sebagai Penguat Pembelajaran Mendalam dan Karakter Peserta Didik yang lebih dulu dibahas di madrasahmuba.com. Nilai-nilai utama Pancinta KBC — cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air [55:50] — dapat diinsersikan secara fleksibel pada seluruh mata pelajaran (baik PAI maupun umum) [02:44:03, 02:58:08]. Sebagai contoh pada pelajaran Fikih bersuci (Wudu) atau Sains/IPAS, siswa tidak sekadar mempraktikkan gerakan secara mekanis [02:46:16], tetapi dilatih untuk peka terhadap kelestarian air/lingkungan (cinta lingkungan) [02:46:27, 02:47:08] dan menerapkan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari [02:49:18]. Guru yang ingin langsung menyusun modul ajar dengan insersi nilai Pancinta seperti contoh di atas bisa memanfaatkan Modul Ajar KBC untuk semua jenjang (RA, MI, MTs, MA) yang sudah tersedia dalam format Word siap edit.
Sosialisasi Wakaf Abadi Pendidikan GTK Madrasah
Di sela-sela webinar, Direktorat GTK Madrasah turut mensosialisasikan gerakan Wakaf Abadi Pendidikan GTK Madrasah [49:50]. Program ini menggalang dana abadi yang dikelola secara independen dan transparan bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) [50:59]. Hasil pengelolaan dana wakaf tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk tiga pilar kemaslahatan pendidik [51:22]:
- Peningkatan kompetensi guru & tenaga kependidikan.
- Beasiswa kualifikasi pendidikan.
- Peningkatan insentif dan tunjangan guru madrasah (khususnya guru/tendik non-ASN) [51:34].
Link Download Panduan Kurikulum Madrasah (KMA 1503 Tahun 2025)
Konsep pembelajaran mendalam dan KBC yang dibahas dalam webinar ini merujuk langsung pada dokumen resmi KMA 1503 Tahun 2025. Unduh dan simpan dokumennya sebagai acuan utama saat menyusun modul ajar dan strategi pembelajaran di kelas:
📥 Download KMA 1503 Tahun 2025 (Pedoman Kurikulum Madrasah)
Informasi Sumber Video:
Judul Acara: Webinar Nasional Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru Madrasah (Deep Learning)
Penyelenggara: Subdit Bina GTK MI & MTs, Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI
Kanal YouTube: GTK Madrasah Channel
Tautan Video: https://www.youtube.com/watch?v=vc3-t9PXkN4

Comments
Post a Comment