Sunday, January 4, 2026

Kegiatan Kokurikuler Madrasah dalam KMA 1503 Tahun 2025: Penguat Pembelajaran Mendalam dan Karakter Peserta Didik



Penerapan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 membawa penegasan baru dalam pelaksanaan kurikulum madrasah. Salah satu aspek penting yang mendapat perhatian khusus adalah kegiatan kokurikuler, yang diposisikan sebagai penguat pembelajaran intrakurikuler dan sarana pembentukan karakter peserta didik.

Dalam kerangka Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta, kokurikuler tidak lagi dipahami sebagai kegiatan tambahan semata, melainkan bagian integral dari proses pendidikan madrasah



Pengertian Kokurikuler dalam KMA 1503 Tahun 2025

Menurut pedoman implementasi kurikulum, kegiatan kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk memperdalam, menguatkan, dan memperkaya kompetensi peserta didik yang diperoleh dari kegiatan intrakurikuler.

Kokurikuler dirancang agar:

  • Selaras dengan capaian pembelajaran mata pelajaran

  • Memberi ruang pengalaman belajar kontekstual

  • Mendorong keterlibatan aktif peserta didik

  • Menguatkan nilai karakter dan moderasi beragama

Dengan demikian, kokurikuler berfungsi sebagai jembatan antara pengetahuan konseptual dan pengalaman nyata peserta didik.


Kedudukan Kokurikuler dalam Struktur Kurikulum Madrasah

Dalam KMA 1503 Tahun 2025, kokurikuler menempati posisi strategis di antara:

  • Intrakurikuler (pembelajaran utama mata pelajaran), dan

  • Ekstrakurikuler (pengembangan minat dan bakat).

Kokurikuler bersifat:

  • Terprogram

  • Terencana

  • Terintegrasi dengan pembelajaran

  • Berorientasi pada proses dan refleksi

Artinya, kokurikuler bukan kegiatan bebas tanpa arah, melainkan bagian dari desain kurikulum madrasah secara utuh



Tujuan Pelaksanaan Kokurikuler di Madrasah

Pelaksanaan kegiatan kokurikuler bertujuan untuk:

  1. Memperdalam pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran

  2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif

  3. Menumbuhkan sikap kolaboratif dan tanggung jawab

  4. Menguatkan karakter religius dan sosial

  5. Menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata

Tujuan ini sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin.


Bentuk dan Contoh Kegiatan Kokurikuler

KMA 1503 Tahun 2025 memberikan fleksibilitas kepada madrasah untuk mengembangkan bentuk kokurikuler sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan. Beberapa contoh kegiatan kokurikuler antara lain:

  • Diskusi tematik berbasis proyek

  • Kajian ayat atau hadis yang relevan dengan mata pelajaran

  • Praktik ibadah kontekstual (fikih aplikatif)

  • Observasi lingkungan dan sosial

  • Studi kasus keagamaan dan kebangsaan

  • Refleksi pembelajaran berbasis jurnal atau portofolio

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suasana belajar yang interaktif, inspiratif, dan bermakna.


Peran Guru dalam Kegiatan Kokurikuler

Dalam pelaksanaan kokurikuler, guru berperan sebagai:

  • Fasilitator pembelajaran

  • Pendamping proses refleksi peserta didik

  • Pengarah aktivitas sesuai tujuan pembelajaran

  • Teladan dalam sikap dan nilai

Guru tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses belajar, partisipasi, dan perkembangan karakter peserta didik.


Kokurikuler dan Pembelajaran Mendalam

Kegiatan kokurikuler menjadi salah satu sarana utama dalam mewujudkan pembelajaran mendalam sebagaimana ditekankan dalam KMA 1503 Tahun 2025. Melalui kokurikuler, peserta didik diajak untuk:

  • Mengaitkan pengetahuan dengan realitas

  • Mengalami proses belajar secara utuh

  • Membangun makna dari pengalaman belajar

Pendekatan ini menjauhkan madrasah dari pembelajaran yang bersifat hafalan dan mekanistik.


Penilaian dalam Kegiatan Kokurikuler

Penilaian kokurikuler dilakukan secara kualitatif dan reflektif, bukan semata-mata angka. Penilaian dapat mencakup:

  • Keaktifan peserta didik

  • Kemampuan bekerja sama

  • Kedalaman pemahaman

  • Sikap dan nilai yang ditunjukkan

Hasil penilaian kokurikuler menjadi bagian dari potret utuh perkembangan peserta didik.


Penutup

Kegiatan kokurikuler dalam KMA 1503 Tahun 2025 menegaskan bahwa pendidikan madrasah adalah proses yang holistik dan bermakna. Kokurikuler menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan ilmu, nilai, dan pengalaman hidup peserta didik.

Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, kokurikuler mampu menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang hidup, membentuk generasi beriman, berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di tengah masyarakat.

0 comments:

Post a Comment