Ngaji Kurikulum: Sosialisasi Panduan Kurikulum Madrasah Jenjang RA Tahun 2026, Ini Poin-Poin Pentingnya

 

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi menyelenggarakan forum webinar nasional bertajuk "Ngaji Kurikulum: Sosialisasi Panduan Kurikulum Madrasah Jenjang Raudhatul Atfal (RA) Tahun 2026". Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui Zoom dan kanal YouTube resmi Direktorat KSKK Madrasah ini diikuti oleh ribuan kepala RA, pengawas, dan pendidik PAUD/RA dari seluruh Indonesia [04:44].

Akselerasi KMA 1503 Tahun 2025: Integrasi Pembelajaran Mendalam dan KBC

Dalam arahannya, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M., menggarisbawahi pentingnya implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang perubahan atas KMA 450 Tahun 2024 [06:27]. KMA ini disusun untuk menyesuaikan dengan kebijakan nasional (Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025) dengan mengusung dua kekuatan utama pada kurikulum RA [07:02]:

  1. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Berfokus pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan (BBM) [28:19].
  2. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): KBC diposisikan bukan sebagai kurikulum terpisah, melainkan sebagai jiwa (soul) dari seluruh kegiatan pembelajaran di madrasah [08:53].
"KBC bukan sebagai kurikulum fisik baru, melainkan jiwa yang menjiwai seluruh proses pembelajaran, baik di intrakurikuler, kokurikuler, maupun iklim madrasah." — Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M. [08:53]

Dr. Abdul Basit juga menyampaikan pesan agar setiap satuan RA menyambut rencana strategis pemerintah terkait Wajib Belajar Pendidikan Dasar 13 Tahun (Wajar Dikdas 13 Tahun) yang memposisikan jenjang RA/PAUD sebagai kelas awal pendidikan dasar [14:09].

8 Dimensi Profil Lulusan & Karakteristik Kurikulum RA

Narasumber utama, Lina Marliana, M.Pd. (Akademisi dan Tim Pengembang Kurikulum RA Pusat) [02:26, 01:07:07], memaparkan bahwa dokumen kurikulum di jenjang RA harus diposisikan sebagai dokumen hidup yang terus dievaluasi dan bertumbuh sesuai kebutuhan anak [21:04]. Di dalam KMA 1503 Tahun 2025, kerangka dasar kurikulum menggunakan 8 Dimensi Profil Lulusan [25:00]:

  1. Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa [25:11]
  2. Kewargaan [25:21]
  3. Penalaran Kritis [25:28]
  4. Kreativitas [25:28]
  5. Kolaborasi [25:28]
  6. Kemandirian [25:28]
  7. Kesehatan [25:28]
  8. Komunikasi [25:28]

Ciri Khas Elemen CP di Raudhatul Atfal

Berbeda dengan jenjang PAUD umum, jenjang RA memiliki kekhasan pada Elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti, yaitu diintegrasikannya materi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Sederhana [36:21] yang merujuk pada KMA No. 9941 Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Madrasah [37:25]. Adapun tiga elemen Capaian Pembelajaran (CP) Fase Fondasi di RA mencakup [35:50]:

  • Nilai Agama dan Budi Pekerti (termasuk PAI & Bahasa Arab Sederhana) [36:21]
  • Jati Diri [38:03]
  • Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni (STEAM) [38:03]

Implementasi Kokurikuler dan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI)

Lina Marliana juga menekankan lurusnya pemahaman mengenai kegiatan kokurikuler di RA [01:01:40]. Kokurikuler tidak bertujuan menggelar pameran atau produk secara berlebihan [01:01:53], melainkan berfokus pada aksi nyata dan penguatan karakter kolaboratif [01:02:05]. Salah satu bentuk kokurikuler yang disarankan untuk RA adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat [40:39], yang dapat dikemas melalui proyek sederhana seperti:

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh [01:15:24].
  • Praktik ibadah harian berkesadaran (misal: salat Dhuha dan wudu dengan jeda) [01:04:21].
  • Penguatan kesadaran lingkungan dan kebiasaan hidup sehat [01:04:09].

Selain itu, lembaga RA didorong untuk mengintegrasikan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang mencakup 5 pemenuhan hak anak: pendidikan, kesehatan/gizi/perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan [40:51].

Alokasi Waktu dan Perencanaan Pembelajaran di RA

Dalam penataan jam belajar, disimulasikan bahwa alokasi waktu pembelajaran untuk anak usia 4–6 tahun di RA adalah minimal 900 menit per minggu [45:58] (di luar jam ekstrakurikuler dan istirahat) [46:09, 01:54:58]. Pendidik RA diimbau untuk tidak terjebak dalam kerumitan administrasi, tetapi lebih berfokus pada kualitas proses stimulan dan asesmen autentik (seperti teknik observasi, catatan anekdot, dan hasil karya) [01:53:25]. Sebagai referensi tambahan menyusun kegiatan bermain-sambil-belajar yang selaras dengan semangat KBC, bisa dilihat pada Modul Ajar KBC untuk semua jenjang (RA, MI, MTs, MA).

Link Download Panduan Kurikulum Madrasah (KMA 1503 Tahun 2025)

Sosialisasi ini merujuk langsung pada dokumen resmi KMA 1503 Tahun 2025. Unduh dan simpan dokumennya berikut sebagai acuan penyusunan kurikulum RA di madrasah Anda:

📥 Download KMA 1503 Tahun 2025 (Pedoman Kurikulum Madrasah)


Informasi Sumber Video:
Judul Kegiatan: Ngaji Kurikulum: Sosialisasi Panduan Kurikulum Madrasah Jenjang RA Tahun 2026
Penyelenggara: Subdit Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI
Kanal YouTube: Direktorat KSKK Madrasah
Tautan Video: https://www.youtube.com/watch?v=X_T_1WQ2vkU

Comments

Popular posts from this blog

FREE Download Modul Ajar KBC Semua Jenjang (RA, MI, MTs, MA) — Sesuai KMA 1503 Tahun 2025, Format Word Bisa Diedit

PAPAN DATA SEKOLAH LENGKAP, GRATIS, BISA DI EDIT

Perangkat Pembelajaran dan RPP Aidah Akhlak K.13 Kelas X Edisi Revisi Lengkap