Tuesday, March 31, 2020

MATERI PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI BAB IV DINAMIKA PENDUDUK

DINAMIKA PENDUDUK


Di mana pun tempat di Bumi ini, suatu kelahiran maupun kematian merupakan fenomena alami yang kapan saja bisa terjadi. Kelahiran dan kematian menjadi bagian dari dinamika penduduk suatu wilayah. Begitu juga dengan migrasi penduduk. Ketiga angka dari parameter ini akan menggambarkan dinamika penduduk sekaligus menggambarkan permasalahan-permasalahan penduduk yang mungkin timbul. Untuk mengetahui perkembangan jumlah penduduk dapat dilihat dari pertumbuhan penduduk.

A. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk menunjukkan perkembangan jumlah penduduk di suatu wilayah selama periode waktu tertentu. Angka kelahiran dan kematian merupakan faktor alami yang memengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu wilayah. Selain faktor alami tersebut, ada juga faktor nonalami yang memengaruhi pertumbuhan penduduk seperti migrasi, baik migrasi lokal maupun migrasi internasional.

1. Kelahiran atau Fertilitas
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riil seorang wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Kelahiran menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk. Beberapa ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan sebagai berikut. 

a. Angka Kelahiran Kasar atau (Crude Birth Rate/CBR)
Angka kelahiran kasar merupakan penentuan tingkat kelahiran bayi tanpa membeda-bedakan golongan dan umur dalam satu tahun dari setiap 1.000 orang penduduk suatu wilayah. Angka kelahiran seperti ini dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
Contoh soal: Desa Tegalwangi pada tahun 2005 berpenduduk 7.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada tahun yang sama adalah 147 bayi. Berapakah angka kelahiran kasarnya?
Penyelesaian:
Angka kelahiran kasar Desa Tegalwangi pada tahun 2005 adalah 21 jiwa. Hal ini berarti di tahun 2005, dari setiap 1.000 penduduk Desa Tegalwangi terjadi kelahiran sejumlah 21 bayi.

b. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate/ ASFR) 
Perhitungan angka kelahiran yang mempertimbangkan umur dan jenis kelamin disebut angka kelahiran menurut kelompok umur atau Age Specific Fertility Rate (ASFR). ASFR menunjukkan jumlah kelahiran dari setiap seribu wanita pada kelompok umur tertentu selama setahun. Untuk menentukan angka kelahiran menurut kelompok umur tertentu digunakan rumus sebagai berikut.



Contoh soal: Penduduk wanita kelompok umur 25–30 tahun di Desa Tegalwangi pada tahun 2005 berjumlah 900 jiwa. Jumlah kelahiran dari wanita kelompok tersebut 45 bayi. Berapa angka kelahiran dari wanita kelompok umur tersebut?


Angka kelahiran dari wanita kelompok umur 25–30 tahun di Desa Tegalwangi pada tahun 2005 adalah 50 jiwa. Hal ini berarti dari setiap 1.000 wanita kelompok umur 25–30 tahun terjadi kelahiran 50 bayi.

Apakah angka kelahiran kasar di negara berkembang dan negara maju sama? Berdasarkan penelitian yang dilakukan PBB, menunjukkan angka kelahiran kasar di negara berkembang lebih tinggi dibanding negara maju. Nah, berikut ini adalah besarnya perbandingan angka kelahiran di negara berkembang dan negara maju. 



Mengapa angka kelahiran di setiap wilayah tidak sama? Tentu ada faktor-faktor yang memengaruhinya. Apa saja itu?
  1. Perkawinan di usia muda. Perkawinan di usia muda biasanya terjadi di daerah pedesaan, karena banyak orang tua yang merasa malu apabila anak gadisnya yang menginjak dewasa belum mendapatkan jodoh. Wanita yang kawin di usia muda mempunyai kesempatan melahirkan lebih lama sehingga kemungkinan mendapatkan anak lebih banyak. 
  2. Anggapan bahwa banyak anak berarti banyak rezeki. Penilaian orang tua yang menganggap anak mendatangkan rezeki, sehingga mereka berkeinginan untuk mempunyai banyak anak agar mendapatkan banyak rezeki. 
  3. Kebutuhan tenaga kerja. Untuk mengolah lahan pertanian yang luas, para petani membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Agar biaya yang dikeluarkan lebih hemat, mereka akan mempekerjakan anggota keluarga, terutama anak-anaknya. 
  4. Kurangnya informasi tentang keluarga berencana. Banyak pasangan suami istri yang kurang mendapatkan informasi tentang pentingnya perencanaan dalam keluarga, sehingga mereka kurang memperhitungkan dampak dan konsekuensi dari jumlah anak yang banyak. 
  5. Keinginan memperoleh anak laki-laki. Beberapa golongan masyarakat menganggap bahwa anak lakilaki sebagai penentu status dan penerus nama keluarga. 


Di beberapa kasus, banyak pasangan suami istri yang akan berusaha terus-menerus tidak membatasi kelahiran sampai mendapatkan anak laki-laki. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat kelahiran (antinatalitas), antara lain: 
  1. Pelaksanaan program keluarga berencana. 
  2. Adanya undang-undang perkawinan yang membatasi usia pernikahan, untuk wanita minimal 16 tahun dan laki-laki minimal berusia 19 tahun. 
  3. Adanya anggapan anak menjadi beban keluarga.



2. Kematian atau Mortalitas

Kematian atau mortalitas adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Secara otomatis, kematian akan menyebabkan jumlah penduduk berkurang. Seseorang tidak akan mengetahui kapan ia mati. Kadang kematian terjadi saat manusia masih bayi, ketika umur dewasa, atau sudah tua. Tinggi rendahnya tingkat kematian ditunjukkan oleh jumlah kematian penduduk dalam setahun. Tingkat kematian penduduk di suatu wilayah dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate (CDR) 
Angka kematian kasar (CDR) menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah. CDR dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.


Contoh soal: Desa Sekar Mulia pada tahun 2005 berpenduduk 5.600 jiwa. Kematian di desa ini pada tahun yang sama adalah 112 jiwa. Berapakah angka kematian kasar di Desa Sekar Mulia? 
Angka kematian kasar di Desa Sekar Mulia pada tahun 2005 adalah 20 jiwa. Ini menunjukkan bahwa dari setiap 1.000 penduduk terjadi kematian sebanyak 20 orang selama tahun 2005.
Angka kematian setiap wilayah tentu berbeda-beda. Demikian juga untuk setiap negara. Angka kematian kasar negara maju lebih sedikit dibanding dengan negara berkembang. Hal dibuktikan dengan hasil penelitian PBB yang ditunjukkan pada tabel berikut ini. 

b. Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) 
Angka kematian bayi menunjukkan jumlah kematian bayi dari setiap 1.000 kelahiran. Penentuan angka kematian bayi menggunakan rumus sebagai berikut.

Angka kematian bayi (IMR) di Desa Sekar Mulia pada tahun 2005 adalah 125 jiwa. Ini berarti untuk setiap 1.000 kelahiran terdapat 125 bayi yang mati. Apakah batasannya IMR di suatu wilayah dikatakan rendah, sedang, atau tinggi? Nah, berdasarkan jumlah kematian bayi, IMR dapat dikelompokkan sebagai berikut. 
  1.  IMR < 35 jiwa per 1.000 kelahiran, berarti angka kematian bayi rendah. 
  2. IMR 35–75 jiwa per 1.000 kelahiran, berarti angka kematian bayi sedang. 
  3. IMR 75–125 jiwa per 1.000 kelahiran, berarti angka kematian bayi tinggi. 
  4. IMR > 125 jiwa per 1.000 kelahiran, berarti angka kematian bayi sangat tinggi. 


c. Angka Kematian Menurut Umur atau Age Specific Death Rate (ASDR) 
Angka kematian khusus (ASDR) menunjukkan jumlah kematian penduduk usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun. Besarnya angka kematian khusus ditentukan dengan rumus sebagai berikut.

 Contoh soal:
Penduduk Desa Sekar Mulia pada tahun 2005 yang berumur 50– 54 tahun berjumlah 2.800 jiwa. Dalam setahun, penduduk kelompok umur tersebut yang meninggal sebanyak 56 jiwa. Berapakah angka kematian khusus penduduk kelompok umur 50– 54 tahun di Desa Sekar Mulia?



Tinggi rendahnya tingkat kematian dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat kematian.

  • Faktor pendukung kematian (promortalitas) Promortalitas merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya jumlah kematian. Tingginya kematian bisa saja terjadi secara natural maupun karena kurangnya perhatian pada kesehatan dan prasarana pendukungnya. Apa jadinya jika sarana dan prasarana kesehatan kurang serta kesadaran masyarakat terhadap kesehatan rendah? 
  • Faktor penghambat kematian (antimortalitas) Antimortalitas merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kematian. Faktor penghambat kematian bisa kamu temukan jika kamu telah menyimpulkan faktor-faktor yang mendukung kematian. Karena faktor penghambat kematian berbanding terbalik dengan pendukung kematian. Coba temukan faktor-faktor penghambat kematian!



3. Migrasi
Dinamika penduduk tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kelahiran dan tingkat kematian, tetapi juga dipengaruhi oleh mobilitas penduduk dalam bentuk perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain yang disebut migrasi. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya perpindahan penduduk, antara lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jangka waktu perpindahan pun tidak terbatas, ada yang hanya menetap beberapa waktu atau dalam jangka waktu yang lama dengan berbagai batas administrasi baik antarkota maupun antarnegara. Berikut ini adalah berbagai jenis migrasi
 a. Migrasi Internasional (Migrasi Ekstern) 
Migrasi jenis ini merupakan perpindahan penduduk dari dan ke suatu negara. Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 
  1. Imigrasi Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari negara lain ke suatu negara dengan tujuan untuk menetap. Contoh: Orang Inggris menikah dengan orang Indonesia kemudian menetap di Indonesia. 
  2. Emigrasi Emigrasi merupakan perpindahan penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Contoh: Orang Indonesia yang bekerja dan menetap di Arab Saudi. 
  3. Remigrasi Remigrasi merupakan kembalinya penduduk dari suatu negara ke negara asalnya. Contoh: Orang Indonesia yang kembali ke Indonesia setelah lama bekerja di Malaysia.

 b. Migrasi Nasional (Migrasi Intern) 
Migrasi jenis ini merupakan perpindahan penduduk yang terjadi masih dalam wilayah satu negara. Jenis migrasi ini meliputi: 

1) Transmigrasi 
Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh pemerintah, dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya. Transmigrasi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  • a) Transmigrasi Umum Merupakan transmigrasi yang dibiayai oleh pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke daerah tujuan transmigrasi. 
  • b) Transmigrasi Spontan Merupakan transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri. 
  • c) Transmigrasi Sektoral Merupakan transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antara pemerintah daerah asal transmigran dengan pemerintah daerah yang dituju transmigran. 
  • d) Transmigrasi Swakarsa Merupakan transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh transmigran atau pihak lain (bukan pemerintah). 
  • e) Transmigrasi Khusus Merupakan transmigrasi dalam rangka pembangunan proyek-proyek tertentu, seperti transmigrasi bedol desa. 
Program transmigrasi yang diselenggarakan oleh pemerintah bertujuan untuk: 
a) Meningkatkan produksi pertanian dengan mengolah lahan transmigrasi. 
b) Meratakan persebaran penduduk. 
c) Meratakan pembangunan daerah. 
d) Mengurangi jumlah pengangguran dari daerah asal. 
e) Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penduduk. 

Keberhasilan program transmigrasi dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: 
a) Terjadi akulturasi atau perpaduan budaya dengan baik tanpa disertai konflik. 
b) Terjadi peningkatan kesejahteraan hidup para transmigran. 
c) Pengurangan tekanan penduduk pada daerah yang ditinggalkan. 
d) Peningkatan jumlah penduduk yang ditransmigrasikan ke tempat lain tiap tahunnya, lebih banyak daripada pertambahan penduduk yang ditinggalkan. 

2) Urbanisasi 
Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. Terjadinya urbanisasi karena kota mempunyai daya tarik untuk dituju dan desa mempunyai daya dorong untuk ditinggalkan. 

a) Daya tarik kota antara lain: 
(1) Tersedianya lapangan pekerjaan formal maupun informal di kota lebih banyak dibandingkan di desa. 
(2) Tingginya upah tenaga kerja di kota. 
(3) Ketersediaan fasilitas yang lengkap. 
(4) Ketersediaan berbagai hiburan. 

b) Daya dorong dari desa, antara lain: 
(1) Lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian semakin sempit. 
(2) Lahan pertanian di desa semakin sempit. 
(3) Upah tenaga kerja di desa pada umumnya lebih rendah.
(4) Kurangnya berbagai fasilitas umum. 
(5) Kurangnya berbagai hiburan. 
(6) Kegiatan pertanian di desa bersifat musiman. 
(7) Dorongan penduduk untuk memperbaiki taraf hidup. 

3) Jenis-Jenis Migrasi Lain 
Selain transmigrasi dan urbanisasi, masih terdapat beberapa jenis migrasi intern lainnya, yaitu: 
  • Ruralisasi yaitu kembalinya pelaku urbanisasi menuju daerah asalnya. 
  • Forensen yaitu orang-orang yang tinggal di desa tetapi bekerja di kota yang setiap harinya nglaju (pulang pergi). 
  • Turisme yaitu orang yang bepergian ke luar untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di daerah atau negara yang dituju.
  • Week end yaitu perginya orang-orang kota untuk mencari tempat yang udaranya sejuk ke luar kota di akhir minggu. 
  • Evakuasi yaitu perpindahan penduduk karena gangguan bencana alam atau keamanan.
Untuk Materi lengkap silahkan Download BUKU GEOGRAFI KLS XI PDF KURIKULUM 2013 REVISI

TUGA LATIHAN
Jawablah pertanyaan dengan tepat! 
  1. Sebutkan faktor-faktor alami yang memengaruhi pertumbuhan penduduk! 
  2. Di Desa Sekarsari pada tahun 2005 berpenduduk 5.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada tahun yang sama adalah 125 bayi. Berapakah angka kelahiran kasarnya? 
  3. ASFR pada suatu kota menunjukkan angka 212 jiwa. Jelaskan arti angka tersebut! 
  4. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi tingginya tingkat kelahiran di suatu wilayah!
  5. Apakah yang dimaksud dengan angka kematian kasar? 
  6. Di kota X pada tahun 2005 telah terjadi kelahiran 120 bayi. Dari jumlah kelahiran tersebut sebanyak 10 bayi meninggal. Berapakah angka kematian bayi di kota X? 
  7. Sebutkan daya dorong terjadinya arus urbanisasi! 
  8. Penduduk di Desa Tani Maju pada tahun 2005 berpenduduk 15.000 jiwa. Angka kelahiran 50 jiwa per 1.000 penduduk dan angka kematian 25 jiwa per 1.000 penduduk. Selama tahun 2005 telah terjadi perpindahan penduduk, yaitu 100 jiwa keluar dan 150 masuk Desa Tani Maju. Berapakah pertumbuhan penduduk total Desa Tani Maju pada tahun 2005? 
  9. Apakah dampak dari pertumbuhan penduduk yang tinggi? 
  10. Jelaskan berbagai macam cara untuk penyajian data kependudukan!

1 comment: