Friday, February 15, 2019

Download Format RKAM BOS K-1, K-2, K-3, K-7, K-8 Untuk Laporan BOS Madrasah Tahun Anggaran 2019



Penggunaan  dana  BOS  di  madrasah  (MI,  MTs,  dan  MA)  harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara pihak madrasah, dewan guru, dan komite madrasah.

Hasil kesepakatan di atas harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat.

Kemudian dibuatkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah yang akan diajukan ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

dana BOS, madrasah harus memperhatikan ketentuan hal-hal sebagai berikut:
  1. Madrasah    yang    telah    menerima    DAK,    tidak    diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. Sebaliknya jika  dana BOS tidak mencukupi untuk pembelanjaan yang diperbolehkan (10  item pembelanjaan), maka madrasah dapat mempertimbangkan sumber  pendapatan lain yang diterima oleh madrasah, yaitu pendapatan hibah  (misalnya DAK) dan pendapatan madrasah lainnya yang sah dengan  tetap memperhatikan peraturan terkait;
  2. Biaya transportasi dan uang lelah bagi guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar, harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Standar Biaya Masukan Kementerian Keuangan;
  3. Madrasah negeri yang sudah mendapat anggaran dalam DIPA selain BOS,   maka   penggunaan   dana   BOS   hanya   untuk   menambahkan kekurangan, sehingga tidak terjadi double accounting;
  4. Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai (honor guru/tenaga kependidikan bukan PNS dan honor-honor kegiatan) pada madrasah negeri sebesar 30% (tiga puluh persen) dari total dana BOS yang diterima oleh madrasah dalam satu tahun.Penggunaan  dana  BOS  untuk  belanja  pegawai (honor  guru/tenaga kependidikan bukan PNS dan honor-honor kegiatan) pada madrasah swasta dapat lebih dari 30% (tiga puluh persen) dari total dana BOS yang  diterima  oleh  madrasah  dalam  satu   tahun,  dengan  ketentuan kebutuhan   untuk   belanja   pegawai   tersebut  disetujui   oleh   Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.



Larangan Penggunaan Dana BOS
  • Disimpan dengan maksud dibungakan;
  • Dipinjamkan kepada pihak lain;
  • Membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS;
  • Membiayai   kegiatan   yang   tidak   menjadi   prioritas   madrasah   dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya;
  • Membiayai akomodasi  kegiatan yang diselenggarakan oleh madrasah  antara  lain  sewa  hotel,  sewa  ruang  sidang,  dan lainnya;
  • Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;
  • Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan  inventaris  madrasah),  kecuali  untuk  siswa  miskin penerima PIP;
  • Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  • Membangun gedung/ruangan baru;
  • Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran;
  • Menanamkan saham;
  • Membiayai iuran dalam rangka upacara peringatan hari besar nasional;
  • Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar;
  • Membiayai     kegiatan     dalam     rangka     mengikuti     pelatihan/ sosialisasi/pendampingan  terkait  program  BOS/perpajakan  program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar Kementerian Agama;
  • Pembayaran iuran kegiatan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan/atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).


Tuesday, February 12, 2019

DOWNLOAD JUKNIS BOS PADA MADRASAH MI, MTs, MA TAHUN 2019

JUKNIS BOS PADA MADRASAH 2019
MI - MTs -MA


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

Pada Pasal 34 ayat 2 menyebutkan pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah Tahun Anggaran 2019 dimaksudkan sebagai panduan bagi para pihak baik di pusat dan daerah yang terlibat dalam pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara benar dan terarah.

BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.

Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. 

Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS.


Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada bagian penggunaan dana BOS. Yang juknisnya bisa di di download melalui link di atas.

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat.

Tuesday, September 18, 2018

FREE DOWNLOAD JUKNIS BOS DAN CONTOH APLIKASI SPJ BOS KHUSUS MADRASAH SESUAI JUKNIS BOS MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2018

 JUKNIS BOS DAN CONTOH APLIKASI BOS KHUSUS MADRASAH SESUAI JUKNIS BOS MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2018




BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya, air, jasa, telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada bagian penggunaan dana BOS.

Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan untuk:

  1. Membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar, baik di madrasah negeri maupun madrasah swasta.
  2. Membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa MI negeri, MTs negeri dan MA Negeri.
  3. Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di madrasah swasta.
  4. Sasaran program BOS adalah semua Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi di Indonesia yang telah memiliki izin operasional. Siswa madrasah penerima BOS adalah lembaga madrasah yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada pagi hari dan siswanya tidak terdaftar sebagai siswa SD, SMP, atau SMA. Bagi madrasah yang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada sore hari, dapat menjadi sasaran program BOS setelah dilakukan verifikasi oleh Seksi Madrasah/TOS Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. 

Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh madrasah, dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:
Ø Madrasah Aliyah : Rp. 1.400.000,-/siswa/tahun


Ø Madrasah Ibtidaiyah : Rp. 800.000,-/siswa/tahun
Ø Madrasah Tsanawiyah : Rp. 1.000.000,-/siswa/tahun

Pada Tahun Anggaran 2018, dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai Desember 2018, yaitu semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 dan semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Penyaluran dana BOS untuk madrasah swasta dilakukan dua tahap (setiap semester), berdasarkan pengajuan RKAM dari madrasah swasta. Sedangkan untuk madrasah negeri, pencairan dana BOS dilakukan langsung oleh satker Madrasah. Namun untuk MIN yang anggarannya terletak pada DIPA Kantor Kemenag Kabupaten/Kota pencairannya dilakukan oleh Satker Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

Guna mempermudah pelaporan dana BOS, disini kami sediakan Contoh Aplikasi Pelaporan Dana BOS Praktis khusus untuk Madrasah yang sudah di sesuaikan dengan juknis BOS Madrasah 2018.

DOWNLOAD JUKNIS BOS MADRASAH 2018

Setelah berhasil mendownload jangan lupa untuk mengatur menjadi Enable di pojok kiri atas aplikasi, dan untuk kembali ke menu utama silahkan klik menu home di aplikasi.

Aplikasi ini dikembangkan oleh seorang pengembang dan hak cipta ada pada pengembang, oleh karenanya aplikasi ini bisa digunakan sebagai contoh tanpa di password, namun untuk bisa menggunakan secara maksimal dan menyeluruh anda bisa menghubungi pihak pengembang langsung atau memberikan komentar di kolom komentar yang ada dibawah.


Demikian semoga bermanfaat.

FREE DOWNLOAD DOKUMEN 1 KURIKULUM 2013 & KTSP MADRASAH ALIYAH TP 2018/2019


DOKUMEN I
KURIKULUM MADRASAH ALIYAH

TAHUN PELAJARAN 2018/2019


  • LATAR BELAKANG

Perubahan penyelenggaraan pendidikan menajdi desentralistik, memberikan kewenangan kepada Madrasah untuk menyusun Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan. Sehingga pemberi kewenagan ini, Madrasah dapat memutuskan dan menyusun maupun melaksanakan kurikulumnya.

Dengan demikian Madrasah dapat mengakomodasi semua potensi yang ada untuk memberikan nuansa atau ciri khas dalam menampilkan kuali tasnya baik bidang akademis, maupun non akademis, memelihara akar budaya masyarakat nyameskipun mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi namun tetap berlandaskan nilai-nilaike islaman.

Madrasah Aliyah Nurul Islam merupakan Madrasah Aliyah swasta  yang berada di wilayah ibu kota Kecamatan Bayung Lencir, saat ini tahun pelajaran 2018/2019 memiliki jumlah peserta didik yang mencapai 184 orang.

Jumlah tersebut berasal dari lulusan MTs swasta (MTs S) mencapai 80 % dan sisanya 20 % dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik Negeri maupun Swasta yang berada di sekitar kecamatan Bayung Lencir, Tungkal Jaya dan Sebagian dari luar daerah, besarnya jumlah ini menunjukkan besarnya animo masyrakat yang mempercayakan kelangsungan pendiidkan anaknya, selain itu pula letak Madrasah yang stretegis karena terletak di daerah ibu kota kecamatan dan berada sangat dekat dengan jalan lintas timur dan cukup jauh dengan Madrasah Aliyah  lain baik Madrasah Aliyah  swasta maupun Madrasah Aliyah Negeri.

Kemudian Madrasah Aliyah Nurul Islam juga menjadi koordinator Kelompok Kerja Madrasah Swasta yang berada dalam dua Kecamatan yaitu Bayung Lencir dan Kecamatan Tungkal Jaya, dengan jumlah Madrasah 6 Madrasah Aliyah yang terdiri dari 2 buah di Kecamatan Bayung Lencir, 4 Madrasah di Kecamatan Tungkal Jaya.

Pencapaian prestasi siswa-siswi meliputi baik dalam bidang akademik maupun prestasi non akademik seperti, bidang olah raga, seni dan keagamaan, siswa berprestasi dan selama 3 tahun berturut-turut lulusan MA Nurul Islam Bayung Lencir ada yang mendapatkan beasiswa Santri Jadi Dokter dari Pemerintah Daerah Musi Banyuasin dan lain-lain.

Perkembangan Madarasah ini ditunjang dengan keberadaan kemampuan dan kerjasama seluruh personel. Jumlah seluruh personel Madrasah saat ini sebanyak 16 orang, terdiri dari 11 orang tenaga pendidik, 1 orang Laboran, 1 orang tenaga perpustakaan dan 2 orang  tenaga adminstrasi atau TU ,dan 1 orang penjaga sekolah atau taman. Kualitas tenaga pendidik sudah memenuhi Standar Pendidik dengan rata-rata berijazah S.1  dan sebagian sedang melanjutkan studi S.2 
Kepala Madrasah sudah mampu meningkatkan, kemajuan Madrasah baik segi kualitas maupun kwantitas,salah satunya adalah meningkatnya jumlah siswa tahun baru 2018/2019 dengan jumlah siswa 206 orang dibandingkan tahun sesudahnya berkisar sekitar 184 orang, kemudian jumlah rombongan belajar sebelumya ada 6 rombel, sekarang sudah bias di buat rombel, kemudian tahun ini pula Madrasah ini sudah kembali melaksanakan akreditasi ulang dan memperoleh predikat Baik dengan skor 87 (delapan puluh tujuh).

Selain personel yang memadai, Madrasah ini juga dilengkapi dengan sarana prasarana yang menunjang proses belajar mengajar dan pengembangan Madrasah yang cukup baik, selain ruang belajar Madarasah ini juga memiliki ruang Kepala Madrasah, Guru, Tata Usaha, Bendahara,  ruang Wakamad, ruang perpustakaan, ruang Laboraturium Komputer, Laboraturium Bahasa, Laboratorium IPA, Mushalla, UKS, OSIS, PMR, Pramuka, Parkir yang luas, dan lapangan untuk upcara dan olahraga. Fasiltas yang tak kalah pentinya adalah MCK dan listrik.

  • DASAR HUKUM

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor19   Tahun   2005 tentang  Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
  3.  Peraturan PresidenNomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagai mana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;
  4.  Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagai mana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2013;
  5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 60/P Tahun 2013;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 64 Tahun 2013   tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 65 Tahun 2013  tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah;
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan KebudayanNomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
  13.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
  14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah;
  15. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2676 Tahun 2013 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.


  • TUJUAN

Tujuan Kurikulum 2013 bertujuan mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara beriman, produktif, kreatif, inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara dan peradaban dunia.

Untuk Kurikulum Madrasah Aliyah Swasta Nurul Islam ini dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan Madrasah dengan menyesuaikan kondisi dan potensi yang ada seperti keadaan dan keinginan dari siswa dan orang tua serta masyarakat, personel sekolah dan sarana prsarana yang ada.

  • PRINSIP PENYUSUNAN KURIKULUM

Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentra untuk mengembangkan kompetensinya dalam mencapai visi, misi dan tujuan yang telah digariskan oleh Madrasah dengan mengacu pada Standar Isi  (SI) dan standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional Melalui Kurikulum Mdrasah Aliyah Nurul  Islam Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin ini diharapkan pelaksanaan program-program pendidikan di Madrasah sesuai dengan karakteristik,  potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam mengembangkannya melibatkan seluruh warga Madrasah ( Kepala Madrasah, Guru, Karyawan dan siswa) dan pemangku kepentingan lain ( Komite Madrasah, Orang Tua Siswa, Masyarakat, dan Lembaga-Lembaga lain).

Saat ini potensi. Kebutuhan dan keinginan Madrasah adalah mengunggulkan program pengembangan diri yang berbasis pada keterampilan dan seni keislaman, serta muatan lokal yang menitik beratkan pada pendalaman agama, seni dan olah raga. Dengan adanya program ini diharapkan pada akhirnya dapat mebekali siswa dengan ilmu dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dimana mereka berada.

Kurikulum Madrasah Aliyah Nurul Islam Bayung Lencir dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Agama. Pengembangan kurikulum mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta mempertimbangkan komite Madrasah. Penyusunan kurikulum untuk pendidikan khusus dikoorinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip, antara lain sebagai berikut:

  • Berpusat pada potensi,

Perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangn kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

  • Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat anatr substansi.

Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dikembangkan secara dinamis. Oleh karena itu semangat dan isi kurikulum harus memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, pengembangan ketrampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan dalam pengembangan pendidikan.

  • Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

  • Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah perkembangan manusia seutuhnya.

  • Seimbang anatara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto bhineka tungal ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Untuk mendownload Dokumen 1 Kurikulum 2013 dan KTSP Madrasah aliyah Silahkan :


Demikian, semoga bermanfaat.

Sunday, September 9, 2018

FREE DOWNLOAD APLIKASI SIBOSPINTAR MADRASAH 2018, SURAT EDARAN, VIDIO TUTORIAL, BUKU MANUAL PANDUAN DAN CATATAN PENTING

FREE DOWNLOAD APLIKASI SIBOSPINTAR MADRASAH 2018, SURAT EDARAN, VIDIO TUTORIAL, BUKU MANUAL PANDUAN DAN CATATAN PENTING



Dengan diterbitkanya  surat edaran Direktur KSKK Madrasah Nomor: 1309/Dj.i.i/Dt.I.I.4/HM.o1/09/2018 tertanggal 5 September 2018 mengenai Pemutakhiran data peserta didik Madrasah melalui aplikasi SIBOSPINTAR maka tugas pengelola Madrasah bertambah satu lagi.

Guna membantu mempermudah keluarga besar Madrasah, berkaitan dengan mulai di rilisnya aplikasi SIBOS_PINTAR maka kami mencoba membagikan beberapa link yang berkaitan dengan aplikasi tersebut yang diperoleh dari beberapa sumber.

Karena aplikasi ini tergolong baru dan belum ada sosialisasi secara khusus, maka kita bisa mempelajari dari beberapa keterangan baik dari video tutorial maupun buku manual yang diterbitkan resmi oleh direktorat KSKK Madrasah.



Sistem Aplikasi SIBOS_PINTAR dikembangkan untuk membantu lembaga madrasah melakukan pendataan siswa madrasah, lebih khususnya dalam rangka pengumpulan data pengusulan masuk Program Indonesia Pintar.

Sistem Aplikasi SIBOS_PINTAR memiliki 4 modul utama, yaitu :
  1. Modul Administrasi Nasional
  2. Modul Administrasi Propinsi
  3. Modul Administrasi Kabupaten
  4. Modul Administrasi Lembaga Madrasah
Bagi staf administrasi pada level Nasional, ke 4 modul tersebut dapat diakses, dengan catatan beberapa pembatasan pada modul kecamatan dan modul Lembaga Madrasah yaitu tidak bisa / tidak diijinkan melakukan 3 hal berikut :
  1. Menambahkan administrator madrasah baru
  2. Menambahkan defisini kelas / kelompok belajar
  3. Melakukan pendaftaran/penghapusan siswa madrasah.
Bagi staf pada level Propinsi, 3 modul yaitu level propinsi, kabupaten, lembaga madrasah tersebut dapat diakses, dengan catatan beberapa pembatasan pada modul kecamatan dan modul Lembaga Madrasah yaitu tidak bisa / tidak diijinkan melakukan 3 hal berikut :
  1. Menambahkan administrator madrasah baru
  2. Menambahkan defisini kelas / kelompok belajar
  3. Melakukan pendaftaran/penghapusan siswa madrasah.
Bagi staf pada level Kabupaten, 2 modul yaitu level kabupaten, dan lembaga madrasah tersebut dapat diakses, dengan catatan beberapa pembatasan pada modul kecamatan dan modul Lembaga Madrasah yaitu tidak bisa / tidak diijinkan melakukan 2 hal berikut :
  1. Menambahkan defisini kelas / kelompok belajar
  2. Melakukan pendaftaran/penghapusan siswa madrasah.
Bagi staf pada level Lembaga Madrasah, hanya dapat mengakses modul Lembaga Madrasah, dan hanya staf pada Lemba Madrasah yang dapat melakukan 2 hal berikut :
  1. Menambahkan defisini kelas / kelompok belajar
  2. Melakukan pendaftaran/penghapusan siswa madrasah.
Untuk mendownload File berkaitan dengan SIMBOS_PINTAR silahkan akses link di bawah ini:

CATATAN PENTING SIBOSPINTAR
  • Aplikasi ini bersifat on line (dipastikan jaringan internetnya aktif)
  • Aplikasi ini bersifat berjenjang dari tingkat Madrasah sampai tingkat Nasional
  • Pembuatan user dan password Madrasah pada Aplikasi tingkat Kabupaten/Kota
  • Pembuatan user dan password Kabupaten/Kota pada Aplikasi tingkat Provinsi
  • Pembuatan user dan password Provinsi pada Aplikasi tingkat Nasional/Pusat
  • Proses Log in menggunakan user dan password. User dan password dapat diubah pada edit Admin Lembaga, jika sudah berhasil log in
  • Cukup 1 user di setiap lembaga tingkat Madrasah, Kabupaten, dan Provinsi
  • Setelah log in jangan lupa dipastikan Madrasah dalam lokasi Kecamatan yang benar.
  • Langkah pertama Daftar Kelas sesuai nama kelas sesungguhnya:Misal : MA kelas 12 IPA, kita daftarkan kelas: 12 IPA
  • Input data siswa terbagi 2, untuk siswa yang sudah terdata di EMIS dan siswa yang belumterdata di EMIS (siswa baru)
  • Sebagai dokumen sumber penginputan data siswa (data personel siswa) adalah data siswa by name (format excel) yg digunakan untuk penginputan di EMIS, jadi tinggal copy paste data saja, tidak perlu ketik ulang.
  • Aplikasi ini belum ada fasilitas untuk upload semua data siswa, jd penginputan siswadilakukan secara manual satu persatu.
  • File yang digunakan proses upload foto, KTP, KK, dll dalam bentuk format jpg (gambar/foto)
  • Proses upload yang harus dilakukan adalah Foto dan KK, karena yang biasa dimiliki semua
  • siswa, untuk KTP, KIA, dll menyesuaikan kepemilikan.

Sumber :
https://madrasah.kemenag.go.id/sibospintar/
https://www.youtube.com/watch?v=ff9kgfho4rA