Sunday, March 29, 2020

MATERI PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI BUMI

ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI BUMI



Di sekeliling bumi terdapat pembungkus gas yang tipis dan bening disebut atmosfer. Atmos = gas atau udara, spaira = lapisan. Atmosfer yang menyelubungi bumi, mempunyai fungsi pelindung terhadap kehampaan angkasa. Tanpa atmosfer sinar matahari yang panas akan menghanguskan, membakar semua kehidupan di bumi pada siang hari, dan pada malam hari suhu dapat turun di bawah titik beku.
  1. Gas Pada Udara Atmosfer terdiri atas zat lemas (nitrogen ± 78%) dan zat asam (oksigen ± 21%) yang memberi kehidupan dan zat-zat lain yang jumlahnya kecil seperti argon, CO2, Ne, dan lain-lainnya. Semua zat dan gas tersebut ditahan pada bumi oleh gaya tariknya. Karena gaya tarik bumi ini, semua benda yang ada di bumi dan di atmosfer mempunyai berat. Atmosfer tebalnya ± 1.000 km. Bagian bawah padat, makin ke atas makin renggang, turut berotasi dengan bumi dari barat ke timur. Ilmu yang mempelajari atmosfer khususnya cuaca disebut meteorologi. Dari meteorologi kita dapat mengetahui gejala alam/gejala geografi sehari-hari seperti terjadinya angin, awan, hujan, halilintar, sinar kutub, pelangi, dan sebagainya. Tujuan mempelajari cuaca sebagai berikut. a. Prakiraan cuaca untuk keperluan informasi penerbangan, pelayaran, pertanian, dan peternakan. b. Membuat hujan buatan. c. Mengetahui sebab-sebab gangguan TV, radio, dan satelit komunikasi. Sistem Komunikasi Satelit Domestik (satelit SKSD) Palapa yang diorbitkan sejak tahun 1977 dewasa ini mengorbit di atas ekuator pada ketinggian ± 36.000 km, 80o BT dapat menjangkau seluruh wilayah Asia Tenggara dan Australia Utara.
  2. Lapisan Atmosfer Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan sebagai berikut. a. Lapisan Troposfer Merupakan lapisan terbawah, tebalnya ± 12 km. Di daerah kutub tebalnya ± 9 km dan di daerah ekuator ± 16 km. Sifat udara lapisan ini temperatur udara makin ke atas makin menurun. Lapisan troposfer terbagi atas 3 bagian: 1)   Lapisan planeter setebal 1.000 km       di atas permukaan laut. 2)   Lapisan konveksi 1 - 8 km. 3)   Lapisan tropopause.


A IDENTIFIKASI CIRI-CIRI LAPISAN ATMOSFER DAN PEMANFAATANNYA

Di lapisan ini terdapat gejala geografi sehari-hari seperti awan, hujan, angin, halilintar, dan pelangi. Lapisan udara yang paling banyak diselidiki adalah lapisan troposfer. Di lapisan ini terdapat gas-gas campuran sebagai berikut. 
  1. Gas-gas yang tetap Nitrogen (N2) ± 78%, oksigen (O2) ± 21%, argon (Ar) ± 0,9%, dan karbondioksida (CO2) ± 0,003%. 
  2. Gas-gas yang jumlahnya sedikit Neon (Ne) ±0,0015%, helium (He) ±0,00015%, methan (CH)±0,0002%, krypton (Kr) ± 0,0001%, hidrogen (H2) ± 0,00005%, dan xenon (Xe) ± 0,000005%. 
  3. Gas-gas yang tidak tetap 

  • Uap air (H2O) jumlahnya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan gerak udara (angin).
  • Gas ozon (O3) terjadi apabila ada petir. Karena pengaruh adanya loncatan listrik maka O2 menjadi O3. Juga akibat sisa pembakaran mobil-mobil dan asap industri. 
  • Bakteri-bakteri dan debu udara.


  • Lapisan Stratosfer Lapisan udara di atas troposfer disebut stratosfer. Pada lapisan ini tidak terdapat gejala geografi sehari-hari. Stratosfer terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut. 1) Lapisan isotherm 12 - 35 km. 2) Lapisan panas 35 - 50 km, temperatur naik sampai 50oC. 3) Lapisan campuran 50 - 100 km, temperatur turun sampai - 70oC. Pada lapisan stratosfer suhu udara makin bertambah tinggi jika kita terus naik. Faktor yang menyebabkan tingginya suhu udara, yaitu sebagai berikut. 1) Di bagian atas stratosfer terdapat ozon. 2) Molekul ozon terjadi dari tiga atom oksigen yang mempunyai daya serap yang amat kuat terhadap radiasi sinar ultraviolet dari matahari,  berfungsi  sebagai  perisai  yang  melindungi makhluk hidup di muka bumi. 3) Ozon merupakan sumber panas yang dapat memanasi udara di sekitarnya.
  • Lapisan Ozonosfer Lapisan ozonosfer terdapat pada seluruh lapisan atmosfer bagian bawah, tetapi terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15 - 35 km. Lapisan ozonosfer penyerap utama radiasi ultraviolet. Radiasi ultraviolet jika sampai ke permukaan bumi dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan, sedangkan kepada tumbuh-tumbuhan dan hewan dapat menimbulkan gangguan generatif serta menurunnya produktivitas. Lapisn ozon akan rusak bila kemasukan gas CFC (Cloro Flouro Carbon), yaitu gas yang biasa digunakan pendingin AC, kulkas, dan hair spray. Masuknya gas CFC pada lapisan ozon akan menguraikan O3 menjadi O2 dan O1. Dampaknya kandungan O3 pada lapisan ozon sangat sedikit sehingga lapisannya seolah-olah berlubang yang dinamakan lubang ozon. Rusaknya lapisan ozon menyebabkan suhu udara di bumi bertambah panas dan menyebabkan gangguan iklim.
  • Lapisan Mesosfer Setelah melintasi lapisan stratosfer suhu menurun lagi setiap kita naik. Lapisan di atas stratosfer ini disebut lapisan mesosfer. Tebalnya meliputi antara ketinggian 45 km - 75 km. Suhu pada bagian atas lapisan mesosfer kira-kira -140oC.
  • Lapisan Termosfer Setelah lapisan mesosfer suhu bertambah tinggi jika kita terus naik. Lapisan ini disebut lapisan termosfer. Bagian atas dari lapisan termosfer merupakan sumber panas. Pada bagian ini oksigen-oksigen menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Batas akhir termosfer tingginya tidak jelas.
  • Lapisan Eksosfer Lapisan atmosfer di mana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer.
  • Lapisan Ionosfer Lapisan ini adalah lapisan udara yang terionisasi. Lapisan ini disebut ionosfer sebab mengandung ion-ion elektron bebas yang dihasilkan oleh radiasi matahari. Proses ionisasi sudah mulai pada ketinggian ±50 km pada lapisan mesosfer. Inti ionisasi terjadi pada ketinggian 100 km, yaitu pada lapisan termosfer. Lapisan ionosfer biasanya dibagi atas tiga lapisan, yaitu lapisan D (60 - 120 km) memantulkan gelombang panjang, lapisan E (120 - 180 km) memantulkan gelombang menengah, dan lapisan F (180 - 600 km) memantulkan gelombang pendek. Lapisan ionosfer mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu sebagai berikut. 1) Memantulkan gelombang radio yang dipancarkan. Gelombanggelombang radio yang dipancarkan oleh pemancar radio dalam tiga jenis: a) gelombang panjang, panjang gelombangnya antara 30.000 m dan 1.000 m; b) gelombang menengah, antara 1.000 m dan 200 m; dan c) gelombang pendek, antara 200 m dan 10 m. Gelombang ini terbagi-bagi menjadi gelombang pendek antara 200 m dan 50 m serta antara 50 m dan 10 m. 2) Menahan sebagian radiasi matahari sehingga tidak semua sampai ke bumi. Radiasi matahari dapat mematikan kehidupan di muka bumi. Batas-batas lapisan atmosfer Setiap lapisan atmosfer dari permukaan bumi mempunyai batasanbatasan tertentu. a. Batas antara troposfer dan stratosfer disebut tropopause. Tebal/tingginya tidak sama, rata-rata 12 km. Di atas khatulistiwa 18 km, sedangkan di kutub 6 km dari permukaan laut. Tropopause mempunyai suhu minimum.
  • b. Batas antara stratosfer dan mesosfer disebut stratopause. Tebal/ tingginya rata-rata 24 km dari permukaan laut, stratopause mempunyai suhu maksimum. Suhu pada stratopause dapat melebihi suhu pada permukaan bumi, sebab stratopause berimpit dengan bagian atas lapisan ozon. c. Batas antara mesosfer dan termosfer disebut mesopause. Suhu udara mesopause merupakan suhu yang terendah di dalam atmosfer, yaitu -140oC.
Untuk Mendownload Buku Geografi, Klik link di bawah ini :

DOWNLOAD BUKU GEOGRAFI KLS X MA PDF



B UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM

Cuaca, yaitu keadaan udara pada suatu tempat pada saat tertentu. Pada setiap waktu keadaan cuaca setiap tempat selalu berubah-ubah. Pengamatan cuaca di Indonesia dilakukan oleh Observatorium Meteorologi dan Geofisika yang berkedudukan di Jakarta. Observatorium Meteorologi dan Geofisika ini bertugas menyelidiki dan mencatat keadaan cuaca yang meliputi suhu udara, tekanan udara, arah angin, kecepatan angin, kelembapan udara, tingkat keawanan, dan curah hujan. Pengetahuan masalah unsur-unsur cuaca tersebut besar sekali faedahnya, antara lain untuk keperluan pertanian, penerbangan, pelayaran, dan peluncuran benda angkasa. Rata-rata cuaca udara dalam jangka waktu panjang 10 sampai dengan 30 tahun disebut iklim.

Unsur-unsur iklim sama dengan unsur cuaca, yaitu penyinaran dan suhu, angin, awan, kelembapan udara, dan curah hujan. Penyinaran dan Suhu Sumber panas di bumi adalah matahari. Banyak sedikitnya sinar yang  diterima oleh permukaan bumi ditentukan oleh faktor-faktor berikut. 

  1. Keadaan Awan Jika mendung atau berawan, sebagian panas matahari diserap oleh awan.
  2. Keadaan Permukaan Bumi Bidang permukaan bumi yang terdiri atas laut dan daratan sangat mempengaruhi penyerapan sinar matahari.
  3. Sudut Datang Matahari Apabila matahari dalam keadaan tegak (α), sudut datang matahari akan semakin kecil sehingga semakin banyak panas yang diterima bumi. Matahari dalam keadaan miring sudutnya semakin besar sehingga semakit sedikit sinar panas yang diterima di bumi.
  4. Lama Penyinaran Matahari Makin lama matahari bersinar, makin banyak panas yang diterima bumi. Alat pengukur suhu udara disebut termometer. Daratan akan cepat menjadi panas dibandingkan dengan air atau laut. Pada siang hari suhu daratan cepat menjadi panas, tetapi pada malam hari daratan cepat menjadi dingin. Keadaan suhu sepanjang hari dapat diukur dengan termometer.


Bagaimanakah setelah terjadi penyinaran sinar matahari ke udara (lapisan atmosfer)? Pemanasan sinar matahari ke atmosfer ada bermacammacam sebagai berikut. 
  • Konveksi Konveksi adalah pemanasan secara vertikal. Konveksi terjadi karena adanya gerakan udara secara vertikal sehingga udara di atas yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara di bawahnya yang sudah panas. Di daerah pegunungan yang tinggi konveksi mengurangi kedinginan yang akut.
  • Adveksi Adveksi, yaitu penyebaran panas secara horizontal. Hal ini terjadi akibat gerak udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara di dekatnya juga menjadi panas. Di daerah lintang tinggi yang terkena adveksi juga mengurangi kedinginan yang akut.
  • Konduksi Konduksi, yaitu pemanasan secara kontak atau secara bersinggungan. Molekul-molekul udara yang dekat dengan permukaan bumi akan menjadi panas karena bersinggungan dengan bumi yang menerima panas langsung dari matahari. Molekul-molekul udara yang sudah panas bersinggungan dengan molekul-molekul udara yang belum panas lalu saling memberikan panas sehingga sama-sama panas.
  • Turbulensi Turbulensi, yaitu penyebaran panas secara berputar-putar. Hal ini menyebabkan udara yang sudah panas bercampur dengan udara dingin sehingga udara yang dingin ini akan menjadi panas pula. Daerah dingin yang terkena turbulensi udaranya akan menjadi hangat.


Garis pada peta yang menghubungkan data temperatur yang sama besarnya, disebut isoterm.

Angin Tekanan udara adalah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan-lapisan udara. Makin tinggi suatu tempat, makin kecil tekanan udaranya. Besarnya tekanan udara dinyatakan dengan milibar.
Pada umumnya tekanan udara di atas permukaan air laut sebesar 760 mm air raksa. Alat yang dipergunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer, sedangkan garis-garis pada peta yang menghubungkan tempattempat yang mempunyai tekanan udara yang sama disebut isobar.
Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Angin dapat digolongkan atas beberapa macam sebagai berikut.
  1. Angin Pasat Angin pasat adalah angin yang berembus terus-menerus dari daerah maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa. Akibat adanya rotasi bumi maka di belahan utara terjadi angin pasat timur laut dan di belahan selatan terjadi angin pasat tenggara.
  2. Angin Antipasat Angin antipasat adalah kembalinya angin pasat. Udara yang naik ke daerah khatulistiwa, setelah sampai di atas kemudian mengalir ke arah kutub dan turun di daerah subtropik.
  3. Angin Barat Angin barat, yaitu angin antipasat yang menuju ke kutub dan membelok ke timur sampai daerah 40o LS/LU. Angin ini arahnya dari barat sehingga disebut angin barat. Di daerah 40o LS, angin ini disebut The Roaring Fortiessebab di atas lautan daerah ini terdengar suara gemuruh.
  4. Angin Fohn Angin fohn terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur pegunungan atau gunung yang tinggi sehingga naik. Semakin ke atas, suhu semakin dingin dan terjadilah kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air. 

Titik-titik air itu kemudian jatuh sebagai hujan sebelum mencapai puncak pada lereng pertama. Angin ini terus bergerak menuju puncak, kemudian menuruni lereng berikutnya sampai ke lembah. Karena sudah menjatuhkan hujan maka angin yang menuruni lereng ini bersifat kering. Akibat cepatnya gerakan menuruni lereng, angin menjadi panas sehingga angin fohn memiliki sifat menurun, kering, dan panas. Sifat angin fohn tersebut tidak menguntungkan bagi pertanian karena dapat melayukan tanaman. Contoh angin fohn di Indonesia antara lain angin Bohorok di Deli, angin Kumbang di Cirebon, angin Gending di Pasuruan, angin Brubu di Ujungpandang, dan angin Wambrau di Biak.

Angin Darat dan Angin Laut Adanya angin darat dan angin laut disebabkan oleh perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menahan panas. Daratan lebih cepat menerima panas, tetapi lebih cepat pula dingin. Sebaliknya, lautan lebih lama menerima panas, tetapi lebih lama pula melepas panas. Angin darat bertiup dari darat ke laut pada malam hari. Angin ini digunakan oleh para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan pada malam hari, sedangkan angin laut bertiup pada siang hari dari laut ke darat. Angin ini dipergunakan oleh nelayan untuk kembali ke pantai setelah menangkap ikan.

Pada bulan April sampai Oktober di Australia terjadi tekanan udara tinggi dan di Asia bertekanan rendah sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia yang disebut angin monsun timur. Angin ini bersifat kering karena berasal dari gurun pasir di Australia sehingga di Indonesia terjadi musim kemarau, namun setelah melewati Samudera Hindia angin menjadi basah.

3. Awan

Awan dibedakan sebagai berikut. 
a. Menurut ketinggiannya, awan dibedakan sebagai berikut. 
  • 1) Awan tinggi, memiliki ketinggian di atas 6.000 m.
  • 2) Awan menengah, memiliki ketinggian antara 2.000 - 6.000 m. 
  • 3) Awan rendah, memiliki ketinggian di bawah 2.000 m. 
  • 4) Awan yang berkembang secara vertikal memiliki ketinggian ratarata 500 m.


b. Menurut bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut. 
  • 1) Awan Cirrus (Awan Bulu) Awan ini bentuknya seperti bulu, biasanya letaknya sangat tinggi, dan terjadi dari kristal-kristal es. 
  • 2) Awan Stratus Awan ini bentuknya berlapis-lapis, letaknya rendah, tetapi tidak sampai pada permukaan bumi. 
  • 3) Awan Cumulus Bentuk awan ini bergumpal-gumpal dan bertumpuk-tumpuk, bagian atas berbentuk kubah dan alasnya horizontal. 
  • 4) Awan Nimbus (Awan Hujan) Awan ini sangat tebal berwarna hitam dengan bentuk tidak menentu dan sering mengakibatkan terjadinya hujan.

c. Menurut ketinggian dan bentuknya, awan dibedakan sebagai berikut.
 1) Awan Tinggi 
  • a) Cirrus : bentuknya seperti bulu sutera, biasanya berwarna putih di waktu siang. 
  • b) Cirrocumulus : berupa gumpalan bulat berwarna putih tanpa bagian-bagian yang lebih gelap. 
  • c) Cirrostratus : awan merata yang tipis. 

2) Awan Menengah 
  • a) Altocumulus : berupa gumpalan awan berwarna putih dengan bagian-bagian yang lebih gelap. 
  • b) Altostratus : awan merata yang rapat dan kelabu. 

3) Awan Rendah 
  • a) Stratus : bentuknya berlapis-lapis dan rendah seperti kabut, tetapi tidak sampai permukaan bumi. 
  • b) Stratocumulus : awan tebal bergumpal-gumpal berupa bulatan atau gulungan 
  • c) Nimbostratus : lapisan awan rendah dan tebal, berwarna kelabu tua merupakan awan hujan.


4. Kelembapan Udara Kelembapan udara, yaitu banyak sedikitnya uap air di udara. Kelembapan ini mempengaruhi pengendapan air di udara. Pengendapan air di udara dapat berupa awan, kabut, embun, dan hujan. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut higrografi. Kelembapan udara terdiri atas kelembapan relatif dan kelembapan absolut.
  • Kelembapan Relatif Kelembapan relatif adalah perbandingan jumlah uap air di udara dengan jumlah uap air maksimum yang terkandung di udara pada suhu yang sama. Misalnya pada suhu 27oC, udara tiap-tiap 1 m3 maksimum dapat memuat 25 gram uap air, sedangkan pada suhu yang sama ada 20 gram uap air maka kelembapan udara pada waktu itu adalah 20 25 100 80 x % 
  • Kelembapan Absolut Kelembapan absolut, yaitu banyaknya uap air dalam udara pada suatu daerah tertentu, yang dinyatakan dalam gram uap air per meter kubik. Hal ini tergantung pada temperatur yang mempengaruhi kekuatan udara untuk memuat uap air, tiap suhu mempunyai batas dari uap air yang dimuatnya. Semakin naik temperatur udara maka kelembapan relatif akan makin kecil. Kelembapan relatif paling besar hanya mencapai 100%. Pada saat tersebut terjadi titik pengembunan. Artinya, jika pendinginan terus berlangsung maka terjadilah kondensasi, yaitu perubahan uap air menjadi titik air. Apabila kondensasi melampaui titik beku maka terjadilah sublimasi, yaitu terbentuknya kristal-kristal es.


5. Curah Hujan Hujan merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan jatuhnya titiktitik air ke permukaan bumi. Terjadinya hujan diawali oleh adanya penyinaran matahari pada air laut, danau, sungai, dan lain-lain sehingga menyebabkan terjadinya penguapan. Hasil penguapan yang berupa uap air terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi. Pada ketinggian tertentu karena proses pendinginan (kondensasi) terjadilah titik-titik air yang semakin lama semakin besar volumenya dan kemudian jatuh sebagai hujan. Alat pengukur arah hujan disebut ombrometer. Macam-macam hujan antara lain sebagai berikut.
a. Hujan Zenital Hujan ini terjadi oleh arus konveksi yang menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal. Karena pemanasan air laut terus-menerus maka akan terjadi kondensasi dan turun depresi frontal.
(a) Bendera Angin
(b) Kantong Angin
(c) Anemometer
b. Hujan Siklon Hujan ini terjadi apabila udara yang mengandung uap air naik ke atas dibawa oleh angin siklon lalu terjadi kondensasi akhirnya turun sebagai hujan. Hujan siklon ini banyak terjadi di daerah depresi frontal.
c. Hujan Frontal Hujan frontal terjadi apabila udara panas yang mengandung uap air naik ke atas udara dingin, lalu terjadi kondensasi dan akhirnya turun sebagai hujan. Hujan ini banyak terjadi di daerah depresi frontal.
d. Hujan Naik Pegunungan (Orografis) Hujan ini terjadi karena naiknya udara yang mengandung uap air di lereng pegunungan. Akibat ketinggian lereng maka terjadi kondensasi dan turun hujan.

6. Gejala Cuaca Gejala cuacaadalah gejala atau peristiwa yang terjadi dalam hubungannya dengan unsur-unsur cuaca, misalnya: kabut, petir, dan awan.
Kabut Kabut, yaitu lapisan awan yang tipis dan berdekatan dengan permukaan tanah atau laut. Kabut dapat dibedakan atas kabut adveksi dan kabut radiasi. 
  • Kabut adveksi; terjadi apabila udara panas dari tanah dilepaskan melalui lapisan udara yang bertemperatur di bawah titik embun. Jadi, merupakan pergerakan udara panas di atas udara dengan salju. 
  • Kabut radiasi; terjadi pada malam hari ketika temperatur udara turun dan cuaca menjadi dingin sampai di bawah titik embun.


C KLASIFIKASI IKLIM
Petir adalah kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan bermuatan listrik positif dengan awan bermuatan listrik negatif. Petir ini biasanya terjadi apabila akan turun hujan atau pada waktu malam.
  • Fatamorgana Fatamorgana, yaitu jenis ilusi optik yang disebabkan pantulan cahaya oleh lapisan udara dengan temperatur yang berlainan dekat permukaan tanah. Fatamorgana sering terjadi di gurun atau di jalan beraspal, yang tampak seperti ada bayangan air.
  • Pelangi Pelangi adalah spektrum sinar matahari yang diuraikan oleh titiktitik air di udara. Pelangi dapat dilihat jika kita membelakangi matahari dan di hadapan kita terjadi hujan. Terjadinya apabila seberkas sinar matahari mengenai titik air, kemudian mengalami pemantulan dan pembiasan maka diuraikan atas warna spektrum matahari.

Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim di suatu daerah sangat beragam antara lain letak berdasarkan garis lintang, letak berdasarkan ketinggian tempat, suhu bulanan/tahunan, curah hujan rata-rata, jarak dihitung dengan laut/danau, dan posisi relief dan pegunungan.

Iklim Matahari Iklim matahari adalah yang didasarkan pembagian letak lintang akibat dari penyinaran matahari yang diterima di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o lintang adalah daerah panas. Daerah makin mendekati 90o lintang suhu semakin dingin.

Dasar perhitungan mengadakan pembagian daerah iklim matahari adalah banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o adalah daerah panas sehingga makin mendekati daerah lintang 90o suhunya semakin dingin. 
Berdasarkan garis lintang terdapat pembagian iklim matahari di bumi sebagai berikut.
a. Daerah iklim dingin utara
b. Daerah iklim dingin selatan 
c. Daerah iklim panas (tropis)
d. Daerah iklim sedang utara
e. Daerah iklim sedang selatan 
pembagian iklim ditentukan oleh batas tumbuh-tumbuhan. 
Curah hujan dan penguapan sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan vegetasi. Tingginya intensitas penguapan menyebabkan air tanah dan tanaman hilang. Bagian dari curah hujan yang menguap tidak bermanfaat lagi bagi pertumbuhan vegetasi sehingga batas daerah iklim ditentukan oleh batas hidup tumbuh-tumbuhan adanya vegetasi lokal merupakan perwujudan keseluruhan iklim yang ada. Untuk menentukan ciri temperatur hujan dan ciri hujan digunakan huruf-huruf besar dan huruf-huruf kecil sebagai berikut. 

  • A : Temperatur normal dari bulan-bulan yang terdingin paling rendah 18oC. Suhu tahunan 20o - 25oC dengan curah hujan rata-rata setahun ±60 cm. 
  • B : Temperatur normal bulan-bulan yang terdingin di antara 18o - 33oC. 
  • C : Temperatur bulan-bulan terdingin di bawah 3oC. 
  • D : Temperatur bulan-bulan terpanas di atas 0oC. 
  • E : Temperatur bulan terpanas di bawah 10oC. 
  • F : Temperatur bulan terpanas di antara 0o - 10oC. 
  • G : Temperatur bulan terpanas di bawah 0oC.



FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM GLOBAL (ELNINO,LANINA) DAN DAMPAKNYATERHADAP KEHIDUPAN

  1. Peristiwa El Nino El Nino datang mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Samudera Pasifik, mulai Pasifik Tengah sampai dengan pantai Peru di Amerika Selatan menjadi hangat, tetapi tidak demikian di perairan Australia sebelah utara dan Indonesia. Apabila hal ini terjadi, angin pasat akan melemah dan arahnya berbalik, yakni berembus dari arah barat ke arah timur. Jadi, udara tropis yang lembap tidak berpusat di dekat Benua Australia. Alih udara lembap tersebut berpusat di Samudera Pasifik tengah dan meluas ke timur arah Amerika Selatan. Hal ini menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik, dan hujan di Australia serta di Indonesia menjadi kurang dari biasanya. Akibatnya timbul kekeringan di Australia dan di beberapa daerah di Indonesia. Kekeringan ini sering disertai dengan kebakaran rumput dan hutan. Selama peristiwa El Nino pada tahun 1994 dan 1997, baik di Indonesia maupun Australia mengalami kebakaran. Terjadinya peristiwa El Nino dan daerah-daerah yang terpengaruh dapat dilihat pada gambar berikut. Angin pasat,Air hangat Air dingin tidak mencapai permukaan Arus air dingin,Angin pasat,Air hangat Gerak air vertikal air dingain Arus dingin.
  2. Peristiwa La Nina Peristiwa ini terjadi ketika angin pasat berembus dengan keras dan terus-menerus melintasi Samudera Pasifik ke arah Australia. Angin tersebut mendorong lebih banyak air hangat ke arah Australia sebelah utara dibandingkan biasanya. Akibatnya, semakin banyaklah awan yang terkonsentrasi dalam keadaan seperti ini dan menyebabkan turunnya hujan lebih banyak di Australia, di Pasifik sebelah barat, dan di Indonesia. 


Keadaan atmosfer dapat kita amati setiap hari. Misalnya, pada hari cerah, hari hujan, angin kencang, atau hari mendung. Keadaan cuaca pada suatu tempat berubah-ubah setiap waktu. Cuaca terjadi pada tempat yang tidak luas dan pada suatu saat, sedangkan iklim merupakan ratarata cuaca pada suatu wilayah yang luas dan dalam waktu yang lama. Udara itu bersifat diaterman, artinya dapat melewatkan panas matahari. Sifat diaterman terdapat pada udara murni. Setelah panas matahari sampai ke permukaan bumi, panas ini digunakan bumi untuk memanasi udara di sekitarnya. Udara dapat menjadi panas karena proses konveksi, adveksi, turbulensi, dan konduksi. Keadaan cuaca dapat diperkirakan dengan cara pengamatan. Pengamatan dilakukan terhadap unsur-unsur cuaca seperti penyinaran udara, suhu udara, angin, awan, kelembapan, keadaan awan, dan curah hujan.

B. LATIHAN
 Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 
1. Jelaskan perbedaan antara cuaca dan iklim! 
2. Sebutkan unsur-unsur iklim!
3. Sebutkan macam-macam penggolongan angin!
4. Jelaskan perbedaan antara awan nimbus dan awan stratus! 
5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman flora!

5 comments:

  1. Nama : nindia marselly
    Kelas: x MIPA Aliyah
    Mapel: geografi

    ReplyDelete
  2. Asalamualaikum ustad video y yang mna ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. blm berhasil di upload, sementara baca dulu materinya. masih di compres biar bisa di upload

      Delete
  3. Muhammad Nasrullah
    Kelas XI ips2
    Mapel .geografi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok rul, kasi tau yang lain ya
      Asalamualaikum wr wb
      Dalam rangka pembelajaran jarak jauh/Daring maka diberitahukan kepada seluruh santri yang kelasnya di ampu oleh ust. Mif untuk dapat mengakses link sesuai kelas dan mata pelajaran yang ada di bawah ini:

      SKI Kelas VIII
      https://www.madrasahmuba.com/2020/03/menelusuri-jejak-sejarah-berdirinya.html

      Geografi KLS X
      https://www.madrasahmuba.com/2020/03/atmosfer-dan-dampaknya-terhadap.html
      Akidah Akhlak KLS X
      https://www.madrasahmuba.com/2020/03/indahnya-asmaul-husna.html

      Geografi KLS XI
      https://www.madrasahmuba.com/2020/03/materi-pembelajaran-geografi-kelas-xi.html
      Akidah Akhlak KLS XI
      https://www.madrasahmuba.com/2020/03/dalam-islam-a.html

      Silahkan klik di link yang tersedia, pahami materi dan apabila ada pertanyaan bisa kirim di WA/di kolom komentar

      Setelah memahami materi maka kerjakan tugas yang sudah di bagikan/dapat juga langsung membuka soal yang ada di akhir materi

      Kerjakan di selembar kertas, lalu di kirim ke WA 082180044430 dalam format FOTO/ dapat juga di kumpul pada saat masuk sekolah.

      Bagi yang sudah mengumpulkan Jawaban melalui WA ust. sarankan untuk menulis di kolom komentar yang ada di link sesuai dg materi mapelnya dengan format

      SUDAH MENGIRIM JAWABAN MELALUI WA
      NAMA : ..........................
      KLS : .........................
      MAPEL : .........................

      agar lebih mudah dalam pengecekan, karena di WA terkadang tertutup oleh pesan yang baru, mengingat begitu banyaknya WA masuk.

      SEBARKAN INFO INI KEPADA KAWAN SEKELAS

      Delete